- Dinas Kesehatan mencatat 20.397 kasus ISPA di Kota Bekasi pada periode Agustus 2026.
- Lonjakan signifikan ini dipicu oleh cuaca ekstrem selama transisi musim kemarau menuju pancaroba.
- Anak-anak usia sekolah dan kelompok lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun menjadi sasaran paling rentan terpapar.
- Pemkot Bekasi menggencarkan skrining kesehatan gratis dan pembagian masker di seluruh Puskesmas.
DINAS KESEHATAN (DINKES) KOTA BEKASI melaporkan lonjakan drastis penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menembus angka 20.397 kasus pada Agustus 2026.
Peningkatan tajam di berbagai fasilitas kesehatan tingkat Puskesmas milik Pemkot Bekasi ini dipicu oleh memburuknya kualitas udara selama fase transisi musim kemarau menuju pancaroba. Kondisi ini secara langsung menambah tekanan pada saluran pernapasan masyarakat.
Lonjakan Tajam Kasus ISPA Kota Bekasi Sepanjang 2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren penyakit saluran pernapasan di Kota Bekasi terus menunjukkan grafik fluktuatif sepanjang tahun ini. Cuaca transisi yang tak menentu menuntut warga untuk ekstra waspada dalam menjaga imunitas.
”Secara umum terjadi peningkatan pada Kasus ISPA di Kota Bekasi. Lantaran Kasus ISPA pada awal tahun terlaporkan mencapai 12.600 Kasus. Kemudian, sempat menurun di pertengahan tahun, dimana sebelumnya pada bulan Juli sebanyak 13.000 Kasus, hingga kembali naik seiring kemarau dan pancaroba,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (24/09/2026).
Mengapa Anak-anak dan Lansia Sangat Rentan Terkena ISPA?
Berdasarkan hasil skrining pada Agustus hingga September 2026, pasien usia anak mendominasi temuan di lapangan.
Hal ini terjadi karena daya tahan tubuh anak yang masih berkembang, sehingga penularan di lingkungan padat seperti sekolah maupun tempat penitipan anak menjadi sangat cepat.
”Dengan gejala yang diterima meliputi batuk, pilek dan demam,” tuturnya.
Selain anak-anak, dampak serius penyakit ini juga menyasar kelompok usia lanjut (lansia) di atas usia 60 tahun ke atas.
”Lantaran mereka adalah kategori usia berisiko tinggi. Karena sistem imun menurun, dan rentan terpapar meski jumlah kasus tercatat tidak banyak. Tetapi, perlu pengawasan khusus karena komplikasi lebih mudah terjadi,” jelasnya.
Apa Langkah Pemkot Bekasi Tangani Penyebaran ISPA?
Menghadapi lonjakan ini, Dinkes Kota Bekasi telah merumuskan sejumlah langkah strategis. Tujuannya tidak sekadar mengobati, melainkan meminimalisir penyebaran infeksi dari hulu ke hilir.
”Dimana turut melakukan penyuluhan kesehatan, melalui penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Etika berbatik dan lain-lain,” sambungnya.
Tindakan preventif lainnya mencakup pelaksanaan skrining kesehatan ISPA yang digelar bersamaan dengan program Cek Kesehatan Gratis.
Puskesmas setempat juga aktif mendistribusikan masker kepada para pengunjung sebagai benteng awal pencegahan.
”Kami terus berkomitmen untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berjenjang terhadap kepatuhan petugas pada pelaksanaan tatalaksana ISPA sesuai SOP. Sekaligus pembinaan dan pengawasan kesehatan lingkungan sebagai salah satu cara pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan,” tambahnya.
Masyarakat juga didorong untuk memperkuat kekebalan tubuh dengan asupan gizi yang baik dan menghentikan kebiasaan merokok di ruang publik.
”Sekaligus mengawasi lingkungan untuk mengurangi risiko ISPA, seperti mengurangi polusi udara dan meningkatkan sanitasi yang lebih baik,” paparnya.
Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk terus menjaga pola makan yang bergizi serta membiasakan cuci tangan secara teratur.
Tetap waspada terhadap ancaman penyakit di musim pancaroba dengan selalu menjaga kebersihan diri dan kelestarian lingkungan sekitar.
Dapatkan informasi terbaru mengenai kesehatan, kebijakan pemerintah, dan layanan publik di Kota Bekasi. Jangan lupa bagikan artikel ini dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















