114 Sekolah Terdampak, Disdik Kota Bekasi Usulkan Anggaran Rp 23 Miliar untuk Pemulihan Sarpras Pendidikan Pascabanjir

- Jurnalis

Selasa, 11 Maret 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan banjir di Kota Bekasi via udara, Selasa (04/03/2025).

Penampakan banjir di Kota Bekasi via udara, Selasa (04/03/2025).

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengungkapkan bahwa diperlukan anggaran sebesar Rp 23 miliar lebih untuk mengganti kerusakan alat-alat sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di wilayah Kota Bekasi.

Kerusakan ini terjadi akibat banjir besar yang melanda pada Senin (03/03/2025) lalu, yang merupakan imbas dari kiriman air dari wilayah Bogor.

Menurut laporan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 114 satuan pendidikan terdampak bencana ini, termasuk Taman Kanak-Kanak (TK), Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dari Dinas Pendidikan sudah menyampaikan proposal ke Pemerintah Pusat terkait bantuan penanganan pascabanjir. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi melalui APBN,” ungkap Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Warsim Suryana, dalam keterangannya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD HUT Kota Bekasi ke-28 di Gedung DPRD Kota Bekasi pada Senin (10/03/2025).

Kerusakan Sarpras Pendidikan

Warsim menjelaskan bahwa beberapa sarpras pendidikan yang mengalami kerusakan meliputi komputer, laptop, alat fingerprint, buku-buku, hingga perabot seperti kursi dan meja.

Menurutnya, meski bangunan sekolah rata-rata tidak terdampak secara struktural, peralatan yang berada di lantai satu mengalami kerusakan parah akibat terendam air.

“Bangunan sekolah umumnya tidak berdampak, tetapi barang-barang seperti buku, kursi, komputer, dan lainnya yang berada di lantai satu itu rusak akibat terendam banjir,” jelas Warsim.

Ia juga menambahkan bahwa usulan penganggaran bantuan saat ini masih dalam tahap pengajuan dan menunggu persetujuan dari pemerintah pusat. Kerusakan yang dicatat juga belum termasuk kerugian lanjutan di tingkat SMA yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Rincian Sekolah Terdampak

Secara rinci, sebanyak 114 satuan pendidikan yang terdampak terdiri dari:

  • TK/Paud: 58 sekolah,
  • SD: 49 sekolah,
  • SMP: 16 sekolah,
  • SMA: 3 sekolah.

“Kami sudah menyampaikan data kerugian ini dan saat ini sifatnya masih menunggu. Semoga bantuan operasional yang kita butuhkan dapat segera terealisasi,” tambah Warsim.

Dukungan dari DPRD Kota Bekasi

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Gerindra Demokrat, Misbahudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat terkait usulan bantuan anggaran untuk pemulihan sarpras pendidikan di Kota Bekasi.

“Kita sudah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi dan di pusat. Mudah-mudahan, insyaallah dalam minggu ini mereka akan turun langsung untuk menindaklanjuti usulan ini,” ungkap Misbahudin.

Ia juga memaparkan bahwa kebutuhan anggaran diperkirakan cukup besar, terutama untuk jenjang SD yang diproyeksikan membutuhkan Rp 20–30 miliar, sedangkan kebutuhan untuk SMP akan menyesuaikan berdasarkan hasil pendataan.

Harapan untuk Pemulihan Cepat

Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD berharap agar proses pengajuan bantuan dapat berjalan lancar sehingga kerusakan sarpras pendidikan di Kota Bekasi dapat segera diperbaiki.

Dengan perbaikan ini, diharapkan kegiatan belajar-mengajar dapat kembali normal, dan para siswa tidak lagi terganggu oleh dampak bencana yang terjadi.

“Semoga seluruh proses ini dapat berjalan lancar dan bantuan segera terealisasi. Kita ingin memastikan para siswa dan guru dapat belajar dan mengajar dengan nyaman,” tutup Misbahudin.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai
​Layani 2.000 Komuter Tanpa Atap, Halte Transjakarta B41 Jatiasih Akhirnya Dibangun Oktober Ini via CSR Bank BJB
Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x