- Perubahan Skema Teknis: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi membatalkan skema aliran sodetan langsung ke Kali Sasak Jarang dan menggantinya dengan pembangunan tampungan air memanjang (long storage).
- Titik Lokasi & Dampak: Proyek berada di kawasan perbatasan Kelurahan Margahayu (Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi) dan Desa Jatimulya (Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi), menyusul keberatan warga Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP).
- Mekanisme Pengendalian Air: Air dari saluran sodetan akan ditampung terlebih dahulu di galian memanjang di lahan sisi sungai sebelum limpahannya (overflow) dialirkan secara bertahap ke Kali Sasak Jarang.
- Status Pengerjaan (18/10/2026): Usai tercapai kesepakatan resmi antara Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi, pengerjaan fisik proyek sodetan perbatasan dipastikan telah kembali berjalan.
DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR (DBMSDA) KOTA BEKASI resmi mengubah skema proyek sodetan di perbatasan Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi dan Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (18/10/2026).
Alih-alih mengalirkan air langsung ke Kali Sasak Jarang yang memicu keberatan warga Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP), Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi menyepakati pembangunan tampungan memanjang (long storage).
Solusi teknis ini memastikan pengerjaan proyek di kawasan perbatasan tersebut kembali berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kompromi DBMSDA Kota Bekasi dan Pemkab Bekasi Atasi Polemik Sodetan Perbatasan
Proyek penanganan tata air di wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi sempat menyita perhatian publik akibat kekhawatiran warga akan lonjakan debit air kiriman.
Langkah revisi desain menjadi krusial agar infrastruktur pengendali banjir di satu titik tidak justru menciptakan beban genangan baru bagi permukiman di wilayah hilir.
Mengapa Proyek Sodetan Batal Dialirkan Langsung ke Kali Sasak Jarang?
Proyek sodetan tersebut batal dialirkan langsung ke Kali Sasak Jarang karena adanya potensi keberatan dari warga Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP) yang bermukim di sekitar kawasan perbatasan Desa Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dengan Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Warga mengkhawatirkan pembuangan debit air secara langsung tanpa penahan akan memperparah risiko luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Merespons dinamika di lapangan, Pemkot Bekasi melalui DBMSDA Kota Bekasi segera duduk bersama jajaran Pemkab Bekasi guna mencari jalan tengah yang aman bagi warga di kedua wilayah administratif.
Pertemuan lintas daerah itu akhirnya melahirkan keputusan teknis untuk membangun fasilitas penampungan sementara sebelum air masuk ke badan sungai.
”Jadi, kemarin sudah dilakukan pertemuan antara pihak kota dan kabupaten. Hasilnya, dibuatkan long storage dulu,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Minggu (18/10/2026).
Bagaimana Cara Kerja Long Storage di Pinggir Kali Sasak Jarang?
Cara kerja long storage di pinggir Kali Sasak Jarang adalah dengan menampung debit air dari saluran sodetan ke dalam galian tanah memanjang terlebih dahulu, sehingga hanya air limpasan (overflow) yang terbuang secara perlahan ke aliran sungai.
Skema ini berfungsi meredam kecepatan sekaligus volume puncak aliran air agar kapasitas tampung Kali Sasak Jarang tidak langsung meluap saat hujan deras.
Idi menerangkan bahwa pemanfaatan lahan di bantaran sungai menjadi kunci utama dalam penerapan rekayasa teknis tersebut.
Dengan adanya tampungan memanjang ini, saluran sodetan tidak lagi terhubung lurus secara langsung ke badan Kali Sasak Jarang sebagaimana rencana awal.
”Ada lahan di pinggir Kali Sasak Jarang yang dibuat galian memanjang. Air ditampung dulu, nanti limpahannya dibuang ke Kali Sasak Jarang,” katanya.
Secara rinci, perubahan skema teknis proyek sodetan di perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi ini mencakup beberapa poin penting:
- Desain Awal: Saluran sodetan dirancang menembus langsung ke badan Kali Sasak Jarang tanpa kolam penahan.
- Kendala Lapangan: Muncul potensi keberatan dari warga Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP) terkait risiko daya tampung sungai.
- Desain Baru (Revisi): Pembangunan galian memanjang (long storage) di lahan pinggir Kali Sasak Jarang sebagai zona penyangga (buffer zone) air.
- Sistem Aliran: Air masuk ke kolam galian lebih dulu, kemudian hanya limpahannya yang dialirkan secara terkendali ke Kali Sasak Jarang.
Bagaimana Status Terkini Pengerjaan Proyek Sodetan Perbatasan Bekasi?
Status terkini pengerjaan proyek sodetan di kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi telah kembali berjalan normal setelah tercapainya kesepakatan pembangunan long storage antara kedua pemerintah daerah.
Tim teknis DBMSDA Kota Bekasi langsung bergerak di lapangan untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan lintas wilayah tersebut.
Kepastian berlanjutnya proyek ini sekaligus menjawab spekulasi mengenai nasib penanganan drainase di kawasan perbatasan timur Kota Bekasi yang sebelumnya sempat terhenti sementara.
Pemerintah daerah berharap skema baru ini mampu mengakomodasi kebutuhan pengendalian banjir tanpa merugikan warga di sekitar bantaran sungai.
”Sudah sepakat seperti itu, kita tindak lanjuti, dan pekerjaannya sudah berjalan lagi sekarang,” jelasnya.
Keberhasilan eksekusi long storage di sisi Kali Sasak Jarang kini menjadi ujian nyata bagi sinergi Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi dalam menuntaskan persoalan banjir lintas batas menjelang puncak musim penghujan.
Bagaimana menurut Anda terkait solusi pembangunan long storage di perbatasan Kota dan Kabupaten Bekasi ini? Apakah cukup efektif mencegah luapan air di kawasan Bulak Kapal Permai? Sampaikan tanggapan Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini kepada warga sekitar, dan baca terus laporan mendalam seputar infrastruktur Bekasi lainnya.
Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu mendapatkan pembaruan berita terkini setiap hari.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















