DPRD Minta Pemkot Bekasi Mitigasi Konflik Warga Pasca Groundbreaking Proyek PSEL Sumurbatu

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, saat menghadiri seremoni groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, Rabu (26/08/2026). Ia mengingatkan Pemkot Bekasi untuk segera merumuskan langkah antisipasi terkait potensi konflik warga selama proses konstruksi pabrik.

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, saat menghadiri seremoni groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, Rabu (26/08/2026). Ia mengingatkan Pemkot Bekasi untuk segera merumuskan langkah antisipasi terkait potensi konflik warga selama proses konstruksi pabrik.

  • ​DPRD Kota Bekasi mendesak Pemkot Bekasi memitigasi potensi konflik sosial warga terdampak Proyek PSEL Sumurbatu, Bantargebang.
  • ​Evaluasi pematangan lahan sebelumnya menuai protes keras dari masyarakat akibat paparan debu dan mobilitas kendaraan berat.
  • ​Berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN), kendala pembangunan fisik berpotensi memicu teguran pusat dan sorotan berskala nasional.

Komisi 2 DPRD Kota Bekasi memberikan peringatan tegas kepada Pemkot Bekasi agar tidak lengah usai peresmian groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Bantargebang, Rabu (26/08/2026).

Langkah mitigasi dinilai sangat krusial guna meredam potensi gesekan sosial antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar selama fase konstruksi fisik berlangsung.

​Mengawal Kelancaran Proyek PSEL Sumurbatu Tanpa Korbankan Warga

​Pelaksanaan groundbreaking yang dihadiri oleh Pemerintah Pusat, Danantara, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah awal krusial. Namun, keberhasilan sebenarnya terletak pada mulusnya tahapan konstruksi di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Hari ini kita sudah melakukan ground breaking bersama seluruh stakeholder, baik dari Danantara, Kementerian Koordinator maupun pihak terkait lainnya. Nah, yang menjadi perhatian kami di Komisi II adalah proses pembangunannya. Jangan sampai nanti proses pembangunan ini justru terhambat,” kata Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (27/08/2026).

​Mengapa Konstruksi Proyek PSEL Sumurbatu Berpotensi Memicu Protes Warga?

​Potensi penolakan atau keluhan warga berakar dari rekam jejak pada fase pematangan lahan sebelumnya, di mana aktivitas proyek secara langsung mengganggu kenyamanan dan mobilitas di area permukiman warga setempat.

​”Kita sama-sama mengetahui saat proses pematangan lahan kemarin sempat ada protes dari warga terkait debu maupun tumpahan tanah yang melewati wilayah mereka. Ini sempat menjadi persoalan yang diprotes oleh masyarakat,” katanya.

​Pembangunan pabrik berkapasitas masif ini dipastikan akan membawa intensitas kendaraan berat dan paparan polusi yang tidak sedikit.

​”Nah, kita tidak ingin ketika proses pembangunan nanti, apalagi ini membangun pabrik yang sangat besar, justru menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan masyarakat atau memunculkan hambatan-hambatan dari warga yang merasa terdampak,” ujarnya.

​Apa Langkah Mendesak yang Harus Dilakukan Pemkot Bekasi?

​Pemkot Bekasi diwajibkan menyusun skema antisipasi dan pengawasan ketat sejak dini agar ekses sosial maupun masalah lingkungan dapat diredam sebelum meluas.

​”Ini harus segera diantisipasi oleh Pemerintah Kota Bekasi. Sehingga tidak terjadi gesekan dengan masyarakat sekitar atau warga terdampak, baik yang berkaitan dengan proses pengerjaan maupun persoalan lainnya,” tegasnya.

​Perencanaan yang matang menjadi satu-satunya kunci agar pengalaman buruk saat land clearing tidak menjadi preseden berulang yang justru menghentikan laju proyek.

​”Kalau ini tidak diantisipasi sejak awal, kita khawatir kejadian yang sama seperti saat pematangan lahan kemarin bisa terulang kembali. Karena itu perlu perencanaan, perhitungan, dan pengawasan yang matang dari seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan PSEL,” ungkapnya.

​Apa Dampak Nasional Jika Proyek PSN Ini Terhambat?

​Sebagai infrastruktur krusial, setiap kelalaian komunikasi di tingkat daerah akan langsung berdampak pada pencapaian target nasional. Kelancaran proyek mutlak menjadi tanggung jawab eksekutif.

​”Antisipasi terhadap potensi gesekan di lingkungan ini harus menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Bekasi. Karena menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan PSEL dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” katanya.

​Lebih jauh, resistensi lokal akibat diabaikannya aspirasi warga bisa memancing sentimen negatif berskala besar yang merugikan kredibilitas Pemkot Bekasi.

​”Karena ini proyek strategis nasional, tentu sorotannya akan berskala nasional. Kalau ada persoalan di lapangan yang menjadi hambatan pembangunan, pasti akan mendapat perhatian dan terekspos secara luas. Maka kita harus menjaga agar proses pembangunan ini berjalan lancar sebagai bagian dari keberhasilan pengawalan Pemerintah Kota Bekasi,” pungkasnya.

Pengawalan ketat dari unsur legislatif diharapkan mampu mendorong eksekutif bekerja lebih responsif dan terukur demi terwujudnya infrastruktur energi baru yang ramah lingkungan di Kota Bekasi.

​Mari terus pantau perkembangan kebijakan daerah dan isu-isu publik terkini! Bagikan artikel ini, sampaikan opini Anda di kolom komentar, dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update dengan berita terpercaya.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Junaedi Pensiun Oktober Mendatang, Komisi I Bongkar Kriteria Krusial Calon Sekda Kota Bekasi
Kali Bekasi Tercemar 3 Kali di 2026, Komisi II DPRD Jadwalkan Pemanggilan DLH Kota Bekasi
Kali Bekasi Tiga Kali Tercemar dalam Setahun, DPRD Desak Bentuk Satgas Lintas Sektoral Anti Saling Tunjuk!
Jangan Cuma Jadi Penonton! DPRD Kota Bekasi Desak Pemuda Bangkit Kawal Revolusi Prabowo
Komisi III Ultimatum PTMP Bereskan Infrastruktur Relokasi PKL Pasar Baru Bekasi dalam Sepekan
Status Lahan Tanggul PML Jatiasih “Clear and Clean”, DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Segera Bongkar Bangunan Liar!
Bahas KUA-PPAS Perubahan, Ketua DPRD Kota Bekasi Pasang Target Realisasi PAD 90 Persen
DPRD Kota Bekasi Desak Kementerian PKP Verifikasi Ketat Program Bedah Rumah Presiden Prabowo
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:31 WIB

Junaedi Pensiun Oktober Mendatang, Komisi I Bongkar Kriteria Krusial Calon Sekda Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 10:47 WIB

Kali Bekasi Tercemar 3 Kali di 2026, Komisi II DPRD Jadwalkan Pemanggilan DLH Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Kali Bekasi Tiga Kali Tercemar dalam Setahun, DPRD Desak Bentuk Satgas Lintas Sektoral Anti Saling Tunjuk!

Kamis, 3 September 2026 - 21:58 WIB

Jangan Cuma Jadi Penonton! DPRD Kota Bekasi Desak Pemuda Bangkit Kawal Revolusi Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 18:29 WIB

Komisi III Ultimatum PTMP Bereskan Infrastruktur Relokasi PKL Pasar Baru Bekasi dalam Sepekan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x