Rp2,82 Triliun APBD Kota Bekasi Belum Terserap: Belanja Pegawai Lancar, Belanja Pembangunan Tersendat!

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis serapan APBD Kota Bekasi 2026.

Infografis serapan APBD Kota Bekasi 2026.

  • ​Dana Mengendap: Sebanyak Rp2,82 triliun (37,55 persen) dari total pagu APBD Kota Bekasi Tahun 2026 sebesar Rp7,52 triliun belum terealisasi hingga akhir Oktober 2026.
  • ​Realisasi Aktual: Serapan anggaran Pemkot Bekasi baru menyentuh angka 62,45 persen atau senilai Rp4,69 triliun di tengah sisa waktu efektif dua bulan (November–Desember 2026).
  • ​Evaluasi Berbasis Sistem: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Muhammad Solikhin, memantau dan mengevaluasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bekasi melalui Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (Sismontep) di Kompleks Perkantoran Pemkot Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (05/11/2026).
  • ​Ketimpangan Belanja: Penyerapan belanja pegawai berjalan rutin tanpa kendala, sedangkan belanja pembangunan fisik dan sektor riil masih membutuhkan akselerasi ekstra.

DANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KOTA BEKASI TAHUN 2026 sebesar Rp2,82 triliun (37,55 persen) masih mengendap dan belum terserap hingga akhir Oktober lalu.

Kondisi ini memicu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Muhammad Solikhin, mengevaluasi ketat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bekasi yang lamban merealisasikan belanja pembangunan.

Langkah akselerasi tersebut ditegaskan di Kompleks Perkantoran Pemkot Bekasi, Kamis (05/11/2026), mengingat sisa waktu anggaran tinggal dua bulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Evaluasi Ketat Serapan APBD Kota Bekasi dan Pengawasan Eksekutif Wali Kota Bekasi

​Rendahnya persentase realisasi anggaran menjelang akhir tahun anggaran menjadi sorotan serius di lingkungan Pemkot Bekasi.

Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang membantu tugas eksekutif Wali Kota Bekasi dalam pengawasan fiskal daerah, Sekda Kota Bekasi Muhammad Solikhin mulai menginstruksikan percepatan eksekusi program di seluruh lini perangkat daerah.

​Langkah darurat birokrasi ini diambil agar dana publik bernilai triliunan rupiah tidak berakhir menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang gagal dinikmati masyarakat tepat waktu.

​Bagaimana Cara Pemkot Bekasi Mengevaluasi OPD yang Lambat Menyerap Anggaran?

​Pemkot Bekasi mengevaluasi kinerja penyerapan anggaran setiap perangkat daerah secara real-time menggunakan instrumen digital Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (Sismontep).

Aplikasi pengawasan internal ini dikelola langsung oleh Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi untuk memetakan instansi mana saja yang progres kerjanya masih berjalan di tempat.

​”Evaluasi terhadap perkembangan penyerapan anggaran setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tengah dilakukan Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (Sismontep) yang dikelola Bagian Pembangunan,” kata Muhammad Solikhin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (05/11/2026).

​Melalui peta data Sismontep tersebut, Sekda memfokuskan penyisiran pada OPD teknis yang memiliki alokasi belanja modal dan belanja pembangunan besar, seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi.

​”Nanti saya lihat di Sismontep, sistem informasi yang ada di Bagian Pembangunan. Saya akan evaluasi, mana-mana OPD yang tidak melakukan penyerapan,” ujarnya.

​Berapa Rincian Realisasi APBD Kota Bekasi Tahun 2026 Hingga Saat Ini?

​Realisasi penyerapan APBD Kota Bekasi Tahun 2026 hingga akhir Oktober tercatat baru mencapai angka 62,45 persen dari keseluruhan pagu belanja daerah.

Masih tertahannya lebih dari sepertiga anggaran daerah ini menuntut kerja ekstra seluruh kepala perangkat daerah di sisa waktu sekitar 60 hari kalender kerja.

​Berdasarkan data laporan keuangan Pemkot Bekasi hingga periode akhir Oktober 2026, rincian postur serapan anggaran meliputi:

  • ​Total Pagu Belanja Daerah 2026: Rp7,52 triliun.
  • ​Realisasi Belanja Daerah (Terserap): Rp4,69 triliun (62,45 persen).
  • ​Dana Belum Terealisasi (Mengendap): Rp2,82 triliun (37,55 persen).
  • ​Sisa Waktu Pelaksanaan Anggaran: 2 bulan efektif (November–Desember 2026).

​Apa Dampak Lambatnya Belanja Pembangunan terhadap Ekonomi Kota Bekasi?

​Lambatnya penyerapan belanja pembangunan berdampak langsung pada tertundanya efek domino pertumbuhan ekonomi lokal dan perputaran uang di sektor riil Kota Bekasi.

Belanja pemerintah daerah pada proyek infrastruktur, perbaikan jalan lingkungan di berbagai kecamatan mulai dari Medansatria, Rawalumbu, Jatiasih, hingga Bantargebang, serta pengadaan barang dan jasa merupakan motor penggerak utama likuiditas daerah.

​Solikhin menekankan bahwa seluruh perangkat daerah tidak boleh menunda-nunda eksekusi kegiatan mengingat batas waktu tutup buku tahun anggaran 2026 semakin sempit.

​”Karena bagaimanapun kalau kita bicara sektor riil di pembangunan itu sebenarnya stimulus pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

​Percepatan realisasi belanja pembangunan diyakini mampu menjaga kelancaran program pelayanan publik Pemkot Bekasi sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda bisnis pelaku usaha lokal.

​Bagaimana Kondisi Penyerapan Belanja Pegawai Pemkot Bekasi Tahun 2026?

​Penyerapan anggaran pada pos belanja pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi berada dalam kondisi sangat baik, lancar, dan tidak mengalami kendala administratif.

Berbeda tajam dengan serapan belanja pembangunan fisik yang masih tersendat di sejumlah instansi, pencairan hak-hak aparatur negara berjalan sesuai jadwal.

​Solikhin memastikan seluruh komponen gaji serta tunjangan rutin aparatur sipil negara (ASN) telah terdistribusi tepat waktu tanpa adanya penundaan pembayaran.

​”Kalau penyerapan belanja pegawai memang bagus, tidak ada masalah. Sudah rutin, tidak ada yang tertunda,” katanya.

​Kini, publik menanti ketegasan langkah evaluasi Pemkot Bekasi melalui Sismontep agar dana Rp2,82 triliun yang masih mengendap dapat segera terkonversi menjadi pembangunan nyata yang berkualitas, bukan sekadar kejar tayang proyek di penghujung tahun.

​Bagaimana kondisi pembangunan infrastruktur di lingkungan RT/RW atau kecamatan tempat tinggal Anda menjelang akhir tahun ini? Sampaikan pengamatan Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu mendapatkan informasi terhangat dan terpercaya seputar Bekasi setiap hari.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sasar 833.000 KK, Pendataan Perlinsos Kota Bekasi Baru Capai 11,86 Persen: Dinsos Desak Warga Aktif Daftar Mandiri!
Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi
Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot
Baru Menjabat Sekda Kota Bekasi, Harta Muhammad Solikhin Adik Ipar Wali Kota Capai Rp4,7 Miliar: Ini Rincian LHKPN-nya!
Uji Nyali 22 Kandidat Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031
Kawal Visi Wali Kota Bekasi, Mampukah Sekda Muhammad Solikhin Satukan Komando 23.000 ASN?
Imunisasi Kejar Puskesmas Bintara Kota Bekasi Tembus 91,4 Persen, 3 Balita Zero Dose Kini Disisir Petugas
Kakanwil BPN Jabar Apresiasi Inovasi Si-RIMA dan PTSL Kantah Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

Rp2,82 Triliun APBD Kota Bekasi Belum Terserap: Belanja Pegawai Lancar, Belanja Pembangunan Tersendat!

Kamis, 5 November 2026 - 09:16 WIB

Sasar 833.000 KK, Pendataan Perlinsos Kota Bekasi Baru Capai 11,86 Persen: Dinsos Desak Warga Aktif Daftar Mandiri!

Rabu, 4 November 2026 - 21:07 WIB

Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi

Rabu, 4 November 2026 - 16:10 WIB

Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot

Rabu, 4 November 2026 - 15:32 WIB

Baru Menjabat Sekda Kota Bekasi, Harta Muhammad Solikhin Adik Ipar Wali Kota Capai Rp4,7 Miliar: Ini Rincian LHKPN-nya!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x