- Keputusan Akhir Mediasi: Debit air dari Proyek Sodetan Jalan Joyo Martono, Kota Bekasi, dipastikan batal dibuang ke aliran Kali Sasak Jarang untuk mencegah banjir kiriman di Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
- Nilai Anggaran & Skala Dampak: Proyek peningkatan saluran drainase dari arah Perumahan AURI ini menelan anggaran Rp2,2 miliar dan sempat memicu gelombang protes warga dari 16 RT di Kelurahan Jatimulya pada Sabtu (03/10/2026).
- Ketidakhadiran Aparatur Pemkot Bekasi: Mediasi tahap kedua dikawal langsung oleh Camat Tambun Selatan Sopian Hadi dan Lurah Jatimulya Acep Abdi Eka Pradana (ASN Pemkab Bekasi), namun tidak dihadiri Camat Bekasi Timur Arie Halimatusaida maupun Lurah Margahayu Siti Sopiah (ASN Pemkot Bekasi).
- Anulir Rencana Awal: Kesepakatan ini membatalkan pernyataan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, pada Rabu (07/10/2026) yang sebelumnya bersikeras mengarahkan muara proyek ke Kali Sasak Jarang.
WARGA PERUMAHAN BULAK KAPAL PERMAI (BKP), Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya bernapas lega setelah Proyek Sodetan Jalan Joyo Martono resmi batal dibuang ke Kali Sasak Jarang.
Keputusan krusial atas proyek drainase milik Pemkot Bekasi senilai Rp2,2 miliar ini dicapai melalui mediasi tahap kedua yang dikawal langsung oleh jajaran ASN Pemkab Bekasi.
Ironisnya, forum penentu solusi banjir lintas wilayah tersebut justru tidak dihadiri perwakilan aparatur kewilayahan Pemkot Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Titik Terang Polemik Proyek Sodetan Jalan Joyo Martono Lintas Wilayah
Gelombang penolakan warga perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi terhadap pembangunan gorong-gorong raksasa di Jalan Joyo Martono, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, akhirnya mencapai titik temu.
Kehadiran aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bekasi, yakni Camat Tambun Selatan Sopian Hadi dan Lurah Jatimulya Acep Abdi Eka Pradana, menjadi kunci pengamanan aspirasi warga Perumahan BKP dalam mediasi tahap kedua.
Sayangnya, komitmen penyelesaian masalah lintas batas administratif ini tercoreng oleh absennya perwakilan ASN kewilayahan Pemkot Bekasi.
Baik Camat Bekasi Timur Arie Halimatusaida maupun Lurah Margahayu Siti Sopiah tercatat tidak hadir dalam forum mediasi tahap kedua tersebut.
Mengapa Proyek Sodetan Jalan Joyo Martono Batal Dibuang ke Kali Sasak Jarang?
Alasan utama pembatalan pembuangan debit air ke Kali Sasak Jarang adalah untuk mencegah ancaman banjir kiriman yang berpotensi merendam pemukiman warga di Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan.
Lurah Jatimulya, Acep Abdi Eka Pradana, memastikan bahwa aliran air sodetan dari arah Perumahan AURI tidak akan bermuara ke sungai yang melintasi wilayah warganya tersebut.
”Sebenarnya Kota Bekasi untuk memperbaiki wilayahnya, itu kami persilakan. Yang penting tidak ada irisan kaitannya ke pihak BKP,” kata Lurah Jatimulya, Acep Abdi Eka Pradana kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di hadapan warga BKP, Rabu (14/10/2026).
Lebih lanjut, Acep menginstruksikan seluruh pengurus lingkungan dan warga Kelurahan Jatimulya untuk memperketat pengawasan terhadap pengerjaan proyek peningkatan saluran senilai Rp2,2 miliar tersebut.
Langkah pengawalan langsung di lapangan dinilai mutlak agar kontraktor pelaksana tidak melanggar kesepakatan secara sepihak.
”Intinya, Bapak RW dan warga awasin saja, kalau sampai dijebol berarti melanggar. Tolong juga kita jaga hubungan dengan warga kota (Bekasi). Jangan ada fitnah apa-apa lagi,” tegasnya.
Apa Dampak Proyek Drainase Rp2,2 Miliar bagi Warga Kelurahan Jatimulya?
Dampak paling krusial yang dikhawatirkan warga dari proyek drainase tanpa kajian komprehensif ini adalah meluapnya kapasitas Kali Sasak Jarang saat curah hujan tinggi.
Kekhawatiran ini memicu aksi protes ratusan warga dari 16 RT di Kelurahan Jatimulya pada Sabtu (03/10/2026) lalu, bahkan warga sempat memasang spanduk penolakan bertuliskan permohonan kepada Wali Kota Bekasi karena ancaman banjir dinilai telah nyata.
Berikut adalah rincian fakta dan kronologi polemik proyek drainase di perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi tersebut:
- Nilai Proyek: Rp2,2 miliar (proyek peningkatan saluran/gorong-gorong Jalan Joyo Martono, Kota Bekasi).
- Skala Penolakan: Melibatkan ratusan warga dari 16 RT di Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
- Akar Masalah: Trauma mendalam warga akibat bencana banjir besar yang menenggelamkan pemukiman mereka pada akhir tahun 2025.
- Tuntutan Warga: Evaluasi total dan kajian tata air ulang secara komprehensif sebelum proyek dilanjutkan.
Bagaimana Nasib Rencana Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi?
Keputusan mediasi tahap kedua ini secara otomatis menganulir skema awal yang dirancang oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Sebelumnya, pada Rabu (07/10/2026), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, sempat bersikukuh bahwa proyek sodetan akan tetap berjalan dan membuang aliran airnya ke Kali Sasak Jarang.
”Secara catchment area-nya memang buangnya ke situ, tidak ada lokasi lainnya lagi,” kata Idi saat itu.
Kini, melalui kesepakatan terbaru yang dikawal Pemkab Bekasi, klaim sepihak mengenai daerah tangkapan air (catchment area) tersebut tidak lagi berlaku tanpa persetujuan warga terdampak.
Setiap rencana lanjutan dari Pemkot Bekasi—baik berupa pembangunan polder maupun kolam retensi—wajib dikoordinasikan secara resmi dengan warga BKP dan perangkat daerah Kelurahan Jatimulya agar sistem drainase raksasa itu tidak membebani Kali Sasak Jarang.
(Baca Juga: Warga 16 RT Jatimulya Tolak Proyek Gorong-Gorong Jalan Joyo Martono Kota Bekasi)
Hingga berita ini ditayangkan, warga Perumahan Bulak Kapal Permai bersama pengurus RT/RW setempat terus melakukan pemantauan berkala di titik perbatasan proyek untuk memastikan tidak ada pembongkaran tembok saluran menuju Kali Sasak Jarang.
Sinergi dan transparansi lintas pemerintah daerah antara Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi kini dinantikan warga agar penanganan banjir di satu wilayah tidak justru mengorbankan wilayah tetangga.
Bagaimana pendapat Anda terkait koordinasi proyek penanganan banjir lintas wilayah di Bekasi ini? Tuliskan tanggapan Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini kepada warga sekitar, dan baca terus ulasan mendalam seputar layanan publik Bekasi lainnya di RakyatBekasi.Com.
Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu update dengan informasi terkini dan terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















