- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dijadwalkan mulai berkantor di tingkat RW pada Januari 2027.
- KADIN Kota Bekasi mendukung penuh langkah ini guna mengoptimalkan potensi UMKM dan ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.
- Program Lingkar Keren dengan alokasi Rp100 juta per RW diharapkan menjadi stimulus nyata bagi kebangkitan usaha warga.
RENCANA WALI KOTA BEKASI TRI ADHIANTO untuk mulai berkantor di lingkungan Rukun Warga (RW) pada Januari 2027 mendapat respons positif dari dunia usaha.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi menilai langkah Pemkot Bekasi ini krusial guna mempercepat pemerataan pembangunan dan menghidupkan ekosistem ekonomi kerakyatan secara langsung.
Momentum Kebangkitan Ekonomi: Alasan KADIN Dukung Langkah Wali Kota Bekasi
Menurut Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, kehadiran kepala daerah secara langsung di tengah warga memberikan ruang evaluasi yang nyata terhadap kondisi riil pembangunan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendekatan ini menjadi peluang emas untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi potensi bisnis mikro di pelosok pemukiman.
Mengapa Wali Kota Bekasi Harus Berkantor di Lingkungan RW?
Turun langsungnya kepala daerah akan memangkas birokrasi dan memetakan langsung masalah di tingkat akar rumput.
Dengan melihat realita di lapangan, pemerintah dapat mengetahui denyut nadi pergerakan ekonomi para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.
“Kami mendukung penuh Wali Kota berkantor di RW. Pemerintah harus melihat langsung potensi dan persoalan di lingkungan, sebab di sanalah banyak UMKM dan usaha kecil berjuang untuk tumbuh,” kata Qadar Ruslan Siregar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (21/09/2026).
Apa Dampak Program Lingkar Keren Rp100 Juta bagi Ekonomi Warga?
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Program Lingkar Keren dengan alokasi dana Rp100 juta per RW wajib membawa hasil nyata.
Kucuran dana dari Pemkot Bekasi tersebut ditargetkan tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur fisik, melainkan harus diputar untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.
“Rp100 juta per RW melalui Lingkar Keren harus bisa menjadi pemantik ekonomi lokal, KADIN mendorong agar pemberdayaan UMKM, pemanfaatan produk lokal, dan keterlibatan pelaku usaha menjadi bagian dari ekosistem pembangunan. Uang pembangunan harus memberi manfaat sebesar mungkin bagi warga dan menggerakkan usaha di wilayahnya,” katanya.
Bagaimana Sinergi KADIN dan Pemkot Bekasi ke Depannya?
KADIN Kota Bekasi berkomitmen siap menjalin sinergi yang lebih erat dengan Pemkot Bekasi. Harapannya, pembangunan fisik yang sedang digencarkan dapat berbanding lurus dengan pembukaan lapangan kerja baru serta perluasan kesempatan usaha bagi warga lokal.
Pria yang akrab disapa QRS ini menambahkan komitmennya untuk dunia usaha, “Jangan sampai lingkungan sudah dibangun, tetapi ekonomi warganya tetap jalan di tempat. KADIN siap bersinergi agar pemerataan pembangunan juga berarti pemerataan kesempatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, Tri Adhianto secara resmi menyampaikan rencananya untuk berkantor di tingkat RW mulai awal Januari 2027.
Melalui agenda blusukan gaya baru ini, ia menargetkan interaksi langsung dengan masyarakat dan pengurus RT/RW, mengevaluasi serapan anggaran Lingkar Keren, serta memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan Pemkot Bekasi berjalan tepat sasaran sesuai skala prioritas warga setempat.
Baca berita menarik lainnya seputar ekonomi lokal dan kebijakan Pemkot Bekasi di RakyatBekasi.Com. Jangan sampai Anda tertinggal informasi terbaru, mari bergabung dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update setiap hari!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















