Home / Opini

Rabu, 26 Oktober 2022 - 15:16 WIB

Rishi Sunak dan Anies Baswedan: Warna Kulit vs Ideologi

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul

Sebagai India, Sunak saat ini menjadi simbol kebhinekaan. The New York Times, 24/10/22 membuat berita dengan judul "Sunak’s Ascent Is a Breakthrough for Diversity, With Privilege Attached".

Idiologi Anies bertumpu pada pembangunan manusia, keadilan bersama dan demokrasi. Untuk kemenangan Sunak tersebut, kaum buruh dan sosialis di Inggris tidak menyambut gembira.

Nadia Whittome, tokoh buruh Inggris keturunan India mengingatkan kaum buruh bahwa Sunak adalah pilihan buruk buat rakyat kecil.

Menurutnya dalam Al-jazeera, 24/10, “Rishi Sunak as Prime Minister isn’t a win for Asian representation,” ..“He’s a multi-millionaire who, as chancellor, cut taxes on bank profits while overseeing the biggest drop in living standards since 1956. Black, white or Asian: if you work for a living, he is not on your side.”

Dikaitkan dengan ideologis, pemikiran Sri Bintang yang mengutamakan “presence” bukan “Essence“, perlu kita singkirkan untuk sementara waktu.

Baca Juga:  Kado Pahit 76 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sebab, Bangsa Indonesia saat ini benar-benar membutuhkan pemimpin yang dengan segenap jiwanya ingin menyelamatkan bangsa.

Jadi, Sunak dan Anies mempunyai kesamaan dalam kebutuhan suatu bangsa ketika dilanda krisis. Mereka hadir ketika krisis besar datang.

Baca Juga:  Merengkuh Sosiologi Bencana di Tengah Bumi Nusantara

Keduanya mempunyai kapasitas dan sekolah yang baik. Keduanya lahir dan besar di dalam negerinya. Bedanya Sunak besar dalam lingkungan Partai Konservatif yang pro kapitalis, sedangkan Anies Baswedan tumbuh dalam “kawah candradimuka” Pancasila yang sosialistik.

Share :

Baca Juga

Opini

Merdeka? Ternyata Indonesia Masih Terjajah

Opini

Gerakan Rakyat Menentang Firly, Save Anies Baswedan

Opini

Penahanan Dokter Louis, Handuk Putih Buat Sang Boneka?

Opini

Wahai Pemuda, Renungkanlah! Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Opini

Pendidikan Untuk Semua Kalangan di Tengah Kesenjangan

Opini

Revitalisasi Sumpah Pemuda 1928 untuk Bela Negara

Opini

Akselerasi Tri Adhianto di Tengah Pusaran Politik Kota Bekasi

Opini

Kalap Habiskan Uang Rakyat di Akhir Tahun