Home / Nasional

Jumat, 6 Januari 2023 - 13:51 WIB

Soal Video Pria Diduga Hakim Wahyu, PN Jaksel: Itu Framing, Tuntutan saja Belum

Ketua majelis hakim persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir J, Wahyu Iman Santoso saat menjelaskan kepada kuasa hukum lima terdakwa terkait posisi Brigadir J saat masih hidup di halaman rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2023). (Foto: tangkapan layar TV Pool)

Ketua majelis hakim persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir J, Wahyu Iman Santoso saat menjelaskan kepada kuasa hukum lima terdakwa terkait posisi Brigadir J saat masih hidup di halaman rumah dinas Ferdy Sambo, Kompleks Polri, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/1/2023). (Foto: tangkapan layar TV Pool)

JAKARTA – Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Djuyamto sebut video viral yang memperlihatkan seorang pria diduga Hakim Wahyu Imam Santoso, merupakan framing jelang sidang tuntutan dan vonis yang bakal dijatuhkan kepada Ferdy Sambo.

“Kita belum memastikan intensitas pemeriksaan, tapi ini sudah mendekati babak-babak akhir jadi apakah itu bagian dari saudara sampaikan (membocorkan vonis untuk Ferdy Sambo), ya nanti kita lihat saja,” kata Djuyamto di PN Jakarta Selatan, Jumat (06/01/2023).

Menurutnya video tersebut hanya fitnah belaka, sebab ada narasi yang menyebut Hakim Wahyu telah membocorkan vonis Sambo. Padahal, sidang belum memasuki tahapan tuntutan dari pihak jaksa.

“Ya tentu kalau di sana kan ada framing, itu ada framing ada narasi bahwa ada membocorkan itu tidak benar, ini masih pemeriksaan kok, apa yang sudah diputuskan, kan belum, tuntutan belum, dalam potongan video beliau hanya bilang normatif itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Kepala Sekolah SMAN 17 Bekasi Dilaporkan ke Kejaksaan atas Dugaan Pungli Rp1,935 Miliar

Seperti diketahui, tersebar sebuah video di media sosial yang memperlihatkan dialog antara seorang pria yang diduga Hakim Wahyu Imam Santoso dengan seorang wanita, tengah membahas terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo.

Dalam video yang dilihat rakyatbekasi.com, Rabu (04/01/2023), pria yang diduga Hakim Wahyu terlihat sedang menelpon seseorang dengan kaki yang diselonjorkan di sebuah sofa berwarna putih.

Mengenakan batik berwarna hitam, pria yang diduga Hakim Wahyu itu menutup teleponnya, kemudian berbincang dengan seorang wanita di hadapannya. Sayangnya sosok wanita tersebut tak terlihat kamera.

Dalam perbincangan, ia mengaku heran dengan keterangan Ferdy Sambo yang dinilai tak masuk akal tentang senjata yang digunakan untuk menembak Brigadir J.

Baca Juga:  Belum Lengkapi Data PSE, Kominfo Beri Google Tenggat Waktu Sebulan

Menurutnya, hakim tak membutuhkan pengakuan Ferdy Sambo dan dirinya enggan untuk menekan Sambo untuk membeberkan secara jelas kasus Brigadir J.

“Bukan, masalahnya dia enggak masuk akal banget dia nembak pakai pistol Yoshua. Tapi enggak apa-apa, sah-sah saja. Saya enggak akan pressure dia harus ngaku, saya enggak butuh pengakuan,” kata Hakim Wahyu dalam video tersebut.

“Betul, ah Mas Wahyu ngomong begitu, gak butuh pengakuan, betul, betul,” ujar seorang wanita menyahuti perkataan Hakim Wahyu.

Pria yang diduga Hakim Wahyu itu pun kembali menegaskan pernyataan ia sebelumnya. “Saya enggak butuh pengakuan. Kita bisa menilai sendiri. Silakan saja saya bilang mau buat kaya gitu. Kemarin tuh sebenernya mulut saya sudah gatel, tapi saya diemin aja,” ujar Hakim Wahyu yang sontak membuat wanita tersebut tertawa terkekeh.

Share :

Baca Juga

Nasional

PPKM Dicabut, Pengguna Kendaraan Umum Tetap Wajib Pakai Masker

Nasional

Meski Kasus COVID-19 Terkendali, PPKM Tetap Diperpanjang Selama 2 Minggu

Nasional

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mutasi Kapolres Se-Jabodetabek

Nasional

Hacker Bjorka Berulah Lagi, Kali Ini 105 Juta Data Pemilih Bocor

Nasional

Pemerintah Masih Godok Skema Alternatif Kenaikan Harga BBM

Nasional

Sah, Dedy Irsan Dilantik Jadi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya 2022-2027

Bekasi Raya

Empat Terpidana Kasus Suap Rahmat Effendi Berkumpul di Lapas Sukamiskin

Nasional

Kebocoran Data Pribadi Berulang Kali, Pakar: UU PDP dan Literasi Keamanan Digital Kian Penting