Home / Politik

Jumat, 13 Januari 2023 - 07:10 WIB

Parpol Pendatang Baru Pemilu 2024 Sepi Gagasan, Hanya Modal Sakit Hati

Parpol pendatang baru yang dominan sempalan dicurigai dibentuk hanya bermodalkan sakit hati, namun minim ide untuk mewarnai Pemilu 2024.

Parpol pendatang baru yang dominan sempalan dicurigai dibentuk hanya bermodalkan sakit hati, namun minim ide untuk mewarnai Pemilu 2024.

Partai politik (parpol) pendatang baru yang bakal meramaikan Pemilu 2024 seperti Partai Ummat maupun Partai Gelora dianggap hadir hanya dipicu sakit hati, bukan bermodalkan ide atau mengusung ideologi baru yang berbeda dengan partai induk.

Artinya, kehadiran parpol-parpol sempalan hanya untuk melanjutkan konflik internal karena berebut konstituen dengan karakter yang sama.

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajati menyebut sejumlah parpol pendatang baru yang sejatinya sempalan tidak memiliki semangat untuk memperluas konstituennya dengan bermodalkan gagasan alternatif dibanding induknya.

Baca Juga:  Cegah Perilaku Korup, 27 Ribu Bacaleg PDI Perjuangan Wajib Sekolah Antikorupsi

Misalnya Partai Ummat dengan Partai Amanat Nasional (PAN) serta Partai Gelora dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), nantinya bakal berebut pengaruh pada akar rumput yang sama.

“Jadi kalau ada partai baru yang ideologinya sama tapi konstituennya tidak nambah, nah itu kan berarti pertarungannya sebenarnya internal di antara mereka sendiri,” kata Mada dalam diskusi bertajuk “Pojok Bulaksumur” yang digelar di UGM, Yogyakarta, Kamis (12/01/2023).

Situasi ini mengakibatkan tidak ada perubahan perilaku pemilih. Contoh lainnya, pendukung nasionalis bakal beralih ke partai dengan parpol dengan platform serupa, begitu pula pemilih partai agamis cenderung memilih parpol dengan nafas yang tak berbeda.

Baca Juga:  Politisi PKS Ini Sebut DPRD Kota Bekasi Kooperatif Dengan KPK Usut Tuntas Kasus Suap

Misalnya pemilih Gerindra kalau enggan memilih maka beralih ke PDI Perjuangan, atau sebaliknya.

Pemilih PPP juga bakal beralih ke PKB atau situasi sebaliknya.

“Ideologi mereka kan tidak terlalu banyak berbeda dengan (partai) induknya,” kata dia.

“Sakit hati, tidak dapat jawaban, lempar-lemparan kursi di partai, dan seterusnya. Jadi simpel sekali, partai-partai baru di Indonesia ini lahir,” tutupnya. (mar)

Share :

Baca Juga

Politik

Hasnaeni ‘Wanita Emas’ Cabut Tuduhan Tindak Asusila Ketua KPU Hasyim Asy’ari

Bekasi Raya

Desak Ketua Dewan Dicopot, Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Bekasi

Politik

Suara Pemilih Jokowi Jadi Kunci Kemenangan Pemilu Presiden 2024

Bekasi Raya

Vaksinasi Gratis Massal Golkar Kota Bekasi Tembus 3000 Peserta

Politik

Gelar Bedah Daerah Pemilihan, Ini Jumlah Perolehan Kursi yang Ditargetkan PPP

Politik

Sambangi Surya Paloh, Puan Maharani Ingin Maju Pilpres 2024

Opini

Astrid Laena: Ade Puspitasari Sah Sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi 2020-2025

Politik

12 Parpol Pilih Rancangan 5 Daerah Pemilihan dalam Uji Publik KPU Kota Bekasi, Tiga Parpol Abstain