Ancaman Banjir Mengintai, DBMSDA Desak BBWSCC Kebut Normalisasi Kali Bekasi di 8 Titik Kritis

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi DBMSDA Desak BBWSCC Kebut Normalisasi Kali Bekasi di 8 Titik Kritis.

Ilustrasi DBMSDA Desak BBWSCC Kebut Normalisasi Kali Bekasi di 8 Titik Kritis.

  • ​Pemkot Bekasi melalui DBMSDA Kota Bekasi mengusulkan pembangunan tanggul dan normalisasi di 8 titik Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Bekasi ke BBWSCC Kementerian PUPR.
  • ​Titik prioritas meliputi kawasan komersial dan pemukiman rawan banjir seperti Lotte Mart (Rawalumbu), Gang Mawar (Bekasi Timur), Pondok Mitra Lestari (Jatiasih), hingga Kampung Lebak (Bekasi Utara).
  • ​DBMSDA Kota Bekasi melobi pengalihan anggaran dari Kabupaten Bekasi yang terkendala pembebasan lahan, agar proyek vital di hilir ini dapat rampung pada 2027.
  • ​Pengendalian debit air ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya banjir bandang awal 2024 yang dipicu tingginya kiriman air dari kawasan hulu Bogor dan Puncak.

DINAS BINA MARGA dan SUMBER DAYA AIR (DBMSDA) KOTA BEKASI mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian PUPR untuk segera melanjutkan proyek Normalisasi Kali Bekasi pada tahun 2027.

Langkah strategis ini dibarengi dengan usulan pembangunan tanggul permanen di delapan titik rawan sebagai upaya penangkal utama banjir bandang di wilayah administrasi Pemkot Bekasi.

Desakan ini semakin kuat diutarakan setelah alokasi anggaran penanganan di wilayah Kabupaten Bekasi terancam tak terserap secara optimal akibat mandeknya proses pembebasan lahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Strategi DBMSDA Kota Bekasi Amankan Anggaran Normalisasi Kali Bekasi

​Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi yang krusial bersama perwakilan BBWSCC (Balai Cilicis) pada pekan lalu.

Pemkot Bekasi secara proaktif melobi agar dana konstruksi yang mandek di wilayah tetangga dapat segera dialihkan demi percepatan infrastruktur penahan banjir di Kota Bekasi.

​”Memang kita bersurat meminta untuk proyeksi Normalisasi Kali Bekasi. Memang saat ini ada anggaran untuk di wilayah Kabupaten lebih dulu. Namun kita dengar di kabupaten pengadaan tanahnya juga masih terkendala, maka ada peluang daripada anggaran konstruksinya tidak terserap, kita minta supaya dialihkan ke Kota Bekasi,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (22/09/2026).

​Di Mana Saja Titik Prioritas Pembangunan Tanggul Kali Bekasi?

​Pembangunan tanggul permanen tersebut akan diintegrasikan secara komprehensif pada titik-titik pemukiman serta area vital komersial yang selama ini menjadi langganan luapan air.

Setidaknya terdapat delapan lokasi kritis di Daerah Aliran Sungai yang masuk dalam draf usulan DBMSDA Kota Bekasi.

​Beberapa titik prioritas yang membentang di berbagai kecamatan meliputi:

  • ​Kawasan Lotte Mart (Rawa Panjang), Kecamatan Rawalumbu.
  • ​Pemukiman padat Gang Mawar (Kartini), Kecamatan Bekasi Timur.
  • ​Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Kecamatan Jatiasih.
  • ​Area Pasar Proyek dekat RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.
  • ​Kawasan Kampung Lebak, Kecamatan Bekasi Utara.

​”Jadi kita kurang lebih ada delapan titik lah yang kita usulkan ke BBWSCC agar dilakukan normalisasi sekaligus pembangunan Tanggul. Kemungkinan kan kita lagi proses. Nanti, kalau anggaran yang di alokasikan untuk di Kabupaten Bekasi tidak terserap, baru muncul anggaran baru di Kota Bekasi,” terang Idi.

​Kapan Proyek Normalisasi Kali Bekasi Akan Terealisasi Penuh?

​Berdasarkan keterangan resmi dari BBWSCC, status penanganan banjir secara komprehensif di Kota Bekasi saat ini masih tertahan dalam daftar tunggu (waiting list).

Birokrasi keuangan pusat mengharuskan adanya mekanisme evaluasi serapan anggaran secara bertahap.

​”Mudah-mudahan di Tahun 2027 bisa dilaksanakan. Karena kan enggak bisa di-switch, dipindah langsung anggarannya. Harus anggaran yang engga terserap dulu, nanti baru dibalikan, nah kemudian baru muncul anggaran baru lagi nanti untuk di wilayah Kota Bekasi,” tutur Idi memperjelas alur birokrasinya.

​Mengenai progres fisik di lapangan, penyelesaian infrastruktur sebenarnya sudah mencapai tahap akhir untuk porsi yang berada di wilayah Kota Bekasi.

​”Kalau paket pekerjaan di wilayah Kota Bekasi sendiri sebenarnya sudah hampir selesai. Tinggal yang berada di wilayah hilir Kabupaten Bekasi. Namun apabila lahan di wilayah hilir belum siap, dimungkinkan pekerjaan penanganannya bisa lebih dulu dilaksanakan di wilayah Kota Bekasi,” katanya membeberkan opsi percepatan.

​Terkait detail alokasi dana, Pemkot Bekasi mengakui kewenangan penuh berada di tangan kementerian pusat.

​”Itu seluruh pekerjaan normalisasi ada di wewenang Balai dan sifatnya multiyears. Jadi kami tidak mengetahui secara detail terkait penganggarannya. Yang terpenting bagi kami adalah terus berkoordinasi dan menyampaikan berbagai persoalan yang ada kepada BBWSCC,” jelasnya.

​Bagaimana Upaya Pemkot Bekasi Melobi Pemerintah Pusat?

​Menghadapi potensi cuaca ekstrem tahunan, Pemkot Bekasi kini tengah melakukan orkestrasi pendekatan lobi tingkat tinggi agar bantuan penanganan infrastruktur tersebut tidak meleset dari target.

​”Kita sedang pendekatan lobby kepada Pemerintah Pusat. Kemungkinan besar bisa masuk lah nantinya usulan itu. Kita berharap potensi banjir di Kota Bekasi ini bisa berkurang lah, Mudah-mudahan kalau 2027 ditutup semua kan kita lebih aman lagi, supaya semua wilayah Kota Bekasi yang tanggulnya masih pada bolong-bolong kita usulkan semua agar dilakukan pembangunan ataupun perbaikan,” pungkasnya tegas.

​Mengapa Pengendalian Debit Air dari Hulu Sangat Krusial?

​Bagi Pemkot Bekasi, keberlanjutan normalisasi Kali Bekasi adalah harga mati demi menjaga kapasitas sungai agar tetap optimal menahan tekanan air. Tragedi banjir dahsyat awal 2024 lalu menjadi alarm keras mengenai ancaman penyusutan daya tampung akibat limpasan material sedimentasi lumpur dari hulu.

​”Kalau banjir kemarin memang karena volume airnya sangat besar. Kita melihat perubahan tata guna lahan di wilayah hulu sudah banyak berubah, terutama di kawasan Bogor dan Puncak. Hal itu tentu berdampak terhadap besarnya debit air yang mengalir ke wilayah hilir seperti Kota Bekasi,” ungkap Idi.

​Kondisi wilayah hulu yang terus mengalami deforestasi dan perubahan fungsi lahan secara langsung merugikan warga di wilayah hilir seperti Kota Bekasi.

​”Kita merasakan saat itu debit air yang datang sangat besar. Bisa dibilang salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu pengendalian di wilayah hulu menjadi sangat penting. Kalau air bisa ditahan dan dikelola dengan baik di hulu, tentu dampaknya ke Kota Bekasi juga bisa berkurang,” tuturnya menutup pemaparan.

Pemerintah Kota Bekasi menaruh harapan besar agar rencana normalisasi yang dilanjutkan oleh BBWSCC benar-benar menguatkan fungsi Kali Bekasi sebagai saluran utama pengendali limpahan air dan memangkas sedimentasi lumpur.

Upaya preventif ini diharapkan menjadi tameng andal yang membebaskan masyarakat dari siksaan banjir luapan sungai di masa mendatang.

​Ingin selalu mendapatkan berita paling tajam, cepat, dan akurat seputar kebijakan pemerintah dan layanan publik di Kota Bekasi? Mari bergabung dan diskusikan informasi ini. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda senantiasa update setiap saat!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berantas Parkir Liar, Dishub Kota Bekasi Tindak Tegas Pelanggar di Kawasan Pemkot dengan Sanksi Gembos Ban
​Nasib 3.132 PPPK Paruh Waktu Pemkot Bekasi di Ujung Tanduk? OPD Wajib Setor Usulan Bulan Ini!
Pembakaran Sampah Ilegal Picu Kebakaran di Hutan Kota Bekasi, Disdamkarmat Turun Tangan
KADIN Dukung Penuh Wali Kota Bekasi Ngantor di RW, Dorong UMKM & Program Lingkar Keren Tepat Sasaran
Ditanya Urgensi Ngantor di RW, Wali Kota Bekasi Irit Bicara: Berani Kayak Apa?
Pesan Menohok Junaedi untuk 4 Calon Sekda Kota Bekasi: Jangan Berkuping Tipis dan Termakan Hoaks!
Bursa Sekda Kota Bekasi Memanas, Junaedi Titip Pesan Menohok untuk Suksesornya!
Sapu Bersih Birokrasi, Pemkot Bekasi Pecat Puluhan Pegawai: PPPK Terbanyak, Dishub Terseret Pungli!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:53 WIB

Berantas Parkir Liar, Dishub Kota Bekasi Tindak Tegas Pelanggar di Kawasan Pemkot dengan Sanksi Gembos Ban

Selasa, 22 September 2026 - 13:05 WIB

Ancaman Banjir Mengintai, DBMSDA Desak BBWSCC Kebut Normalisasi Kali Bekasi di 8 Titik Kritis

Selasa, 22 September 2026 - 12:27 WIB

​Nasib 3.132 PPPK Paruh Waktu Pemkot Bekasi di Ujung Tanduk? OPD Wajib Setor Usulan Bulan Ini!

Selasa, 22 September 2026 - 11:17 WIB

Pembakaran Sampah Ilegal Picu Kebakaran di Hutan Kota Bekasi, Disdamkarmat Turun Tangan

Senin, 21 September 2026 - 17:47 WIB

Ditanya Urgensi Ngantor di RW, Wali Kota Bekasi Irit Bicara: Berani Kayak Apa?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x