- Pemkot Bekasi menargetkan penataan kabel udara semrawut melalui proyek ducting (bawah tanah) rampung secara menyeluruh dalam tiga tahun ke depan.
- Fokus awal pengerjaan batch pertama berlokasi di Jalan Ratna, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, dengan progres fisik mencapai 45 persen.
- Perluasan proyek akan menyasar kawasan padat jaringan utilitas lainnya, termasuk Perumnas 3, wilayah Bekasi Timur, hingga Bekasi Utara.
- PT Mitra Patriot berkolaborasi dengan PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN) untuk mengeksekusi proyek dengan pengawasan ketat dari DBMSDA Kota Bekasi.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI mengambil langkah tegas menyikapi estetika kota yang dirusak oleh tumpukan kabel udara telekomunikasi yang semrawut. Melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, proyek penataan utilitas bawah tanah (ducting) kini mulai dikebut.
Pengerjaan fisik yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun ini diyakini mampu membenahi ratusan kilometer jaringan kabel yang mengancam keselamatan warga Kota Bekasi.
Fokus Pemkot Bekasi Tertibkan Kabel Udara Lewat Ducting Bawah Tanah
Di Mana Saja Lokasi Prioritas Proyek Ducting Pemkot Bekasi?
Pekerjaan tahap awal saat ini difokuskan di Jalan Ratna, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemilihan lokasi strategis ini didasari oleh tingginya kepadatan jaringan kabel utilitas di kawasan tersebut yang dinilai sudah sangat mengganggu.
”Alhamdulillah ducting yang kemarin kita gagas investasinya sekarang sudah berjalan. Memang bertahap. Saat ini ruas pertama sudah mulai dikerjakan di Jalan Ratna,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (23/09/2026).
Idi Sutanto memaparkan, program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama investasi antara Pemkot Bekasi dan pihak swasta untuk mengintegrasikan infrastruktur telekomunikasi secara modern.
”Setelah ruas Jalan Ratna, pekerjaan akan dilanjutkan ke sejumlah kawasan prioritas lainnya seperti Perumnas 3, wilayah Bekasi Timur hingga Bekasi Utara, baru nanti kita kerjakan semua. Dan kita target seperti yang disampaikan Pak Wali, tiga tahun harus selesai. Memang cakupannya ada sekian ratus kilometer,” lanjutnya.
Bagaimana Sistem Pentahapan (Batch) dalam Proyek Ini?
Pembagian pengerjaan ke dalam beberapa batch tidak dimaksudkan untuk mengulur waktu penyelesaian, melainkan menyesuaikan tingkat urgensi infrastruktur di lapangan. Daerah dengan volume kabel udara terbanyak menjadi target sapu bersih lebih dulu.
”Batch itu sebenarnya hanya menunjukkan pentahapan. Nanti pelaksanaannya luwes tergantung kebutuhan. Kemarin kita prioritaskan daerah yang jaringan kabelnya paling banyak. Di Ratna salah satunya, kemudian Perumnas 3 dan wilayah utara,” jelasnya.
Apa Target Wali Kota Bekasi Terkait Penataan Estetika Kota?
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghapus pemandangan tiang dan kabel kusut di ruang publik. Aspek keselamatan, kenyamanan, serta estetika tata ruang menjadi tolok ukur utama keberhasilan penataan ini.
”Nantinya dalam dua minggu ke depan pekerjaan ducting dilakukan di kawasan Perumnas 3. Penataan tersebut ditargetkan membuat kawasan Perumnas 3 lebih rapi dan terbebas dari kabel udara yang semrawut serta tiang yang tidak tertata,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (23/09/2026).
Tri Adhianto juga memastikan bahwa penataan akan dilakukan secara masif, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh area strategis di Kota Bekasi.
”Kita ingin secara bertahap seluruh wilayah Kota Bekasi lebih tertata. Targetnya tiga tahun ke depan kabel-kabel yang semrawut bisa kita benahi sehingga kota menjadi lebih aman, nyaman dan memiliki wajah yang lebih baik,” tambahnya.
Sejauh Mana Progres Pekerjaan Ducting di Lapangan?
Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA Kota Bekasi, Ronald Akhyar, mengonfirmasi bahwa penggalian utilitas bawah tanah menunjukkan progres positif. Pemasangan lubang utilitas (manhole) menjadi fokus pengerjaan saat ini.
”Saat ini kami sedang melakukan pengerjaan Batch Tahap 1 di Jalan Ratna. Progresnya sudah mencapai hampir 45 persen karena manhole di sana sudah terpasang,” kata Ronald Akhyar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (23/09/2026).
Secara manajerial, proyek ini digarap oleh BUMD PT Mitra Patriot yang menggandeng PT Infrastruktur Cerdas Nusantara (ICN), sedangkan DBMSDA Kota Bekasi turun langsung memantau sebagai pengawas independen. Ronald juga mengklaim keluhan warga terkait galian fiber optik liar kini mulai menyusut signifikan.
”Saat ini sudah tidak ada lagi aduan terkait galian fiber optik sembarangan. Namun apabila masyarakat menemukan pelanggaran di lapangan, dapat melaporkannya melalui kanal media sosial DBMSDA Kota Bekasi,” pungkasnya.
Langkah konkret Pemkot Bekasi merelokasi kabel udara ke bawah tanah diharapkan menjadi solusi permanen atas buruknya tata ruang utilitas yang kerap dikeluhkan warga.
Partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengerjaan di lapangan tentu menjadi faktor krusial guna memastikan proyek berjalan lancar tanpa merugikan pengguna jalan.
Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar pembangunan infrastruktur dan kebijakan publik di Kota dan Kabupaten Bekasi! Bagikan artikel ini, berikan komentar Anda, dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















