Home / Opini

Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:16 WIB

Rishi Sunak dan Anies Baswedan: Warna Kulit vs Ideologi

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul "Sunak’s Ascent Is a Breakthrough for Diversity, With Privilege Attached".

Kedua, soal pendidikan. Sunak merupakan sosok yang menempuh pendidikan di tempat utama di Inggris dan Amerika. Dia berhasil lulus kuliah di Oxford, Inggris dan Stanford, Amerika.

Ketiga, soal profesionalisme. Sunak merupakan Bankers dari Goldman Sach, salah satu perusahaan keuangan terkemuka di dunia. Keempat, Sunak merupakan India-Inggris, yakni orang yang lahir dan dibesarkan di Inggris. Bukan imigran seperti kakeknya.

Kelima dia unggul sebagai kandidat di partai yang memerintah, yakni partai Konservatif. Khususnya untuk menggantikan Liz Truss sebagai pemimpin partai, sekaligus Perdana Menteri.

Bagaimana dengan Anies?

Soal warna kulit, Sri Bintang Pamungkas (SBP) telah menyerang Anies Baswedan dalam artikelnya 3 hari lalu, yang menyebar di berbagai grup WA. Arab seperti Anies Baswedan, seperti juga orang-orang China menurut SBP tidak punya hak dan moralitas politik untuk menjadi pemimpin di Indonesia. Mereka adalah manusia yang seharusnya berterimakasih kasih sudah dapat makan dan minum di negeri ini.

Pikiran seperti SBP ini memang telah berkembang sepuluh tahun lalu, ketika SBP, yang terang-terangan, dan berbagai pihak lainnya yang samar, menolak Jokowi jadi pemimpin, karena dia dianggap mereka tidak Indonesia asli.

Baca Juga:  Kepada PKS dan Demokrat, Nasdem Bebaskan Anies Pilih Cawapres

Indonesia asli memang tercantum dalam UUD 45 asli sebagai calon presiden. Namun, setelah UUD itu di amandemen, tahun 1999-2002, pernyataan Indonesia asli itu dirubah menjadi hanya Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya.

Artinya, secara legal itu tidak menjadi persoalan. Yang digugat SBP adalah soal kepantasan dan moralitas.

Baca Juga:  Mantan Wakil Ketua Timses Jokowi Pimpin DPW Anies Yogyakarta

Untuk di Inggris kejadian Sunak dapat diperkirakan sebagai berikut, pertama, memang ada “diversity” dalam masyarakat mereka saat ini, atau kedua, mereka terpaksa membutuhkan orang yang tepat dan mampu menyelamatkan perekonomian mereka dari krisis.

Atau ketiga, rakyat Inggris telah hancur lebur karena krisis begitu besar, sehingga mereka tidak mampu lagi mengontrol sirkulasi elit politik. Perkiraan ini sebenarnya merupakan analisa dari berbagai analis dalam media-media internasional. Semuanya tentu perlu didalami.

Dalam asumsi kebhinekaan (diversity) seharusnya Indonesia lebih baik dari bangsa kulit putih. Sejarah 250 tahun bangsa kulit putih menjajah dunia, diskriminasi dan kebencian rasial selalu menjadi senjata utama mereka untuk membantai manusia lainnya. Alasan Sri Bintang memojokkan Anies Baswedan secara rasialis tentunya justru kurang bermoral.

Share :

Baca Juga

Opini

Merdeka? Ternyata Indonesia Masih Terjajah

Opini

Imperialisme Berbaju Covid-19, Bangkit Melawan atau Diam Tertindas

Opini

Merengkuh Sosiologi Bencana di Tengah Bumi Nusantara

Opini

Balada Cebong, Kampret dan Kadal Gurun di Bumi Nusantara

Opini

Revitalisasi Sumpah Pemuda 1928 untuk Bela Negara

Opini

Harapan Kader Pada Muscab ke VIII PPP Kota Bekasi

Opini

Ingin Tetap Berjubah Irjenpol, Ferdy Sambo Pakai Nalar Apa?

Opini

Awas Jebakan Gerbong Kosong, AKD DPRD Kota Bekasi Harus Proposional