In Memoriam Guruh Soekarnoputra: Kisah Eksklusif Aktivis Bekasi Mengenang Sang Maestro Seni

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kenangan kebersamaan Aktivis Sosial asal Kota Bekasi, Yusuf Blegur (kiri) bersama mendiang Maestro Seni dan Budaya Indonesia, Guruh Soekarnoputra (kanan). Mendiang Guruh dikenang sebagai sosok yang menjadikan seni sebagai alat perjuangan kebangsaan.

Potret kenangan kebersamaan Aktivis Sosial asal Kota Bekasi, Yusuf Blegur (kiri) bersama mendiang Maestro Seni dan Budaya Indonesia, Guruh Soekarnoputra (kanan). Mendiang Guruh dikenang sebagai sosok yang menjadikan seni sebagai alat perjuangan kebangsaan.

  • ​Maestro seni dan putra bungsu proklamator RI, Guruh Soekarnoputra, dikabarkan tutup usia pada Sabtu (26/09/2026).
  • ​Aktivis sosial asal Kota Bekasi, Yusuf Blegur, membagikan kenangan eksklusif mengenai dedikasi almarhum di bidang seni dan kebangsaan.
  • ​Guruh dikenal luas membangun nasionalisme generasi muda lewat pagelaran seni bersama Swara Mahardika dan Gencar Semarak Perkasa (GSP).
  • ​Jejak karya dan idealisme almarhum dinilai melampaui zamannya dan menjadi warisan sejarah bagi Persada Indonesia.

​KABAR DUKA menyelimuti dunia seni, budaya, dan politik Tanah Air atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra ke Rahmatullah pada Sabtu (26/09/2026).

Kepergian putra bungsu Presiden Pertama RI ini meninggalkan jejak dan kenangan mendalam, salah satunya bagi Yusuf Blegur, seorang aktivis sosial yang berdomisili di Kota Bekasi.

Bagi Yusuf, figur almarhum bukanlah sekadar anak proklamator, melainkan seorang maestro sejati yang menjadikan seni sebagai napas perjuangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Jejak Sejarah dan Kenangan Meninggalnya Guruh Soekarnoputra

​”Sejak kecil hingga dewasa, saya mengenal Guruh Soekarnoputra sebagai seorang seniman dan idealis. Guruh menjadikan seni bukanlah sebagai seni semata, melainkan sebagai pengabdian sekaligus rasa syukur pada Kebesaran Sang Pencipta, kemanusiaan, dan Persada Indonesia,” kata Yusuf Blegur kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (27/09/2026).

​Pria yang pernah menimba ilmu arkeologi di Belanda tersebut berhasil mengokohkan figurnya secara mandiri.

Almarhum membuktikan dirinya sebagai seniman berkarakter kuat dalam urusan cipta lagu, koreografi, hingga manajemen produksi mahakarya.

​Mengapa Seni Menjadi Alat Perjuangan bagi Guruh Soekarnoputra?

​Seni di tangan Guruh diubah menjadi instrumen untuk membangkitkan spirit nasionalisme dan patriotisme generasi muda dengan cara yang tidak biasa.

Melalui wadah kreativitas seperti Guruh Gipsy, Swara Mahardika, dan Gencar Semarak Perkasa (GSP), ia terus menyuarakan idealisme kebangsaan.

​Orkestrasi yang ia ciptakan selalu memadukan unsur budaya tradisional, nasional, dan internasional secara apik.

Karya-karyanya selalu sukses menampilkan pertunjukan yang menakjubkan, modern, dan dinilai melampaui zamannya.

​Bagaimana Kedekatan Keluarga Yusuf Blegur dengan Trah Soekarno?

​Hubungan personal antara Yusuf dan almarhum rupanya telah terjalin hangat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Ayah Yusuf, Ismail Blegur (akrab disapa Rudy oleh keluarga Bung Karno), merupakan sosok kepercayaan yang mengurus berbagai perizinan pagelaran Guruh Swara Mahardika.

​Berkat kedekatan tersebut, Yusuf memiliki sejumlah catatan sejarah dan pengalaman eksklusif bersama sang maestro, antara lain:

  • ​Menjadi saksi mata langsung dari pagelaran seni legendaris seperti Untukmu Indonesiaku, Gilang Gemilang Indonesia, dan Kembalikan Baliku.
  • ​Berhasil mewawancarai almarhum secara eksklusif untuk majalah sekolah saat Yusuf menjabat pengelola redaksi di SMAN 52 Jakarta Utara.
  • ​Dilibatkan penuh dalam Peringatan 100 Tahun Bung Karno (2000-2005) oleh Yayasan Bung Karno (YBK) yang dipimpin langsung oleh Guruh.
  • ​Aktif bergabung dan berdiskusi perihal sosial-politik dalam perkumpulan Gerakan Spirit Pancasila di bawah naungan almarhum pada periode 2007-2012.

​”Saya banyak terlibat pembahasan dialektis serta pelbagai konsep dan praksis kegiatan sosial politik bersama Mas Guruh. Ini menjadi kenangan yang dinamis dan tak terlupakan bersama figur seni dan politik salah satu legasi biologis sekaligus ideologis Soekarno,” kenang Yusuf.

​Meninggalnya Guruh Soekarnoputra tentu menjadi kehilangan besar bagi bangsa ini. Meski jasadnya kini telah menyatu dengan bumi, hasrat idealisme dan karyanya tidak akan pernah terhapus dari sejarah dunia seni Indonesia. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, selamat jalan Sang Maestro.

​Dapatkan informasi terbaru seputar peristiwa, pemerintahan, dan tokoh nasional lainnya dengan bergabung di komunitas kami. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update setiap harinya!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​”Uang Bau” Terancam Turun, Aktivis Desak Pemkot Bekasi Tinjau Ulang Kontrak TPST Bantargebang dengan DKI Jakarta
Ratusan Pelajar Ramaikan HUT ke-81 PMI Kota Bekasi, Ajang Cetak Relawan Muda Peduli Kemanusiaan
Kemarau Panjang Mencekik, Kasus ISPA di Kota Bekasi Tembus 20 Ribu Jiwa, Pemkot Bunyikan Alarm Waspada!
Pilkades Taman Sari Memanas! Tim Ahmad Sayuti Bongkar Dugaan Ketidakadilan Hak Pilih, Ancaman Jalur Hukum Menanti
Kecelakaan Maut di Jalan Siliwangi: Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Disenggol Pemotor Misterius
Hindari Macet Pasar Baru! Dishub Kota Bekasi Segera Pasang Rambu Dua Arah di Jalan Ir H Juanda
Kemarau Panjang Cekik Daya Beli, Harga Cabai Rawit Merah di Kota Bekasi Meroket Sentuh Rp80 Ribu!
Belasan THM Ilegal di Pasar Bintara Terancam Ditutup, Camat Bekasi Barat Buru Bukti Perizinan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:45 WIB

In Memoriam Guruh Soekarnoputra: Kisah Eksklusif Aktivis Bekasi Mengenang Sang Maestro Seni

Minggu, 27 September 2026 - 14:54 WIB

​”Uang Bau” Terancam Turun, Aktivis Desak Pemkot Bekasi Tinjau Ulang Kontrak TPST Bantargebang dengan DKI Jakarta

Minggu, 27 September 2026 - 14:30 WIB

Ratusan Pelajar Ramaikan HUT ke-81 PMI Kota Bekasi, Ajang Cetak Relawan Muda Peduli Kemanusiaan

Minggu, 27 September 2026 - 14:14 WIB

Kemarau Panjang Mencekik, Kasus ISPA di Kota Bekasi Tembus 20 Ribu Jiwa, Pemkot Bunyikan Alarm Waspada!

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIB

Kecelakaan Maut di Jalan Siliwangi: Dua Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Disenggol Pemotor Misterius

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x