Alim Ulama dan Ormas Tolak Maklumat Maksiat, Pj Wali Kota Bekasi Jangan Sembarangan Bikin Kebijakan

- Jurnalis

Sabtu, 9 Maret 2024 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah aliansi ormas, Alim ulama dan tokoh masyarakat Kota Bekasi menolak keras Surat Edaran yang keluarkan oleh Pemkot Bekasi beromor: 500.13/424-Disparbud Par tentang tata tertib pelaku usaha jasa kepariwisataan dan hiburan umum selama bulan suci ramadhan 1445 Hijriah.

Sejumlah aliansi ormas, Alim ulama dan tokoh masyarakat Kota Bekasi menolak keras Surat Edaran yang keluarkan oleh Pemkot Bekasi beromor: 500.13/424-Disparbud Par tentang tata tertib pelaku usaha jasa kepariwisataan dan hiburan umum selama bulan suci ramadhan 1445 Hijriah.

KOTA BEKASI – Sejumlah aliansi ormas, Alim ulama dan tokoh masyarakat Kota Bekasi menolak keras Surat Edaran yang keluarkan oleh Pemkot Bekasi beromor: 500.13/424-Disparbud Par tentang tata tertib pelaku usaha jasa kepariwisataan dan hiburan umum selama bulan suci ramadhan 1445 hijriah.

Surat edaran ini menindaklanjuti Maklumat Bersama Wali Kota Bekasi, Kapolresta Bekasi Kota dan Dandim 0507/Bekasi Nomor 400.9/1314/SETDA.Kessos, Nomor B/395/l/2024, dan Nomor B/214/11/2024 serta dalam rangka menyambut dan mengisi amaliah bulan suci Ramadhan 1445 H.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun isi dari surat edaran itu sebanyak 4 poin, di antaranya:

  1. Untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di
    Kota Bekasi, agar senantiasa menjaga suasana kondusif dan menghormati warga
    masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa;
  2. Operasional usaha hiburan umum dibatasi dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Klab Malam, Karaoke Eksekutif, Musik Hidup dan Pub waktu operasional mulai pukul 21.00 s.d 02.00 WIB;
    • Karaoke Keluarga dan Bilyard waktu operasional mulai pukul 15.00 s.d 24.00 WIB;
    • Panti pijat, Panti Mandi Uap/Sauna/Spa waktu operasional mulai pukul 21.00 s.d 24.00 WIB.
  3. Rumah makan/ restoran/ warung nasi/ warung makan yang menyediakan makanan/minuman bagi yang tidak berpuasa agar tidak terlihat dari pandangan umum;
  4. Apabila tidak mentaati Surat Edaran ini, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Baca Juga:  Kota Bekasi Bebaskan Maksiat di Bulan Ramadhan, Habib Alwi Tolak Maklumat

Dari 4 poin ini, aliansi ormas, Alim ulama dan tokoh masyarakat Kota Bekasi menolak keras poin nomor 2 yang dinilai bahwa Pemkot Bekasi tidak serius dalam melakukan penutupan jam operasional usaha hiburan umum selama bulan suci Ramadhan 1445 H.

Aliansi ormas, Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat Kota Bekasi meminta Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad untuk mencabut surat edaran tersebut.

“Ini sangat menyakitkan hati umat Islam di Kota Bekasi. Apabila ini nanti buka juga, kita akan berhadapan,” tegas tokoh alim ulama kharismatik, KH Abdul Hadi usai koordinasi lintas alim ulama dan ormas di Kota Bekasi.

Baca Juga:  Polemik Pj Wali Kota Bekasi, Isu Mutasi Pejabat Eselon II Sarat dengan Kepentingan?

Menurut dia, sejak masa kepemimpinan Wali Kota Bekasi sebelum-sebelumnya, baru kali ini hiburan malam dibuka saat bulan Ramadhan.

Kebijakan ini, katanya, membuat tokoh ulama dan aliansi ormas bereaksi dan menolak kebijakan tersebut.

“Kalau toleransi masalah agama itu biasa lah, tapi kalau toleransi terhadap kemaksiatan apalagi di Bulan Suci Ramadhan nggak ada cerita. Kalau Pj tidak merubah, mencabut, dan sebagainya, saya pastikan Kota Bekasi akan dibuat lumpuh. Bekasi orangnya baik, tapi kalau berbuat seperti ini, baik baik saja,” tegas tokoh ulama dari Pekayon Jaya ini.

Baca Juga:  Terkait Isu Mutasi/Rotasi Pj Wali Kota Bekasi, Ketua Aliansi Ormas Bilang Begini

Sementara itu, Ketua Aliansi Ormas se-Kota Bekasi, Anwar Sadat menegaskan agar Pj Wali Kota Bekasi tidak sembarangan dalam membuat kebijakan.

“Seharusnya  Pj Wali Kota Bekasi dapat melihat kultur yang ada di Kota Bekasi dan membuat kebijakan yang tepat,” tutur pria yang akrab disapa H Sadat ini.

Pj Wali Kota juga sebaiknya bisa membuka diri dan berkomunikasi dengan para tokoh agama dan ormas di Kota Bekasi.

Sehingga, tidak membuat kebijakan yang bertentangan dengan kultur masyarakat Kota Patriot ini.

“Jangan terlalu eksklusif dan susah diajak ketemu dan komunikasi,” pungkasnya.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Berita Terkait

9.962 Siswa Terancam Putus Sekolah, PPDB Online Kota Bekasi Dinilai Gagal
Pasca Uu Undur Diri, BKPSDM Belum Tentukan Siapa Plh Kadisdik
Kunker ke Kota Bekasi, Pj Bey Wanti-wanti Jeratan Judi Online dan Pinjol
Hasil Mutasi Pj Gani Tempatkan Pasangan Suami-Istri di Bapenda Kota Bekasi
Buka MPLS Perdana di SMAN 5 Kota Bekasi, Ini Pesan Pj Gubernur Jabar kepada Stakeholder
Pj Bey Buka MPLS Perdana se-Jawa Barat di SMAN 5 Kota Bekasi
Rapat Ilegal ala Politisi Kalimalang Demi Amankan ‘Titipan’ PPDB Online 2024
Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2024, Polisi Temui Masih Banyak Pelanggar

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 11:39 WIB

9.962 Siswa Terancam Putus Sekolah, PPDB Online Kota Bekasi Dinilai Gagal

Selasa, 16 Juli 2024 - 10:03 WIB

Pasca Uu Undur Diri, BKPSDM Belum Tentukan Siapa Plh Kadisdik

Senin, 15 Juli 2024 - 21:19 WIB

Kunker ke Kota Bekasi, Pj Bey Wanti-wanti Jeratan Judi Online dan Pinjol

Senin, 15 Juli 2024 - 19:53 WIB

Hasil Mutasi Pj Gani Tempatkan Pasangan Suami-Istri di Bapenda Kota Bekasi

Senin, 15 Juli 2024 - 16:06 WIB

Buka MPLS Perdana di SMAN 5 Kota Bekasi, Ini Pesan Pj Gubernur Jabar kepada Stakeholder

Berita Terbaru

Pilkada 2024

Bawaslu Klaim Belum Temukan ‘Joki Pantarlih’ di Kota Bekasi

Selasa, 16 Jul 2024 - 15:01 WIB