Ricky Tambunan Serukan Audit Independen ‘Tata Ruang’ Kota Bekasi untuk Atasi Banjir dan Masalah Sistemik

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan banjir di Kota Bekasi via udara, Selasa (04/03/2025).

Penampakan banjir di Kota Bekasi via udara, Selasa (04/03/2025).

Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Ketua Dewan Pembina Marhaen Sejahtera Indonesia, Ricky Tambunan, menyerukan dilakukannya audit independen terhadap tata ruang Kota Bekasi.

Hal ini dirasa sangat mendesak mengingat kondisi tata ruang yang bermasalah diyakini menjadi salah satu akar penyebab banjir akut yang sering terjadi di wilayah Kota Bekasi.

Ricky menilai bahwa banjir yang terus melanda Kota Bekasi adalah konsekuensi dari berbagai rekomendasi site plan bermasalah yang dipaksakan untuk diterbitkan oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya mencederai tata kelola yang baik, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan, termasuk banjir.

“Saya meminta agar tata ruang Kota Bekasi segera diaudit oleh tim auditor independen yang berintegritas. Dengan begitu, kita bisa melihat akar permasalahan dan mencari solusi yang konkret,” ujar Ricky saat dihubungi oleh rakyatbekasi.com, Senin (14/04/2025).

Lebih lanjut, Ricky mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa rekomendasi site plan bermasalah kerap dikeluarkan oleh Dinas Tata Ruang Kota Bekasi setelah adanya imbalan atau dana dalam jumlah besar dari para pemohon, baik dari pengembang maupun pemohon Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Dinas Tata Ruang kita sepanjang tahun bermasalah. Rekomendasi site plan diobral, diperjualbelikan, bahkan lebih mahal daripada IMB yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Bekasi. Di sini Dinas Tata Ruang leluasa bermain. Rekomendasi site plan ini dibanderol dengan harga sangat mahal, dan itu adalah bentuk pungutan liar (pungli),” beber Ricky.

Lebih parahnya lagi, kata dia, bahwa keuntungan dari rekomendasi site plan ini diterbitkan tanpa memikirkan dampak buruk seperti banjir yang mengancam warga Kota Bekasi.

“Persetan dengan bahaya banjir! Mereka hanya memikirkan keuntungan pribadi,” ucapnya dengan nada geram.

Ricky menekankan bahwa jika Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe benar-benar serius ingin menangani masalah banjir, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan seleksi ketat dalam penempatan pejabat di Dinas Tata Ruang.

Pejabat yang dipilih, kata dia, harus memiliki integritas tinggi, kompeten, serta memiliki visi jangka panjang untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Wali Kota harus selektif menempatkan pejabat di Dinas Tata Ruang. Jangan hanya mengejar efisiensi administrasi, tetapi malah mengabaikan moralitas dan profesionalitas. Dengan pemilihan pejabat yang tepat, pelaksanaan tata ruang dapat dilakukan sesuai aturan, bukan berdasarkan uang yang dimainkan di bawah meja,” katanya.

Menurut Ricky, permasalahan banjir di Kota Bekasi tidak akan pernah bisa ditangani secara tuntas tanpa diawali dengan langkah audit tata ruang.

Ia menyebut bahwa audit ini harus dilakukan oleh auditor independen agar hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Wali Kota Bekasi harus memulai penanganan banjir dengan melakukan audit tata ruang secara menyeluruh. Dari audit itu, kita bisa tahu apa yang salah, siapa yang bertanggung jawab, dan bagaimana solusinya. Ini langkah mendasar yang tidak bisa ditunda lagi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar pihak kejaksaan dan kepolisian segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan praktik pungli yang terjadi di Dinas Tata Ruang Kota Bekasi.

Ricky menilai bahwa keberanian penegak hukum untuk mengusut tuntas praktik pungli ini menjadi indikator seriusnya pemerintah dalam memperbaiki tata kelola birokrasi.

“Kejaksaan dan kepolisian jangan diam saja. Banyak praktik pungli di Dinas Tata Ruang Kota Bekasi. Ayo segera usut, tidak ada kata terlambat. Masyarakat menunggu tindakan nyata,” imbuhnya.

Tak lupa Ricky berharap bahwa seruannya ini dapat menjadi dorongan bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk segera melakukan pembenahan tata ruang secara menyeluruh.

Ia juga berharap bahwa audit tata ruang dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kebijakan publik yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kota Bekasi adalah kota besar dengan potensi luar biasa. Jangan sampai potensi itu hancur hanya karena tata kelola yang buruk. Kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat, harus bersama-sama memperjuangkan kota ini agar menjadi tempat yang layak huni dan bebas dari ancaman banjir,” tutup Ricky.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai
​Layani 2.000 Komuter Tanpa Atap, Halte Transjakarta B41 Jatiasih Akhirnya Dibangun Oktober Ini via CSR Bank BJB
Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x