- Pengaspalan lanjutan Jalan Prof Muhammad Yamin, Kecamatan Bekasi Timur, segera dieksekusi setelah pengadaan aspal via Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 rampung.
- Fokus perbaikan jalan pada tahap ini mencakup area dari perlintasan rel kereta api hingga kawasan Warung Jaka.
- Keterbatasan anggaran memaksa Pemkot Bekasi menerapkan skala prioritas pada titik jalan rusak terparah demi kelancaran lalu lintas.
- Infrastruktur ini krusial untuk mendukung konektivitas dan kelancaran penataan kawasan Pasar Baru Bekasi.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) memastikan proyek pengaspalan Jalan Prof Muhammad Yamin, Kecamatan Bekasi Timur, akan segera dilanjutkan.
Perbaikan infrastruktur jalan ini menjadi prioritas utama guna mendukung aksesibilitas masyarakat menuju kawasan Pasar Baru Bekasi.
Rencana lanjutan tersebut direalisasikan setelah proses pengadaan aspal bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) selesai dikerjakan tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus Pemkot Bekasi dalam Kelanjutan Pengaspalan Jalan Prof Muhammad Yamin
Kondisi infrastruktur jalan yang memadai merupakan urat nadi perekonomian, khususnya di pusat perniagaan tradisional.
Oleh karena itu, percepatan pengaspalan Jalan Prof Muhammad Yamin menjadi agenda yang tak bisa ditunda.
Pemkot Bekasi kini tengah merampungkan tahapan administratif pengadaan material aspal agar pengerjaan fisik dapat segera menyentuh aspal.
“Nanti kita bertahap ya. Jadi mungkin ABT kan kita lagi pengadaan aspal lagi. Kemarin kan terakhir di situ, nanti kalau ada kita perbaikan yang ke arah sana. Bahkan menjadi prioritas kita untuk aksesibilitas ke arah Pasar Baru kita kerjakan semua,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (24/09/2026).
Bagaimana Rute Perbaikan Jalan pada Tahap Selanjutnya?
Rute perbaikan jalan pada tahap lanjutan ini akan diteruskan dari kawasan perlintasan rel kereta api menuju arah Warung Jaka.
Sebelumnya, DBMSDA Kota Bekasi telah memfokuskan pengerjaan dan merampungkan pengaspalan dari ruas Jalan Ir H Juanda hingga tepat di depan perlintasan rel.
“Kemarin kita fokus yang dari Jalan Juanda sampai rel. Nanti rel sampai ke Warung Jaka paling ya ABT kita,” ujarnya.
Apa Dampak Keterbatasan Anggaran Terhadap Proyek Ini?
Keterbatasan anggaran pada ABT memaksa Pemkot Bekasi memutar otak dengan menerapkan skala prioritas, yakni menambal atau memberi lapisan (layeran) aspal baru pada titik-titik kerusakan terparah.
Hal ini dilakukan sebagai solusi jangka pendek agar mobilitas warga dan distribusi barang tetap lancar, meski pengaspalan ideal di seluruh ruas belum dapat dieksekusi sekaligus.
“Kalau ideal mah semua, cuma kan kita lihat ABT terbatas juga, paling bertahap. Nanti yang parah-parah kita coba kita layeran. Yang penting arusnya sudah lancar dari situ,” ungkapnya.
Mengapa Akses Menuju Pasar Baru Bekasi Menjadi Prioritas?
Akses menuju Pasar Baru Bekasi menjadi prioritas krusial seiring dengan penataan kawasan niaga tersebut yang tengah digenjot secara spartan oleh pemerintah daerah.
Keberlanjutan perbaikan jalan ini juga diikuti dengan rekayasa lalu lintas serta pembenahan akses kendaraan di sekitar lokasi demi menciptakan kawasan perniagaan yang tertib dan nyaman bagi warga Kota Bekasi.
“Ini ada lanjutan lagi,” tegasnya memastikan komitmen pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.
Perbaikan jalan yang terintegrasi dengan penataan kota ini diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian lokal sekaligus menekan angka kemacetan di jantung Kota Bekasi.
Jangan lewatkan perkembangan terbaru seputar infrastruktur, kebijakan pemerintah, dan layanan publik di Kota Bekasi. Bagikan artikel ini dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita terkini dan terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















