Home / Ekstra

Selasa, 1 November 2022 - 09:39 WIB

Dewan Pers Hanya Terima Aduan via LPE mulai Januari 2023

JAKARTA – Dewan Pers meluncurkan layanan aplikasi pengaduan berbasis elektronik guna mempermudah proses pengaduan dan kontrol terhadap karya pers.

“Kami ingin peran serta masyarakat dalam kontrol pers terus dilakukan demi produk pers lebih berkualitas. Kami juga sudah menyiapkan aplikasi pengaduan berbasis elektronik yang sederhana,” ujar Plt. Ketua Dewan Pers, M. Agung Dharmajaya, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (01/11/2022).

Ia mengatakan, hadirnya aplikasi pengaduan elektronik itu Dewan Pers menargetkan mulai Januari 2023 proses pengaduan manual dan melalui email akan dihilangkan bertahap.

“November-Desember 2022 masih bisa manual dan email, tapi Januari 2023 Dewan Pers hanya menerima pengaduan lewat LPE (Laporan Pengaduan Elektronik) yang sudah kami siapkan,” kata Agung.

Menurutnya, LPE siap merespons dengan cepat proses pengaduan yang ada sekaligus mengantisipasi situasi jelang kontestasi politik yang akan dimulai tahun depan.

Dewan Pers berharap, dengan peran serta dari publik, perusahaan media akan terus memperbaiki karya persnya agar sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan berdampak positif bagi publik.

Baca Juga:  Tangan Sering Kesemutan, Bisa jadi Gejala Carpal Tunnel Syndrome

Sementara itu, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, Yadi Hendriana menyampaikan, hingga Oktober 2022 terdapat 583 kasus pengaduan terkait karya jurnalistik yang diajukan ke Dewan Pers.

Hingga kini, sebanyak 499 kasus berhasil diselesaikan dengan mediasi.

Artinya, penyelesaian kasus sudah di atas angka 85 persen.

“Dari kasus-kasus pers yang diadukan, rata-rata terkait pelanggaran etik berupa karya pers tanpa verifikasi dan cover both side,” ujarnya.

Dewan Pers mencatat, dominasi platform yang banyak diadukan adalah media cyber atau media online hingga mencapai lebih dari 95 persen.

Baca Juga:  Bersiap Rayakan “Hari Kemenangan 9 Mei”, Rusia Intensifkan Serangan ke Ukraina

Yadi menekankan, itu menjadi sebuah catatan khusus bagi pengelola media online untuk tetap patuh dan tunduk pada Kode Etik Jurnalistik.

Apalagi, dalam pantauan Dewan Pers, umumnya redaksi media online harus mengelola lebih dari 600 artikel/konten berita dalam satu hari.

“Dengan konten yang begitu banyak di-manage, mau tidak mau masing-masing newsroom harus memperkuat kontrol berita, proses editing, dan penegakan kode etik di redaksi masing-masing,” katanya.

Data Dewan Pers pada periode Januari hingga 31 Oktober 2022, sebanyak 499 kasus pengaduan yang dimediasi berhasil diselesaikan melalui risalah (78 kasus), Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (31 kasus), Surat (331 kasus), dan Arsip (59 kasus).

Total pertemuan mediasi/klarifikasi sebanyak 104 kali. Sementara target penyelesaian tahun 2022 adalah sebanyak 90 persen kasus selesai. (*)

Share :

Baca Juga

Ekstra

Zulkah Klaim Kisruh P3SRS Grand Center Point Sudah Selesai Secara Internal

Ekstra

Revolusi Alutsista Demi Keselamatan TNI dan NKRI

Ekstra

Edan!!! Nuru Massage Alias Pijat Erotis Kini Hadir di Bekasi

Ekstra

Sejarah 10 Muharram di Antara Puasa Asyura dan Tradisi Masyarakat

Ekstra

Gejala Varian Covid-19 Omicron Muncul di Malam Hari

Ekstra

Kerap Tak Terima BST, MIO Jakbar Harap Pemerintah Perhatikan Nasib Jurnalis

Ekstra

Kolaborasi DPC GmnI Bogor dan DPP GmnI Sukses Gelar Studi Kader Bangsa Tingkat Nasional
Persija luncurkan jersey dan skuat

Ekstra

Jersey Persija Laku Keras Usai Juara Piala Presiden