DBMSDA Kota Bekasi Sebut Drainase Sempit Jadi Penyebab Utama Genangan di Jalan Jenderal Sudirman

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto saat memberikan keterangan pers terkait ancaman sanksi pidana bagi oknum penggali kabel fiber optik tanpa izin di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (23/02/2026).

Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto saat memberikan keterangan pers terkait ancaman sanksi pidana bagi oknum penggali kabel fiber optik tanpa izin di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (23/02/2026).

​Poin Utama:

  • ​Lokasi Terdampak: Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bekasi (merupakan area berstatus Jalan Nasional).
  • ​Penyebab Utama: Kapasitas crossing drainase yang sempit dan penyumbatan saluran pembuangan di sekitar permukiman warga.
  • ​Penanganan Darurat: Pengerahan Tim Pematusan DBMSDA beserta unit pompa air mobile untuk menyedot debit genangan secara langsung.
  • ​Target Penanganan Permanen: Pertemuan strategis dengan Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) pada Selasa (24/02/2026) untuk pengajuan anggaran pelebaran drainase ke Kementerian PUPR.

​BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi akhirnya mengungkap penyebab utama terjadinya genangan air yang kerap merendam ruas Jalan Jenderal Sudirman saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Bekasi.

​Faktor utamanya adalah ketidaktersediaan ruang drainase yang memadai serta kendala pada sistem saluran pembuangan air di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan bahwa Jalan Jenderal Sudirman yang berstatus sebagai Jalan Nasional ini memiliki masalah teknis pada area persimpangan saluran (crossing), yang sering kali mengalami penyumbatan sehingga air meluap ke badan jalan.

​Kendala Ruang Drainase dan Saluran Pembuangan Warga

​Lebih lanjut, Idi memaparkan bahwa persoalan tidak hanya terletak pada crossing jalan, melainkan juga pada hilir saluran yang mengarah ke area permukiman.

​”Setiap kali terjadi genangan air, Tim Pematusan kami langsung turun ke lapangan. Dari hasil penelusuran, selain masalah di jalan utama, pembuangan air di bagian hilir juga mengalami kendala karena kondisi saluran yang sempit di sekitar rumah-rumah warga,” ucap Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangannya, Selasa (24/02/2026).

​Pemerintah Kota Bekasi melalui DBMSDA telah mengantongi hasil analisa persoalan di lapangan secara komprehensif.

Mengingat status jalan tersebut adalah kewenangan pusat, langkah perbaikan permanen kini sangat bergantung pada alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

​Penanganan Cepat Tim Pematusan DBMSDA

​Sistem drainase yang dinilai sudah tidak representatif menuntut Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan langkah taktis jangka pendek. Untuk meminimalisir dampak kemacetan dan gangguan bagi pengguna jalan, penanganan darurat terus disiagakan.

​”Lantaran sistem drainase di lokasi kondisinya kurang baik, setiap kali ada genangan, tim kami langsung mengerahkan pompa air mobile. Ini adalah upaya cepat untuk menyedot dan mengurangi debit genangan air di titik-titik rawan,” katanya.

​Idi menegaskan bahwa langkah pengerahan pompa mobile tersebut merupakan opsi penanganan sementara (ad-hoc).

Solusi tuntasnya tetap membutuhkan pelebaran crossing dan normalisasi saluran air secara masif di lokasi tersebut.

​Menanti Lampu Hijau Anggaran Kementerian PUPR

​Sebagai tindak lanjut dari upaya penanganan permanen, pihak DBMSDA Kota Bekasi terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

​Rencananya, pada Selasa (24/02/2026) ini, jajaran DBMSDA dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) untuk membahas proyeksi perbaikan drainase secara menyeluruh.

​”Dalam pertemuan tersebut, kami sampaikan bahwa jalur Jalan Jenderal Sudirman masih memiliki kendala serius dalam proses crossing drainase. Sembari menunggu penanganan permanen yang ideal dari pusat, pompa mobile akan terus kami turunkan sebagai bentuk antisipasi sementara,” pungkasnya.

Apakah lingkungan atau rute perjalanan Anda di Kota Bekasi juga kerap mengalami genangan air saat hujan deras?

Sampaikan laporan dan keluhan Anda melalui kolom komentar di bawah agar dapat menjadi perhatian dinas terkait! Baca terus update berita terkini seputar pembangunan dan tata kota hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x