Kecam Brutalitas Aparat dan Desak Reformasi Polri, DPP GMNI Rilis Panca Tuntutan Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​JAKARTA — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merilis pernyataan sikap resmi yang berisi lima tuntutan rakyat terkait situasi politik dan insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) dalam demonstrasi. Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Ketua Umum Riyadi Fahlevi dan Sekretaris Jenderal Patra Dewa, GMNI menyoroti adanya ujian berat terhadap praktik berdemokrasi di Indonesia.

Menurut GMNI, situasi ini diperparah oleh dua fenomena: pertama, kegagalan DPR RI dalam menyerap aspirasi rakyat dan kedua, maraknya tindakan represif oleh institusi kepolisian dalam merespons ekspresi ketidakpuasan masyarakat.

GMNI menilai eskalasi masalah sosial politik tidak hanya menciptakan ketegangan, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Lima Tuntutan GMNI

​Dalam rilis tersebut, GMNI secara tegas mengajukan lima tuntutan utama sebagai berikut:

  1. ​Pemecatan Ahmad Sahroni: GMNI mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk mengambil langkah hukum, yaitu pemecatan, terhadap Ahmad Sahroni. Sahroni, selaku Wakil Ketua Komisi 3 dari Fraksi Nasdem, dinilai telah melontarkan pernyataan provokatif yang berpotensi menyebabkan kerusuhan dan mengganggu stabilitas keamanan nasional.
  2. ​DPR Dengarkan Aspirasi Rakyat: GMNI menuntut agar DPR mengutamakan aspirasi rakyat dan membuka ruang dialog atas tuntutan pembahasan kenaikan tunjangan fantastis DPR. Tuntutan ini dianggap sebagai bentuk keprihatinan mendalam GMNI terhadap kondisi rakyat.
  3. ​Usut Tuntas Kasus Ojol Tewas: GMNI menuntut pertanggungjawaban aparat atas tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan, yang terlindas mobil rantis Brimob. GMNI mendesak agar oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini dipecat dan diproses hukum.
  4. ​Reformasi Polri: GMNI menyerukan reformasi di tubuh Polri dengan menegaskan kembali fungsi Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, bukan sebagai alat kekuasaan yang menindas rakyat.
  5. ​Stop Kekerasan Aparat: GMNI menuntut agar Polri memastikan seluruh jajaran di daerah tidak melakukan tindakan represif kepada rakyat yang sedang berdemonstrasi. Tuntutan ini menjadi penekanan agar kekerasan aparat tidak terulang kembali.

​Perjuangan Demi Demokrasi yang Humanis

Rilis GMNI ini mencerminkan kegelisahan mendalam di kalangan mahasiswa dan aktivis terkait brutalitas aparat dan kurangnya respons pemerintah terhadap aspirasi publik.

Mereka melihat insiden tewasnya driver ojol bukan hanya sekadar kecelakaan, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik.

Langkah GMNI ini menambah tekanan publik terhadap institusi negara, terutama Polri dan DPR, untuk segera mengambil tindakan nyata guna memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjamin keselamatan rakyat.

Tuntutan ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mendorong demokrasi yang lebih humanis dan akuntabel di Indonesia.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai lima tuntutan yang diajukan oleh GMNI? Apakah tuntutan tersebut dapat menjawab permasalahan yang ada? Beri pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru Skandal KSO PT Migas, Kejagung Periksa Tiga Direksi BUMD dan Pejabat Pemkot Bekasi
Mengejutkan! Suara Mengguntur dari Gontor, Sindir Pejabat ‘Cari Muka’ Langsung di Depan Presiden Prabowo
Desak Kemenag Tarik Majalah MPA dan Minta Maaf Terbuka, DPP GMNI Tegaskan Bukan Underbow PKI
Kritik Keras IPPS: Ulah Arogan Seskab Teddy Indra Wijaya Usir Pejabat LRT Coreng Marwah Presiden
Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!
OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Uang Rp106 Miliar Disita, Dirut Summarecon dan Pejabat BPN Bogor Jadi Tersangka
Skandal HGB Summarecon: KPK Jebloskan 8 Tersangka ke Tahanan, Ada Pejabat BPN hingga Elit Golkar!
Lawan Ketimpangan Tanah! DPP GMNI Buka Petisi Publik Desak Pengesahan RUU Reforma Agraria
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:47 WIB

Babak Baru Skandal KSO PT Migas, Kejagung Periksa Tiga Direksi BUMD dan Pejabat Pemkot Bekasi

Senin, 21 September 2026 - 09:03 WIB

Mengejutkan! Suara Mengguntur dari Gontor, Sindir Pejabat ‘Cari Muka’ Langsung di Depan Presiden Prabowo

Sabtu, 19 September 2026 - 13:02 WIB

Desak Kemenag Tarik Majalah MPA dan Minta Maaf Terbuka, DPP GMNI Tegaskan Bukan Underbow PKI

Sabtu, 19 September 2026 - 12:40 WIB

Kritik Keras IPPS: Ulah Arogan Seskab Teddy Indra Wijaya Usir Pejabat LRT Coreng Marwah Presiden

Rabu, 16 September 2026 - 05:06 WIB

Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x