Gajinya Dibayar Telat dan Dicicil dalam 4 Bulan Terakhir, Ratusan Sekuriti Pakuwon Mall Bekasi Bakal Mogok Kerja

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekuriti Pakuwon Mall Bekasi.

Sekuriti Pakuwon Mall Bekasi.

Lebih dari 150 sekuriti yang bertugas di Pakuwon Mall Bekasi mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji selama empat bulan terakhir, sejak Januari 2025.

Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat sebagian besar dari mereka bergantung sepenuhnya pada penghasilan sebagai tenaga keamanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Para petugas keamanan ini bekerja di bawah naungan perusahaan outsourcing PT Security Phisik Dinamika (PT SPD) yang beralamat di Jalan Margasatwa, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang sekuriti yang enggan disebutkan namanya membenarkan situasi sulit yang ia dan rekan-rekannya alami.

“Iya benar, saya juga merasakan keterlambatan gaji selama empat bulan ini, bahkan sebelumnya gaji kami diberikan secara cicilan. Hal ini jelas menyulitkan saya dan teman-teman,” ujar sekuriti tersebut seperti dilansir inijabar, Rabu (16/04/2025).

Sekuriti tersebut mengungkapkan bahwa ia telah bekerja di Pakuwon Mall Bekasi sejak tahun 2024, bahkan sebelum mall tersebut resmi dibuka.

Namun, sejak Januari 2025, pembayaran gaji tidak hanya terlambat, tetapi juga dilakukan dengan sistem cicilan hingga tiga kali transfer dalam sebulan.

“Awalnya, saya tidak mengalami masalah gaji. Semua lancar-lancar saja. Tapi belakangan, gaji kami selalu terlambat, bahkan tidak sesuai tanggal yang dijanjikan,” keluhnya.

Para sekuriti juga telah mencoba berbagai cara untuk mendapatkan kejelasan terkait keterlambatan gaji ini.

Mereka menghubungi pihak vendor PT SPD melalui pesan WhatsApp, namun tanggapan yang diterima justru mengecewakan.

“Saya pernah menanyakan hal ini ke vendor, tapi tanggapannya tidak memberikan solusi. Saya bertanya kenapa gaji belum dibayarkan, mereka hanya bilang tidak ada uang. Bahkan, saya diberi jawaban seperti ‘apa yang mau ditransfer kalau uangnya memang tidak ada’,” keluhnya.

Keterlambatan pembayaran gaji ini memberikan dampak yang serius bagi kehidupan ratusan sekuriti.

Banyak dari mereka menghadapi kesulitan finansial, mulai dari tunggakan sewa rumah, kebutuhan sehari-hari, hingga masalah pemenuhan kebutuhan keluarga. Beberapa di antaranya bahkan kehilangan tempat tinggal karena tidak mampu membayar kontrakan.

“Saya sendiri punya tunggakan yang belum bisa dibayar. Rumah saya masih ngontrak, dan saya punya keluarga yang harus diberi makan. Teman-teman saya juga menghadapi hal serupa. Ada yang sampai diusir dari kontrakan, bahkan ada yang pernah sehari tidak makan nasi,” ujar sekuriti tersebut dengan nada sedih.

Pada Maret 2025 lalu, para sekuriti sempat melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut hak mereka.

Namun, hingga kini belum ada solusi yang diberikan oleh pihak vendor. Kekecewaan terus membesar, dan mereka mulai mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih tegas, termasuk mogok kerja dan pengaduan resmi ke Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi .

“Kami pernah demo ke vendor bulan Maret lalu, tapi mereka tetap tidak memberikan kejelasan atau solusi apa pun. Jika kondisi ini terus berlangsung, kami berencana mogok kerja dan mengadukan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja,” jelasnya.

Dari penelusuran yang dilakukan melalui Google Review, perusahaan PT SPD memiliki rating rendah , yaitu 2,7 bintang , dengan berbagai keluhan serupa dari karyawan sebelumnya. Beberapa komentar menyebutkan bahwa perusahaan ini sering terlambat membayar gaji, menunggak BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, hingga menahan ijazah karyawan.

“Jangan mau kerja di sini, gajinya telat terus. Bisa-bisa mati kelaparan ngarepin gaji di sini. Udah gitu BPJS kesehatan nggak dibayar, BPJS ketenagakerjaan nunggak, dan ijazah ditahan. Kalau habis kontrak harus nebus 5 juta!” tulis salah satu ulasan dari akun bernama Lianti Kintan.

Para sekuriti berharap agar pihak manajemen Pakuwon Mall Bekasi turun tangan untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini.

Mereka menginginkan kejelasan dan solusi konkret agar dapat kembali fokus menjalankan tugas mereka.

Tanpa langkah yang nyata dari pihak terkait, permasalahan ini diprediksi akan semakin memicu ketidakpuasan dan tindakan lebih lanjut dari ratusan sekuriti.

“Kami hanya ingin mendapatkan hak kami, yaitu gaji yang menjadi sumber penghidupan. Kami berharap manajemen Pakuwon Mall bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Jika tidak ada solusi, kami tidak akan ragu mengambil langkah mogok kerja atau mengajukan kasus ini secara resmi,” tutup salah seorang petugas keamanan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:20 WIB

Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi

Berita Terbaru

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x