- Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menetapkan pembangunan ruang publik dan taman lingkungan sebagai prioritas kerja pada 2027.
- Pemkot Bekasi mempercepat penataan jalur pedestrian guna merespons tingginya suhu udara dan meningkatnya kebutuhan area interaksi warga.
- Infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, saluran air, dan drainase dipastikan tetap berjalan beriringan.
- Fokus pengerjaan pedestrian akan menyasar jalan arteri utama, termasuk Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Chairil Anwar, dan Jl. Ir H Juanda.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyiapkan terobosan strategis untuk tahun anggaran 2027.
Tak sekadar berfokus pada rutinitas perbaikan infrastruktur jalan dan saluran, instansi ini kini memprioritaskan pembangunan ruang publik serta pedestrian.
Langkah ini diambil secara cepat guna merespons keluhan warga terkait minimnya area terbuka hijau di tengah kondisi cuaca yang kian panas di kawasan perkotaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen DBMSDA Kota Bekasi dalam Menata Estetika Kota
Mengapa Pembangunan Ruang Publik Jadi Prioritas Pemkot Bekasi di 2027?
Kebutuhan masyarakat akan kawasan terbuka yang nyaman dan fungsional menjadi alasan utama peralihan fokus pemerintah daerah.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menegaskan bahwa infrastruktur dasar memang vital, namun pemenuhan hak publik atas area sosial tidak boleh dikesampingkan.
“Kalau untuk tahun depan tentu pekerjaan jalan, saluran, dan drainase tetap menjadi fokus utama. Tapi kami juga ingin memperbanyak ruang-ruang publik untuk masyarakat,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Jumat (25/09/2026).
Peningkatan kualitas hidup warga sangat bergantung pada ketersediaan area komunal. Seiring dengan padatnya permukiman, intervensi tata ruang sangat diperlukan.
“Masyarakat sekarang kan membutuhkan ruang publik. Makanya kita sudah mulai membangun pedestrian-pedestrian di beberapa lokasi. Kemudian di jalan-jalan arteri dan kolektor juga kita dorong penataannya,” katanya.
Apa Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Desain Infrastruktur?
Suhu udara perkotaan yang terus melonjak memaksa adanya adaptasi dalam pembangunan kota.
Ruang publik yang teduh bukan lagi sekadar pelengkap estetika, melainkan kebutuhan mendesak bagi warga.
Oleh karena itu, DBMSDA juga merancang penambahan serta pemeliharaan taman-taman lingkungan di tengah permukiman padat penduduk.
“Karena Kota Bekasi ini sekarang cuacanya cukup panas. Jadi memang dibutuhkan ruang-ruang publik baru yang nyaman untuk masyarakat,” ungkapnya.
Di Mana Saja Lokasi Prioritas Penataan Pedestrian?
Penataan wajah tata kota ini akan menyasar langsung sejumlah ruas jalan protokol yang menjadi urat nadi mobilitas warga.
Proyek penataan kawasan yang sudah dikerjakan sebelumnya dipastikan akan berlanjut dan diselesaikan secara komprehensif pada tahun 2027.
Lokasi yang menjadi target utama meliputi:
- Jalan Jenderal Sudirman
- Jalan Chairil Anwar
- Jalan Ir H Juanda
- Kawasan sekitar Gedung Multiguna Kota Bekasi
“Kita lanjutkan yang sudah berjalan seperti pedestrian Sudirman, Chairil Anwar, Juanda, kemudian kawasan sekitar Multiguna juga kita selesaikan. Intinya di jalan-jalan arteri kota akan terus kita tata,” jelasnya.
Melalui serangkaian program tata ruang tersebut, wajah Kota Bekasi diharapkan tumbuh menjadi kota metropolis yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Ketersediaan ruang interaksi yang memadai tentunya akan mendorong gaya hidup sehat warga, baik untuk berolahraga maupun bersosialisasi.
Simak terus perkembangan infrastruktur dan berita pemerintahan terkini hanya di RakyatBekasi.Com. Jangan lupa bagikan artikel ini dan sampaikan opini Anda di kolom komentar! Agar selalu update dengan berita pilihan, mari bergabung dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini].
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















