Home / Opini

Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:16 WIB

Rishi Sunak dan Anies Baswedan: Warna Kulit vs Ideologi

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul "Sunak’s Ascent Is a Breakthrough for Diversity, With Privilege Attached".

Beberapa waktu lalu, seorang menteri Inggris mempersoalkan banyaknya orang India yang tidak pulang ke India, melewati batas visa kunjungan yang diberikan.

Namun, tanpa bisa dibayangkan, sekarang orang India bukan lagi menjadi pedagang kelontong di London, tapi dengan Sunak menjadi Perdana Menteri, telah jadi orang tertinggi.

Jauh dari London, di Indonesia seorang keturunan Arab, Anies Baswedan, 53 tahun, telah dilantik Partai Nasdem, beberapa waktu lalu, sebagai kandidat presiden Indonesia 2024. Puluhan ribu rakyat tumpah ruah di Jakarta melepaskan Anies dari posisi Gubernur tanggal 16/10 lalu.

Baca Juga:  Kado Pahit 76 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Mereka semakin cinta kepada Anies, kususnya sejak dia dicalonkan sebagai Presiden. Drone Emprit, lembaga survei model tercanggih, Crowdsourcing Method, menunjukkan kepopuleran Anies Baswedan jauh sekali di atas kandidat lainnya, di medsos saat ini, antara lain 4,4 kali lipat dari Ganjar Pranowo dan 16,7 kali dari Prabowo.

Namun, jalan panjang masih menghantui Anies Baswedan, karena dia masih membutuhkan partai pendukung lainnya, rencana KPK mentersangkakan atas kasus formula E dan Jokowi yang mendukung kandidat lainnya.

Lalu untuk apa judul artikel ini membandingkan Rishi Sunak dan Anies Baswedan?

Pertama adalah soal warna kulit. Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul “Sunak’s Ascent Is a Breakthrough for Diversity, With Privilege Attached“. Penerimaan rakyat Inggris ini sekaligus penerimaan atas dua simbol minoritas, bukan kulit putih dan bukan Kristen, sebagai pemimpin mereka.

Share :

Baca Juga

Opini

Gerakan Rakyat Menentang Firly, Save Anies Baswedan

Opini

Revitalisasi Sumpah Pemuda 1928 untuk Bela Negara

Opini

Gelora Bung Karno dan Polemik Gelora Anies

Opini

Merengkuh Sosiologi Bencana di Tengah Bumi Nusantara

Opini

Catatan Kecil 3 Tahun Rahmat Effendi – Tri Adhianto dalam Menahkodai Kota Bekasi

Opini

Astrid Laena: Ade Puspitasari Sah Sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi 2020-2025

Opini

Menyoal Urgensi Pelayanan Administrasi Kependudukan Transgender

Opini

Awas Jebakan Gerbong Kosong, AKD DPRD Kota Bekasi Harus Proposional