Pasca Temuan 321 Kasus Baru, Dinkes Bekasi Serukan Perang Melawan Stigma HIV

- Jurnalis

Minggu, 14 September 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pita Merah HIV.

Pita Merah HIV.

Masyarakat diimbau proaktif melakukan tes HIV dan tidak mendiskriminasi Orang dengan HIV (ODHIV) untuk mencapai target “3 Zero” pada 2030.

​BEKASI – Menindaklanjuti temuan 321 kasus baru HIV hingga Juli 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk memerangi stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Dinkes juga mendorong warga untuk proaktif melakukan deteksi dini melalui tes HIV secara berkala.

​Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas data yang menunjukkan masih tingginya angka penularan, yang salah satunya disebabkan oleh keengganan memeriksakan diri akibat takut akan pandangan negatif dari lingkungan sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​“Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya”

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, menekankan bahwa diskriminasi terhadap ODHIV adalah penghalang utama dalam program penanggulangan HIV.

“Pesan utamanya jelas: Jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Masyarakat harus memahami untuk menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan penularan virus HIV, bukan malah mengucilkan penderitanya,” tegas Vevie kepada jurnalis rakyatbekasi.com melalui keterangannya, Minggu (14/09/2025).

​Menurutnya, stigma negatif membuat banyak orang yang berisiko menjadi enggan mengakses layanan kesehatan, sehingga potensi penularan terus meluas tanpa terdeteksi.

​Pentingnya Deteksi Dini dan Akses Pengobatan

​Vevie mendorong siapa pun yang merasa pernah melakukan aktivitas berisiko untuk segera memeriksakan status kesehatannya di layanan Konseling dan Tes (KT) HIV yang telah tersedia di Kota Bekasi.

​”Upaya deteksi dini ini sangat penting. Tujuannya agar kita bersama-sama dapat menghilangkan stigma dan diskriminasi. Jika ODHIV merasa diterima, mereka tidak akan enggan mengakses pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” ujarnya.

​Ia menambahkan, dengan pengobatan yang tepat melalui terapi Antiretroviral (ARV) secara rutin, ODHIV dapat hidup sehat dan produktif. Virus di dalam tubuhnya dapat ditekan hingga tidak terdeteksi, sehingga risiko penularan menjadi sangat kecil.

​Menuju Target “3 Zero” HIV pada 2030

​Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya mencapai target Nasional “3 Zero Program HIV” pada tahun 2030. Vevie menjelaskan bahwa tujuan ini hanya bisa terwujud dengan peran aktif semua pihak.

​”Target 3 Zero adalah cita-cita kita bersama, yaitu: (1) tidak ada lagi kasus HIV baru, (2) tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan (3) tidak ada lagi stigma dan diskriminasi. Ini membutuhkan kerja sama dari pemerintah hingga lapisan masyarakat terkecil,” sambungnya.

​Untuk mendukung program ini, Dinkes Kota Bekasi secara rutin melaksanakan sosialisasi dan promosi kesehatan mengenai edukasi HIV untuk menekan faktor risiko penularan.

​Perluasan Layanan HIV di 28 Fasyankes

​Sebagai langkah konkret untuk mempermudah akses warga, Dinkes Kota Bekasi telah memperluas layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) HIV.

​”Saat ini telah tersedia 28 fasyankes yang memberikan layanan pengobatan HIV di Kota Bekasi, termasuk puskesmas dan rumah sakit. Perluasan ini krusial agar setiap kasus baru yang ditemukan dapat segera ditangani, sehingga potensi penularan di Kota Bekasi dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak
Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu
Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?
Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas
Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x