Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengendarai sepeda motor bersama jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi saat menyusuri sembilan titik persoalan infrastruktur jalan dan saluran air di Kota Bekasi, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemkot Bekasi/RakyatBekasi.Com)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengendarai sepeda motor bersama jajaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi saat menyusuri sembilan titik persoalan infrastruktur jalan dan saluran air di Kota Bekasi, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemkot Bekasi/RakyatBekasi.Com)

  • ​Inspeksi 9 Titik: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyusuri jalur krusial menggunakan sepeda motor, mulai dari Kali Harun di Kecamatan Pondokmelati hingga Jalan Muchtar Tabrani.
  • ​Penyempitan Kali Harun: Lebar sungai menyusut drastis dari 3 meter menjadi 1–2 meter; Pemkot Bekasi menargetkan normalisasi 380 meter dari total 440 meter hingga akhir tahun 2026 sembari menelusuri 4 rumah bersertifikat bersama BPN Kota Bekasi.
  • ​Penanganan Drainase & Long Storage: Pembenahan saluran air difokuskan di Jatiwaringin (400 meter menuju Kali Cakung), Gamprit Kalisunter (tambahan 900 meter), serta pembangunan long storage di crossing tol untuk mengatasi genangan di Jatibening Permai RW 11 dan PGP.
  • ​Rekayasa Jalan & Perbaikan: Penyelesaian Jalan Anugerah (penghubung Jatiwaringin–Jatibening Baru) dikebut tahun ini, disusul rencana penataan Jalan Muchtar Tabrani menjadi dua arah melalui pembebasan lahan.

WALI KOTA BEKASI TRI ADHIANTO turun langsung menyusuri sembilan titik persoalan infrastruktur jalan, sungai, dan saluran air dengan mengendarai sepeda motor, Sabtu (24/10/2026).

Didampingi tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, inspeksi bermotor ini menyasar kawasan rawan genangan dan kemacetan mulai dari Kali Harun di Kecamatan Pondokmelati hingga Jalan Muchtar Tabrani.

Langkah taktis tersebut dilakukan untuk memetakan sumbatan drainase, penyempitan sungai, serta kerusakan jalan secara riil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Fokus Wali Kota Bekasi Tuntaskan Masalah Banjir dan Jalan Rusak di Lapangan

​Pemilihan sepeda motor sebagai moda transportasi peninjauan bukan tanpa alasan. Melalui kendaraan roda dua, Tri Adhianto bersama jajaran teknis DBMSDA Kota Bekasi dapat menembus langsung ruas-ruas sempit yang menjadi urat nadi aktivitas warga Kecamatan Pondokmelati, Kecamatan Pondokgede, hingga Bekasi Utara.

​Mengapa Wali Kota Bekasi Memilih Turun Langsung Naik Motor ke Lokasi Infrastruktur?

​Inspeksi langsung menggunakan sepeda motor dilakukan agar Wali Kota Bekasi dapat memverifikasi kondisi faktual di lapangan yang kerap luput dari laporan di atas kertas maupun rapat koordinasi di kantor.

Dengan melihat titik masalah secara kasatmata, eksekusi anggaran dan teknis penanganan oleh DBMSDA Kota Bekasi dapat diputuskan lebih cepat dan akurat.

​“Kadang kalau cuma lihat laporan, kita tidak bisa melihat kondisi sebenarnya. Karena itu kita turun langsung, kita lihat titiknya, kita cek persoalannya, kemudian kita tentukan apa yang harus dikerjakan,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela peninjauan lapangan, Sabtu (24/10/2026).

​Dalam penyusuran tersebut, rombongan Pemkot Bekasi menyambangi sembilan titik prioritas beserta sejumlah ruas lanjutan, yang meliputi:

  • ​Kawasan Kali Harun (Kecamatan Pondokmelati) dan Jalan Kodau–Kecapi.
  • ​Jalan Raya Hankam, Jalan Anugerah, dan Jalan Jatiwaringin (Kecamatan Pondokgede).
  • ​Jalan Raya Caman, Saluran Kemangsari, dan kawasan Jatibening Permai RW 11.
  • ​Pedestrian Pondokgede, Jalan Pekayon–Pondokgede, serta Taman Bawah Becakayu Kalimalang.
  • ​Daerah Aliran Sungai (DAS) Bojongrangkong dan Jalan Muchtar Tabrani.

​Apa Kendala Normalisasi Penyempitan Kali Harun di Kecamatan Pondokmelati?

​Kendala utama normalisasi Kali Harun di Kecamatan Pondokmelati adalah penyempitan badan sungai yang ekstrem serta adanya empat bangunan rumah warga yang mengantongi sertifikat di area sempadan sungai.

Akibat penyempitan tersebut, lebar Kali Harun yang semula mencapai sekitar 3 meter kini menyusut tajam hingga hanya tersisa 1 sampai 2 meter di sejumlah titik.

​Pemkot Bekasi sendiri menargetkan penanganan fisik sepanjang 380 meter dari total rencana 440 meter di Kali Harun dapat rampung hingga akhir tahun 2026.

Guna mengurai hambatan pembebasan lahan atas empat rumah bersertifikat tersebut, Pemkot Bekasi kini tengah berkoordinasi intensif dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi untuk menelusuri riwayat alas hak dan merumuskan solusi hukum yang tepat.

​Bagaimana Dampak Penataan Drainase dan Pembangunan Long Storage terhadap Kawasan Rawan Genangan?

​Penataan sistem drainase terpadu dan pembangunan long storage dirancang untuk mempercepat pembuangan debit air hujan sekaligus mereduksi risiko banjir tahunan di pemukiman warga. Sejumlah intervensi fisik yang tengah dan akan digarap oleh DBMSDA Kota Bekasi meliputi:

  • ​Kawasan Jatiwaringin (Sekitar Kampus As-Syafi’iyah & Unkris): Normalisasi saluran sepanjang kurang lebih 400 meter guna memperlancar pembuangan aliran air menuju Kali Cakung.
  • ​Kawasan Gamprit (Saluran Kalisunter): Melanjutkan pengerjaan saluran yang telah terealisasi sepanjang 300 meter dengan target tambahan penanganan sepanjang 900 meter pada tahun ini.
  • ​Kawasan Jatibening Permai RW 11 & Sekitarnya: Pelebaran dimensi saluran yang menyempit serta pembangunan long storage di titik crossing jalan tol untuk memperbesar kapasitas tampungan air.

​Seluruh rangkaian intervensi tata air ini diarahkan secara spesifik untuk menekan potensi genangan yang selama ini kerap melumpuhkan kawasan Jatibening Permai, Pondok Gede Permai (PGP), dan pemukiman di sekitarnya.

​Bagaimana Rencana Penataan Jalan Muchtar Tabrani dan Ruas Jalan Rusak di Kota Bekasi?

​Pemkot Bekasi menyiapkan skema rekayasa infrastruktur berupa pelebaran Jalan Muchtar Tabrani menjadi dua arah yang terintegrasi dengan pembebasan lahan serta penataan saluran air di bagian median tengah jalan.

Selain itu, perbaikan struktural juga dikebut pada ruas jalan penghubung antarkawasan yang mengalami kerusakan.

​Di koridor perbatasan Kecamatan Pondokgede, Tri Adhianto mengecek langsung kondisi Jalan Raya Hankam serta Jalan Anugerah yang menghubungkan kawasan Jatiwaringin dengan Kelurahan Jatibening Baru.

Proyek perbaikan Jalan Anugerah ditargetkan tuntas tahun ini dengan konstruksi khusus yang memperhitungkan faktor keamanan kontur lereng jalan tol.

​Tak hanya proyek berskala besar, Tri juga menginstruksikan jajaran DBMSDA Kota Bekasi agar segera menambal lubang dan memperbaiki kerusakan jalan yang membahayakan keselamatan pengendara. Baginya, pembangunan infrastruktur harus berangkat dari kebutuhan nyata warga sehari-hari.

​“Yang kita cari bukan sekadar pekerjaan fisik. Kita ingin memastikan jalan lebih aman, aliran air lebih lancar, dan persoalan yang selama ini dirasakan warga satu per satu bisa diselesaikan,” ujarnya.

​Apa Imbauan Pemkot Bekasi kepada Warga Selama Proyek Infrastruktur Berlangsung?

​Masyarakat diimbau untuk mendukung kelancaran proyek infrastruktur dengan memanfaatkan jalur alternatif apabila pengerjaan alat berat memicu kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan.

Di samping itu, kesadaran kolektif warga untuk tidak membuang sampah ke dalam sungai maupun saluran drainase menjadi kunci utama agar fasilitas yang telah diperbaiki berfungsi optimal.

​“Pemerintah bergerak membangun dan memperbaiki. Masyarakat juga punya peran untuk menjaga. Kalau kita kerjakan bersama, Bekasi akan lebih siap menghadapi persoalan ke depan,” kata Tri.

​Komitmen pengawasan lapangan secara langsung ini diharapkan mampu memastikan seluruh proyek strategis DBMSDA Kota Bekasi selesai tepat waktu dan berdampak langsung pada pengurangan titik banjir maupun kemacetan menjelang akhir tahun anggaran.

​Punya keluhan jalan berlubang atau saluran air mampet di lingkungan Anda? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini dan bagikan artikel ini kepada warga Bekasi lainnya. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar Kota dan Kabupaten Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu
Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?
Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas
Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x