Home / Advertorial

Selasa, 15 November 2022 - 17:48 WIB

Ini Kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Terkait Pelecehan Seksual di SDN Jatirasa III

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono (tiga dari kanan), Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Sugito (tengah), Kepala Sekolah SDN Jatirasa III, Tri Surisniati (tiga dari kiri).

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono (tiga dari kanan), Kepala Seksi Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Sugito (tengah), Kepala Sekolah SDN Jatirasa III, Tri Surisniati (tiga dari kiri).

JATI ASIH – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono sangat menyesali ulah oknum Guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) berinisial AD yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid SDN Jatirasa III Kota Bekasi yang berinisial KN (7).

Menurutnya hal tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya penempatan seorang guru yang mungkin belum sampai pada kompetensi yang dipersyaratkan.

“Kita juga patut memastikan, menginvestigasi kebenaran kasus ini, jika memang benar kasus itu terjadi maka perlu kita cari penyebabnya apa? Kita mendapatkan informasi katanya gurunya sedang ada terapi, dan ditunjuk pelaku sebagai guru sementara,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Daradjat Kardono kepada rakyatbekasi.com, Selasa (15/11/2022).

Kemudian politisi Kalimalang asal Fraksi PKS ini mendesak Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar memiliki panduan dan arahan yang jelas terkait penempatan seseorang menjadi seorang guru.

Baca Juga:  Ini Sosok Nuryadi Darmawan Legislator Kalimalang Tiga Periode dari Fraksi PDI Perjuangan

“Tentunya hal ini menjadi catatan buat kita, tentunya juga buat dinas pendidikan, bahwasanya dinas pendidikan harus memiliki sebuah arahan dan panduan yang jelas jika situasi-situasi tidak ideal dihadapi,” terangnya.

Kemudian terkait dengan kekurangan SDM guru di sejumlah sekolah, kata dia, Daradjat mengaku pihaknya sudah menyampaikan dalam beberapa forum dengan pihak Pemerintah Kota Bekasi.

“Jadi harus ada sebuah perencanaan yang matang, untuk memastikan bahwasanya dunia pendidikan kita ini akan mendapatkan sumber daya pengajar yang memang dibutuhkan. Sehingga tidak ada yang putus dalam proses pendidikan, pengajaran, atau transfer knowledgenya tidak optimal karena memang ada problem masalah dari tenaga pengajarnya,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dunia pendidikan Kota Bekasi kembali tercoreng akibat ulah oknum Guru Tenaga Kerja Kontrak (TKK) berinisial AD yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid SDN Jatirasa III Kota Bekasi yang berinisial KN (7), Senin (14/11/2022).

Baca Juga:  DPRD Kota Bekasi Setujui Anggaran BTT Khusus Pencegahan Covid-19

Menurut pengakuan SJ orang tua dari KN (7), anaknya mendapat tindakan pelecehan seksual dengan cara memasukan jari ke dalam kemaluan korban. (ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Sardi Effendi Desak PDAM Tirta Bhagasasi Segera Lunasi Rp16 Miliar Tunggakan Deviden kepada Pemkot Bekasi

Advertorial

Komisi IV Minta Disdik Kota Bekasi Sosialisasikan PPDB Secara Masif

Advertorial

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Ingin Pembenahan Potensi Wisata Budaya

Advertorial

Masuki Musim Hujan, Ketua Fraksi Demokrat Tanyakan Dugaan Pelanggaran Kota Bintang

Advertorial

Bang Choi Sebut Pemkot Bekasi Tak Fasilitasi Digitalisasi Petugas Pamor

Advertorial

DPRD Minta Pemkot Bekasi Tinjau Ulang Soal Izin Pendirian Tower BTS

Advertorial

Heri Purnomo Pastikan Tak Gentar Bela Kepentingan Masyarakat

Advertorial

Aminah: Berjuang Untuk Kesejahteraan Masyarakat Kota Bekasi