- Capaian Terkini: Pendaftaran program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Kota Bekasi tercatat mencapai 12.344 Kepala Keluarga (KK) sejak dibuka pada Senin (12/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026).
- Target Sasaran: Pemkot Bekasi melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi menargetkan pendataan menyeluruh terhadap sekitar 800.000 KK yang tersebar di 12 kecamatan se-Kota Bekasi.
- Kekuatan Lapangan: Sebanyak 4.624 agen diterjunkan untuk mendampingi warga yang terkendala gawai atau literasi digital, melibatkan unsur aparatur, RT/RW, PKH, PSM, Karang Taruna, hingga TNI-Polri.
- Teknologi & Integrasi: Sistem dilengkapi pemindai wajah (face recognition) yang terhubung langsung dengan basis data Dukcapil, BPJS, Samsat, Kemensos, dan Kementerian ATR/BPN guna menyaring kelayakan penerima bansos secara otomatis.
DINAS SOSIAL (DINSOS) KOTA BEKASI mencatat pendaftaran program Perlindungan Sosial (Perlinsos Digital Kota Bekasi) baru menyentuh angka 12.344 kepala keluarga (KK) hingga Minggu (18/10/2026).
Capaian yang bergulir sejak Senin (12/10/2026) ini masih menyisakan pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Bekasi mengingat total target sasaran diproyeksikan menembus 800 ribu KK.
Guna memangkas kesenjangan angka tersebut, Dinsos Kota Bekasi mengerahkan 4.624 agen pendataan ke tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akselerasi Pendataan Perlinsos Digital Kota Bekasi di Tingkat Wilayah
Langkah masif ini diambil menyusul ditunjuknya Pemkot Bekasi oleh pemerintah pusat sebagai salah satu wilayah percontohan (piloting) proyek transformasi perlindungan sosial nasional. Pekerjaan rumah terbesarnya kini terletak pada kecepatan sosialisasi di seluruh wilayah, mulai dari Kecamatan Pondokgede, Jatiasih, Bantargebang, Medansatria, Mustikajaya, Rawalumbu, Jatisampurna, hingga Pondokmelati.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi, Robet Tua Parulian Siagian, mengungkapkan bahwa pelaksanaan di Kota Bekasi merupakan bagian dari perluasan proyek percontohan nasional tahap kedua.
”Kalau yang awalnya tahap satu ada 40 kabupaten/kota se-Indonesia, kita masuk di tahap dua, 153 kabupaten/kota. Kita sudah mulai sosialisasi, aktivasi agen-agen Perlinsos, kemudian sekarang prosesnya sudah berjalan,” kata Robet Tua Parulian Siagian kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (18/10/2026).
Mengapa Pendaftaran Perlinsos Digital Kota Bekasi Membutuhkan Ribuan Agen?
Pendaftaran Perlinsos Digital Kota Bekasi membutuhkan 4.624 agen lapangan untuk menjembatani kesenjangan akses teknologi bagi warga lanjut usia, kelompok rentan, maupun masyarakat yang tidak memiliki telepon pintar (smartphone).
Tanpa pendampingan langsung dari pintu ke pintu, kelompok warga yang justru paling membutuhkan jaring pengaman sosial berisiko tinggi tercecer dari sistem digital.
Pemkot Bekasi membuka dua jalur pendaftaran sekaligus, yakni skema mandiri melalui gawai masing-masing dan skema pendampingan melalui agen terverifikasi.
”Bagi warga yang paham teknologi dan memiliki HP, bisa mendaftar secara mandiri. Tapi bagi masyarakat yang tidak paham atau tidak punya HP, dibantu oleh agen-agen,” ujarnya.
Untuk memastikan jangkauan pendataan merata hingga ke tingkat rukun tetangga, ribuan agen tersebut direkrut dari berbagai elemen strategis:
- Aparatur pemerintah daerah di tingkat kelurahan dan kecamatan.
- Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
- Pengurus RT/RW dan kader Karang Taruna di tiap lingkungan.
- Unsur tiga pilar dari jajaran TNI dan Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas).
”Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pendataan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pendaftaran. Jadi tidak ada lagi yang tertinggal, karena semua orang bisa membantu tetangganya,” tutur Robet.
Verifikasi dan Dampak Perlinsos Digital terhadap Penyaluran Bansos?
Dampak utama penerapan Perlinsos Digital Kota Bekasi adalah penghapusan intervensi subjektif dalam penentuan penerima bantuan sosial (bansos) karena kelayakan warga ditentukan sepenuhnya oleh algoritma verifikasi lintas lembaga.
Artinya, terdaftar di dalam sistem bukan berarti satu keluarga otomatis berhak mengantongi kucuran dana bantuan.
Seluruh warga Kota Bekasi yang ditargetkan mencapai sekitar 800 ribu KK didorong masuk ke dalam pangkalan data terlebih dahulu untuk memetakan profil sosial-ekonomi daerah secara utuh.
”Karena kita tidak menentukan siapa dapat atau tidak dapat. Jadi kita daftarkan dulu semua. Nanti aplikasi ini yang akan melakukan verifikasi dan validasi, siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak,” jelasnya.
Guna menutup celah manipulasi data dan kebocoran bansos yang kerap dikeluhkan publik, sistem ini memadukan pemindaian biometrik dengan pencocokan aset serta status kependudukan secara real-time:
- Teknologi Biometrik: Validasi identitas berbasis pengenalan wajah (face recognition) untuk mencegah data ganda atau fiktif.
- Kependudukan & Kesehatan: Integrasi langsung dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi serta BPJS.
- Kepemilikan Aset & Pajak: Sinkronisasi data kepemilikan kendaraan bermotor melalui Samsat dan kepemilikan tanah/properti melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
- Kesejahteraan Sosial: Integrasi pangkalan data terpadu bersama Kementerian Sosial (Kemensos).
”Sistem Perlinsos Digital dirancang dengan dukungan teknologi pengenalan wajah atau face recognition, serta integrasi data dengan sejumlah lembaga, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), BPJS, Samsat, Kementerian Sosial, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),” tuturnya.
Melalui integrasi pangkalan data lintas kementerian dan lembaga tersebut, Pemkot Bekasi menargetkan penyaluran program perlindungan sosial ke depan berjalan jauh lebih transparan, akuntabel, serta mengikis praktik salah sasaran di lapangan.
Sudahkah keluarga Anda terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital Kota Bekasi? Bagikan informasi ini kepada warga di lingkungan RT/RW Anda dan tulis pengalaman pendaftaran Anda di kolom komentar.
Agar tidak ketinggalan informasi terkini seputar kebijakan publik dan layanan warga di Bekasi, segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















