- Target Peresmian: Proyek Wisata Air Kalimalang di bawah lintasan Tol Becakayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dijadwalkan grand opening pada 10 November 2026 oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
- Progres Konstruksi: Pengerjaan fisik telah mencapai 85 persen (tahap finishing), mencakup pemasangan jembatan melengkung, JPO, jalur pedestrian, gapura bergaya Bali, gazebo, hingga kontainer UMKM.
- Okupansi & Kendala Lahan: Sebanyak 70 persen tenant telah terisi, sementara 30 persen lainnya menunda masuk imbas mundurnya jadwal serah terima akibat sengketa koordinasi izin antara PT Mitra Patriot, PJT II, dan pengelola Tol Becakayu.
- Struktur Anggaran: Total kebutuhan proyek mencapai Rp123 miliar (CSR Rp33 miliar, APBD Kota Bekasi Rp30 miliar, dan APBD Provinsi Jawa Barat Rp60 miliar), dengan realisasi serapan saat ini sekitar Rp30 miliar dari dana CSR/sponsorship.
PROYEK WISATA AIR KALIMALANG di bawah lintasan Tol Becakayu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ditargetkan resmi beroperasi pada 10 November 2026 mendatang.
Destinasi bernilai total Rp123 miliar yang dikelola PT Mitra Patriot ini dijadwalkan bakal diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kendati progres fisik telah menyentuh 85 persen, sempat tersendatnya restu pengelola tol membuat 30 persen unit usaha masih lowong jelang pembukaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Progres Pembangunan Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi dan Target Operasional
Kapan Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi Diresmikan oleh Dedi Mulyadi?
Peresmian atau grand opening kawasan Wisata Air Kalimalang di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ditargetkan berlangsung bertepatan dengan Hari Pahlawan pada 10 November 2026 oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Kepastian jadwal operasional tersebut disampaikan langsung oleh pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Bekasi selaku pengelola kawasan.
”Semoga tanggal 10 November sudah bisa dilaksanakan grand opening. Nanti akan dibuka langsung oleh Pak KDM,” kata Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (15/10/2026).
Sejumlah infrastruktur utama di sepanjang koridor sungai tersebut kini telah terpasang, mulai dari jembatan melengkung ikonik hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).
Keberadaan fasilitas penghubung ini menjadi tulang punggung mobilitas warga yang hendak menikmati ruang publik baru di jantung Kota Bekasi tersebut.
“Perkembangan Wisata Air Kalimalang sudah cukup bagus. Progresnya sekarang mencapai 85 persen,” ujar David.
Penataan estetika dan fungsionalitas ruang terus dikebut agar mampu mengubah citra kolong jalan tol menjadi destinasi rekreasi keluarga yang representatif.
“Intinya, kami ingin membuat kawasan Wisata Air Kalimalang ini seindah dan senyaman mungkin untuk pengunjung nantinya,” katanya.
Mengapa Pembukaan Wisata Air Kalimalang Sempat Tertunda dan 30 Persen Tenant Kosong?
Pembukaan Wisata Air Kalimalang sempat mengalami penundaan akibat kendala sinkronisasi perizinan dengan pihak pengelola Jalan Tol Becakayu, yang berdampak langsung pada tertahannya 30 persen calon penyewa (tenant) usaha.
Saat ini, tingkat keterisian ruang usaha di lokasi tersebut baru mencapai 70 persen dari total kapasitas yang tersedia.
Padahal, manajemen PT Mitra Patriot mencatat seluruh slot tenant sebelumnya sempat terisi penuh oleh para pelaku usaha.
Namun, mundurnya jadwal serah terima dan pengoperasian kawasan membuat hampir sepertiga calon penyewa memilih menahan proses administrasi lanjutan.
“Mereka menyampaikan kepada kami bahwa komunikasi akan dilanjutkan kembali setelah kawasan ini diserahterimakan dan mulai beroperasi,” kata David.
Persoalan birokrasi lahan ini bermula ketika PT Mitra Patriot pada tahap awal hanya melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II) selaku otoritas pengelola aliran sungai dan lahan di bawah jalan tol.
Dalam perjalanannya, pihak pengelola Jalan Tol Becakayu merasa belum dilibatkan untuk memberikan persetujuan pemanfaatan ruang di bawah struktur tol mereka.
Kondisi tersebut memaksa manajemen BUMD melakukan perundingan tambahan guna menuntaskan legalitas persetujuan lintas instansi sebelum proyek dapat dioperasikan untuk publik.
“Namun, apa pun itu, sekarang persoalan tersebut sudah selesai dan proyek sedang dalam tahap finishing,” ujar David.
Apa Saja Fasilitas Baru di Kawasan Wisata Air Kalimalang Bawah Tol Becakayu?
Fasilitas baru yang tersedia di kawasan Wisata Air Kalimalang meliputi jalur pedestrian terpadu, taman tematik, gapura bergaya arsitektur Bali, gazebo peristirahatan, ornamen lengkung bernuansa islami, hingga deretan kontainer UMKM.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek di bawah Tol Becakayu, Kecamatan Bekasi Selatan, ruang yang dulunya gersang kini telah bertransformasi menjadi koridor wisata terbuka.

Beberapa elemen arsitektur dan fasilitas publik yang telah berdiri di lokasi meliputi:
- Gapura Bergaya Bali: Berdiri mencolok dengan dominasi warna merah bata dan abu-abu, diperkuat penanaman dua pohon peneduh di sisi kanan dan kiri gerbang.
- Gazebo Kayu Terbuka: Terletak tak jauh dari area gapura dengan atap genteng merah kecokelatan, dilengkapi tempat duduk bagi pengunjung untuk berteduh.
- Ornamen Lengkung Masjid: Deretan bidang dekoratif berbentuk lengkungan lancip dengan perpaduan warna biru, kuning, dan putih yang mengadopsi estetika arsitektur masjid.
- Sentra Kontainer UMKM: Deretan kontainer warna-warni yang disiapkan khusus untuk menampung pelaku usaha kuliner serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Kota Bekasi.
Berapa Total Anggaran Proyek Wisata Air Kalimalang dan Sumber Dananya?
Total kebutuhan anggaran pembangunan proyek Wisata Air Kalimalang mencapai Rp123 miliar yang bersumber dari skema pembiayaan gabungan antara dana CSR perusahaan, APBD Kota Bekasi, dan APBD Provinsi Jawa Barat.
Hingga pertengahan Oktober 2026, dana pembangunan yang telah digelontorkan di lapangan tercatat mencapai sekitar Rp30 miliar yang seluruhnya berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau sponsorship swasta.
Secara rinci, postur pembiayaan penuh proyek destinasi wisata air kebanggaan warga Kota Bekasi ini mencakup tiga sumber pendanaan utama:
- APBD Provinsi Jawa Barat: Rp60 miliar.
- Dana CSR / Sponsorship Perusahaan: Rp33 miliar (telah terserap sekitar Rp30 miliar).
- APBD Kota Bekasi: Rp30 miliar.
Sinergi pendanaan lintas sektor ini diharapkan mampu memastikan kelanjutan pembangunan tahap akhir secara tepat waktu tanpa membebani kas daerah secara berlebihan, sekaligus menggerakkan roda ekonomi UMKM setelah resmi dibuka pada 10 November mendatang.
Penyelesaian tahap finishing dalam tiga pekan ke depan akan menjadi ujian krusial bagi PT Mitra Patriot dan Pemkot Bekasi untuk membuktikan kesiapan operasional kawasan sekaligus menarik kembali minat 30 persen tenant yang masih menunggu kepastian.
Bagaimana menurut Anda mengenai wajah baru kolong Tol Becakayu ini? Bagikan artikel ini dan tuliskan tanggapan Anda di kolom komentar.
Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan follow WhatsApp Channel RakyatBekasi agar selalu update dengan informasi pemerintahan, politik, dan layanan publik terkini di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















