Dugaan Pungli TPG di Bekasi, Oknum Guru di Grup WA: ‘Selama Ini Aman, Kenapa Baru Viral?’

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awak media tengah mengonfirmasi sejumlah guru dan operator sekolah terduga pelaku pungli di SDN Jati Cempaka 1, Rabu (16/07/2025).

Awak media tengah mengonfirmasi sejumlah guru dan operator sekolah terduga pelaku pungli di SDN Jati Cempaka 1, Rabu (16/07/2025).

Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap dana Tunjangan Profesi Guru (TPG) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi semakin ramai diperbincangkan.

Sejumlah laporan dari berbagai sumber mengindikasikan adanya pemotongan dana sertifikasi guru yang diduga terjadi secara sistematis dan telah berlangsung lama.

Praktik ini kembali menjadi sorotan setelah munculnya pengakuan dari beberapa guru dan bocornya percakapan dari sebuah grup WhatsApp yang menunjukkan reaksi tak terduga dari oknum yang terlibat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besaran Pungutan Bervariasi di Tiap Kecamatan

Menurut informasi yang dihimpun, besaran pungutan bervariasi di setiap wilayah. Seorang sumber guru di Kecamatan Bantargebang yang meminta identitasnya dirahasiakan, membenarkan adanya pemotongan.

“Kalau di sini cuma Rp300 ribu,” katanya singkat saat dihubungi pada Senin (21/07/2025).

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Mustikajaya, praktik serupa diduga terjadi dengan nominal yang lebih besar, rata-rata mencapai Rp500 ribu per guru.

Aliran dana dari pungutan ini diduga mengalir ke berbagai pihak, mulai dari Operator Sekolah, Kepala Sekolah, Unit Pelaksana Pendidikan (UPP), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), hingga oknum di Dinas Pendidikan.

Reaksi Mengejutkan dari Grup WhatsApp Guru

Ironisnya, di tengah sorotan publik terhadap kasus di SDN Jaticempaka I, muncul reaksi tak terduga dari sebuah grup WhatsApp yang diduga beranggotakan guru di sekolah tersebut. Mereka terkesan menganggap lumrah praktik ini dan heran mengapa baru sekarang menjadi masalah.

Sumber media berhasil memperoleh tangkapan layar percakapan tersebut, yang isinya antara lain:

“Selama ini aman-aman aja tuh mengenai serti kenapa tiba-tiba muncul ke permukaan ya. Ada apa gerangan? Selalu ingin jadi yang terdepan SDN JATICEMPAKA 1,” tulis seorang anggota grup.

Pesan tersebut kemudian dibalas dengan nada yang terkesan sinis oleh anggota lain:

“ALHAMDULILLAH OPERATOR MAU NAIK KELAS,”

Bahkan, ada yang menyambut sorotan media dengan suka cita seolah sebuah prestasi. “Alhamdulillah viral,” tulis anggota lainnya.

Praktik Lama yang Baru Terungkap ke Permukaan

Keheranan para oknum tersebut mengonfirmasi bahwa praktik pungli TPG ini bukanlah hal baru. Sumber menyebutkan bahwa tindakan ini telah terjadi selama bertahun-tahun dan seolah menjadi “tradisi” yang tak tersentuh, meskipun Inspektorat disebut sudah pernah mengambil tindakan sebelumnya.

Terungkapnya kasus ini ke publik lantas tidak menimbulkan kekhawatiran, melainkan keheranan mengapa “zona nyaman” mereka terusik.

Perlunya Tindak Lanjut dari Aparat Terkait

Kasus ini menjadi alarm keras bagi institusi terkait di Kota Bekasi. Tunjangan Profesi Guru (TPG) adalah hak mutlak para pendidik sebagai penghargaan atas profesionalisme mereka, yang diatur oleh negara.

Praktik pungli tidak hanya merugikan para guru secara finansial, tetapi juga mencederai marwah dunia pendidikan dan berpotensi menjadi tindak pidana korupsi.

Publik menantikan langkah tegas dari Inspektorat, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, hingga aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan ini dan memberikan sanksi tegas jika terbukti.

Masyarakat dan para pendidik yang mengetahui praktik serupa diimbau untuk berani melapor melalui kanal resmi Inspektorat Daerah atau Satgas Saber Pungli agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau
​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!
Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:04 WIB

​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x