Home / Opini

Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:16 WIB

Rishi Sunak dan Anies Baswedan: Warna Kulit vs Ideologi

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul "Sunak’s Ascent Is a Breakthrough for Diversity, With Privilege Attached".

Memang benar bahwa boleh jadi kita akan memberikan tongkat komando menyelamatkan negara ini pada bangsa pribumi, atau akan lebih bermoral, dengan catatan memang ada pemimpin bangsa kita yang bebas korupsi.

Namun, kita harus membuka peluang Anies untuk bisa muncul sebagai pilihan yang terbaik. Jangan dibunuh karakternya sebelum bertanding. Sehingga ini memperluas pilihan yang ada.

Namun, dibanding dengan Sunak, orang biasa, Anies Baswedan memiliki warisan kejuangan dari kakeknya sebagai pendiri Negara Indonesia 77 tahun lalu. Warisan sejarah ini adalah warisan patriotisme yang mampu menjamin kecintaan Anies pada Indonesia.

Baca Juga:  Nikmatnya Jadi Siswa "KETM" di Kota Bekasi, Pasti Masuk di SMA Negeri Favorit

Moralitas yang seharusnya ditantang oleh oposite Anies adalah kemampuan Anies untuk membangun kembali negeri kita.

Sebab, pertanyaan semua negara yang dihancurkan pandemi COVID-19, perang dingin dunia barat versus Rusia/China dan badai krisis ekonomi dunia saat ini, adalah bisakan bangsa itu bangkit, bukannya bangkrut? Apakah Anies akan membawa keselamatan atau kehancuran?

Untuk menjawab ini sangat terhubung dengan kapasitas dan jejak langkah Anies itu sendiri. Dalam ukuran kapasitas, ditambah jejak pendidikan, Anies tentu jauh di atas semua kandidat yang ada.

Baca Juga:  Revitalisasi Sumpah Pemuda 1928 untuk Bela Negara

Skala pengelolaan negara, baik sebagai Menteri Diknas maupun Gubernur DKI, Anies telah melewati kerja dengan kompleksitas dan skala yang tinggi.

Gubernur Jateng, seperti Ganjar, misalnya, merupakan jabatan yang terdesentralisasi kekuasaannya, terbagi dengan walikota dan bupati disana, tidak sebesar Anies. Kapasitas dan pendidikan Anies setara dengan Sunak di Inggris itu. Meskipun, negara mereka jauh lebih besar.

Perbedaan Anies dan Sunak terletak pada ideologinya. Sunak mewakili simbol kapitalis, di mana mazhab berpikir dia mempunyai rujukan pada Adam Smith dan Margareth Thatcher, yakni Mini Government, Pajak Rendah dan Pertumbuhan Tinggi.

Sementara Anies akan lebih sosialistik alias Pancasilais, yakni membangun negara dan rakyat sekaligus, sebagaimana selama Gubernur dia membuat jargon “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”.

Share :

Baca Juga

Opini

Lima Tahun Ruang Kelas SDN Bojong Menteng VII Tak Juga Diperbaiki, Siapa Lalai?

Opini

Kado Pahit 76 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Opini

Wartawan Bebas Memilih Organisasi Pers

Opini

Gelora Bung Karno dan Polemik Gelora Anies

Opini

Akselerasi Tri Adhianto di Tengah Pusaran Politik Kota Bekasi

Opini

Balada Cebong, Kampret dan Kadal Gurun di Bumi Nusantara

Opini

Harapan Kader Pada Muscab ke VIII PPP Kota Bekasi

Bekasi Raya

Dariyanto Klaim Andi Salim Izinkan Pelaksanaan Vaksinasi Massal di DPD Golkar Kota Bekasi