Home / Opini

Kamis, 10 November 2022 - 10:14 WIB

Nasionalisme, Patriotisme dan Fosil Kepahlawanan

Seorang tentara Inggris tengah beraksi di Surabaya pada November 1945. (IWM).

Seorang tentara Inggris tengah beraksi di Surabaya pada November 1945. (IWM).

Rakyat yang memiliki kedaulatan yang sesungguhnya, seketika berubah menjadi pelayan. Sementara wakil rakyat yang seharusnya mengemban amanat, berpesta pora menikmati peran sebagai majikan.

Para petinggi negara yang menyandang pejabat dan politisi pelacur, bersama korporasi bertabiat haram jadah asyik dan orgasme memeras keringat, air mata dan darah rakyat kecil.

Bagi penyelenggara negara yang hipokrit itu, luka dan penderitaan rakyat merupakan tontonan yang menghibur mereka.

Baca Juga:  Wahai Pemuda, Renungkanlah! Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Bagai berada di kolosium yang megah, rezim dan elit partai politik dari atas kursi VIP di singgasana, menyaksikan dan menikmati pentas panggung pertarungan gladiator sesama budak yang saling meniadakan.

Begitulah kekuasaan, menampilkan perilakunya menikmati kemewahan hidup yang diperoleh dari menukar nyawa rakyatnya sendiri.

Kepahlawanan perlahan dimaknai dan dirasakan sebatas dongeng. Berupa cerita masa lalu tentang keberanian dan pengorbanan menegakan kebenaran dan keadilan.

Baca Juga:  Dariyanto Klaim Andi Salim Izinkan Pelaksanaan Vaksinasi Massal di DPD Golkar Kota Bekasi

Menjaga kesucian dan kehormatan diri, keluarga dan masyarakatnya dari tangan-tangan yang lalim, kini hanyalah kenangan yang tak mungkin kembali.

Semua kisah-kisah nyata tentang nasionalisme dan patriotisme itu, tenggelam dan terkubur sebagai sejarah belaka. Tak ada catatan yang tertinggal, tak ada pesan yang tersampaikan, tak ada semangat dan nilai yang dibanggakan.

Share :

Baca Juga

Opini

Ketua DPRD Dorong Penghapusan TKK, Politisi PKS Syaifuddaulah Tak Punya Empati dan Bikin Gaduh Kota Bekasi

Opini

Wahai Pemuda, Renungkanlah! Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Opini

Anies dan Puan, Pasangan Ideologis dan Relevan

Opini

Megawati dalam Oase Demokrasi dan Cengkraman Feodalisme

Opini

Penahanan Dokter Louis, Handuk Putih Buat Sang Boneka?

Opini

Revitalisasi Sumpah Pemuda 1928 untuk Bela Negara

Opini

Menyoal Urgensi Pelayanan Administrasi Kependudukan Transgender

Opini

“The Psychology of Money” dan Masa Depan Ekonomi Perilaku