72 Tahun GMNI: Awas Aktivis Terjebak Pragmatisme Penguasa!

- Jurnalis

Senin, 23 Maret 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • ​GMNI memperingati Dies Natalis ke-72 pada 23 Maret 2026 sebagai momentum refleksi kritis ideologi Marhaenisme.
  • ​Ketua DPC GMNI Jakarta Timur peringatkan seluruh kader agar tidak melacurkan idealisme di tengah masifnya arus kapitalisme dan pragmatisme.
  • ​Empat poin maklumat dirilis untuk memastikan gerakan mahasiswa tetap tajam mengawal demokrasi dan mengkritisi kebijakan anti-rakyat.

​Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi menginjak usia ke-72 tahun pada Senin (23/03/2026). Di tengah carut-marutnya kondisi demokrasi dan masifnya arus kapitalisme, peringatan Dies Natalis ini menjadi tamparan keras bagi para aktivis yang mulai luntur idealismenya.

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menyerukan seluruh kader untuk kembali ke garis perjuangan Marhaenisme dan menolak tunduk pada kenyamanan pragmatisme.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Dies Natalis ke-72 GMNI Menjadi Momentum Kritis bagi Mahasiswa?

​Peringatan usia 72 tahun ini bukan sekadar ajang tiup lilin atau perayaan seremonial belaka, melainkan teguran keras bagi arah pergerakan yang kerap goyah di persimpangan jalan.

Para aktivis kini diuji untuk menyeimbangkan antara tuntutan realistis dunia modern dengan napas idealisme pergerakan.

​”GMNI lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa, sebagai alat revolusi yang berakar pada ajaran Marhaenisme yaitu sebuah ideologi yang berpihak pada rakyat kecil, kaum tertindas, dan seluruh elemen yang dimarjinalkan oleh sistem yang tidak adil,” kata Jansen Henry Kurniawan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Senin (23/03/2026).

​Fusi tiga organisasi mahasiswa pada 23 Maret 1954 silam telah menciptakan fondasi yang tak lekang oleh zaman.

Jansen memaparkan bahwa ketahanan ideologi GMNI telah teruji dari berbagai rongrongan ekstrem, mulai dari represi rezim Orde Baru hingga upaya depolitisasi kampus yang terus terjadi hingga era pasca-reformasi.

​Apa Tantangan Terbesar Gerakan Mahasiswa di Era Kapitalisme Modern?

​Ancaman paling mematikan bagi generasi muda saat ini adalah pola pikir pragmatis yang dengan cepat menggerus nilai-nilai idealisme kebangsaan.

Arus globalisasi dan kapitalisme yang makin brutal sukses membuat sebagian aktivis terlena dan menjauh dari rakyat.

​Ketimpangan sosial-ekonomi yang masih menganga lebar, ditambah praktik kekuasaan yang kerap abai terhadap nasib kaum pinggiran, menempatkan kader GMNI pada ujian berat.

Mereka memikul tanggung jawab historis yang besar agar tidak menjadi sekadar “stempel” penguasa, melainkan tetap menjadi oposisi jalanan yang membela kaum Marhaen.

​Bagaimana 4 Poin Sikap Tegas GMNI Merespons Pragmatisme Rezim?

​Untuk mencegah kader larut dalam pragmatisme murahan maupun terjebak dalam romantisme sejarah buta, DPC GMNI merumuskan empat pedoman sikap. Maklumat ini wajib menjadi pegangan agar pergerakan tetap progresif dan adaptif.

​Berikut adalah empat poin sikap tegas GMNI di usia ke-72:

  • Meneguhkan Marhaenisme: Kembali menjadikan ideologi ini sebagai pisau analisis mutlak dalam memecahkan persoalan rakyat kecil.
  • Mengawal Demokrasi: Berdiri di garda terdepan untuk menjaga keadilan sosial dan berani mengkritik habis-habisan setiap kebijakan penguasa yang menindas rakyat.
  • Membangun Kader Progresif-Revolusioner: Mencetak intelektual muda yang memiliki ketajaman analisis serta keberpihakan ideologis yang tidak bisa dibeli.
  • Menjadi Pelopor Zaman: Tampil sebagai motor gerakan pemuda yang relevan dengan modernisasi tanpa sedikit pun kehilangan jati diri bangsa.

​Momentum 72 tahun ini harus menjadi pelecut semangat kader GMNI untuk tetap menjadi elang rajawali di masa pancaroba, seperti yang pernah dipekikkan oleh proklamator Bung Karno.

Jangan sampai pisau analisis pergerakan menjadi tumpul hanya karena iming-iming kenyamanan sesaat dari meja kekuasaan.

​Bagaimana pandangan Anda tentang peran mahasiswa dan aktivis saat ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini untuk menyuarakan kembali semangat pergerakan! Baca juga liputan kritis seputar politik, pemerintahan, dan layanan publik lainnya hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru Skandal KSO PT Migas, Kejagung Periksa Tiga Direksi BUMD dan Pejabat Pemkot Bekasi
Mengejutkan! Suara Mengguntur dari Gontor, Sindir Pejabat ‘Cari Muka’ Langsung di Depan Presiden Prabowo
Desak Kemenag Tarik Majalah MPA dan Minta Maaf Terbuka, DPP GMNI Tegaskan Bukan Underbow PKI
Kritik Keras IPPS: Ulah Arogan Seskab Teddy Indra Wijaya Usir Pejabat LRT Coreng Marwah Presiden
Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!
OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Uang Rp106 Miliar Disita, Dirut Summarecon dan Pejabat BPN Bogor Jadi Tersangka
Skandal HGB Summarecon: KPK Jebloskan 8 Tersangka ke Tahanan, Ada Pejabat BPN hingga Elit Golkar!
Lawan Ketimpangan Tanah! DPP GMNI Buka Petisi Publik Desak Pengesahan RUU Reforma Agraria
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:47 WIB

Babak Baru Skandal KSO PT Migas, Kejagung Periksa Tiga Direksi BUMD dan Pejabat Pemkot Bekasi

Senin, 21 September 2026 - 09:03 WIB

Mengejutkan! Suara Mengguntur dari Gontor, Sindir Pejabat ‘Cari Muka’ Langsung di Depan Presiden Prabowo

Sabtu, 19 September 2026 - 13:02 WIB

Desak Kemenag Tarik Majalah MPA dan Minta Maaf Terbuka, DPP GMNI Tegaskan Bukan Underbow PKI

Sabtu, 19 September 2026 - 12:40 WIB

Kritik Keras IPPS: Ulah Arogan Seskab Teddy Indra Wijaya Usir Pejabat LRT Coreng Marwah Presiden

Rabu, 16 September 2026 - 05:06 WIB

Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x