- Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, melonjak hingga Rp80.000 per kilogram semenjak Agustus 2026.
- Musim kemarau panjang yang mengganggu hasil panen serta tingginya permintaan pasar menjadi faktor utama pemicu lonjakan harga.
- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi memperkuat kerja sama pasokan antardaerah guna menstabilkan ketersediaan komoditas pangan.
DAMPAK MUSIM KEMARAU PANJANG mulai mengancam stabilitas ekonomi warga, khususnya di kawasan Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Tercatat, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok harian di pasar tradisional mengalami lonjakan yang cukup membebani daya beli masyarakat.
Sorotan tajam tertuju pada pergerakan harga cabai rawit merah yang meroket tajam menembus angka Rp80.000 per kilogram selama lebih dari satu bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Merah di Kota Bekasi Melonjak Tajam
Lonjakan harga komoditas pangan ini jelas menjadi pukulan telak di tengah kondisi ekonomi pascapandemi yang masih fluktuatif.
Para pedagang sayur di tingkat eceran pun turut merasakan imbas langsung dari fenomena cuaca ekstrem tersebut.
Mengapa Harga Cabai Rawit Merah di Bekasi Timur Meroket?
Kenaikan ekstrem ini secara masif terjadi secara bertahap sejak bulan Agustus akibat minimnya curah hujan yang mengganggu hasil panen petani di berbagai daerah pemasok.
”Yang tinggi cabai rawit merah, sekarang Rp70 sampai Rp80 ribu, naik sudah dari bulan Agustus,” kata pedagang pasar di Kecamatan Bekasi Timur, Taufik kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lapaknya, Rabu (23/09/2026).
Pada awal Agustus sebelumnya, harga cabai rawit merah terpantau masih relatif terkendali di kisaran Rp50.000 per kilogram.
Meski lonjakan saat ini cukup memberatkan pembeli, Taufik menilai angka tersebut belum mencapai titik puncak inflasi terparah seperti tahun-tahun sebelumnya.
”Tapi ini masih bisa dibilang standar, karena pernah di Rp130 sampai Rp150 ribu per kg saat pasokan sedikit,” ucapnya.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut rincian pergerakan harga mayoritas sayuran yang saat ini beredar di wilayah Bekasi Timur:
- Cabai rawit merah: Rp70.000 – Rp80.000 per kg
- Cabai merah keriting: Rp50.000 per kg
- Cabai rawit hijau: Rp40.000 – Rp50.000 per kg
- Bawang merah: Rp30.000 – Rp35.000 per kg
- Tomat: Rp10.000 per kg
Taufik mengeluhkan tingginya harga jual eceran sering kali membuat konsumen ragu untuk membeli dalam jumlah besar, kendati distribusi barang dari pihak pengepul sebetulnya tidak terhambat.
”Pasokan ada saja, banyak, cuma kalau naik kita bingung ngecernya,” tambahnya.
Apa Langkah Disdagperin Kota Bekasi Atasi Lonjakan Harga Pangan?
Sementara itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi mengaku pihaknya terus melakukan pemantauan fluktuasi harga komoditas pangan secara ketat di sejumlah pasar tradisional.
Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, membenarkan bahwa ancaman iklim kemarau bukan satu-satunya dalang utama membengkaknya harga cabai.
”Terkait kenaikan harga cabai rawit merah penyebabnya diantaranya musim kemarau, kedua permintaan cabai rawit di Kota Bekasi itu tinggi,” katanya.
Permintaan pasar di Kota Bekasi sangatlah masif, mulai dari urusan dapur rumah tangga hingga kebutuhan logistik ribuan pelaku usaha restoran serta rumah makan. Untuk menyiasati celah pasokan, Pemkot Bekasi mengandalkan kolaborasi taktis lintas wilayah.
”Harga ini bisa juga fluktuatif, karena kan masuk dari beberapa daerah. Kita telah melakukan beberapa kerjasama antar daerah untuk beberapa komoditas,” ungkapnya.
Sebagai upaya antisipasi jangka pendek di tingkat bawah, Eko menyarankan agar masyarakat dan pedagang mulai mengadaptasi penjualan cabai yang telah dikeringkan.
Namun faktanya, edukasi serta minat warga Kota Bekasi terhadap inovasi produk cabai olahan kering ini masih berjalan stagnan dan relatif sangat rendah.
Fluktuasi harga kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian iklim saat ini jelas membutuhkan intervensi strategis dan solusi berkelanjutan dari pemerintah, bukan sekadar penanganan reaktif. Masyarakat tentu berharap stabilitas pasar dapat kembali normal agar roda perekonomian mikro tak semakin lumpuh.
Simak terus berita terbaru, analisis mendalam, dan informasi pelayanan publik lainnya, serta ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda tidak tertinggal kabar terkini seputar Kota dan Kabupaten Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















