Menanti Perpres, Proyek Strategis Nasional PLTSa Bekasi Dilirik Konsorsium Cina, Jepang dan Jerman

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yudianto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yudianto.

Kota Bekasi, Jawa Barat – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pembangkit Listrik Berbasis Sampah (PSEL) di Kota Bekasi terus bergerak maju.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi saat ini sedang melakukan sounding market untuk menjaring investor potensial, di mana sejumlah perusahaan dari konsorsium Cina, Jepang, dan Jerman menunjukkan minat besar.

Proyek ini dinilai sangat strategis untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, kelanjutan proyek masih menunggu penetapan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menjadi landasan hukum dan kebijakan.

​Tunggu Arahan Pemerintah Pusat, Perpres Menjadi Kunci

Kepala DLH Kota Bekasi, Yudianto, menjelaskan bahwa studi kelayakan (feasibility study) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah dalam tahap penyelesaian.

Tahap selanjutnya adalah menunggu Perpres PLTSa yang akan ditetapkan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

​”Kami tengah menunggu Perpres yang nantinya akan ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kita lagi nunggu semuanya, semua daerah lagi nunggu arahan Pemerintah Pusat untuk itu,” ujar Yudianto saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (19/08/2025).

​Menurutnya, Perpres ini akan memberikan kepastian hukum dan pedoman bagi 33 Pemerintah Daerah yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat untuk mengelola sampah menjadi energi. Awalnya, proyek ini hanya menyasar 12 daerah, tetapi kini telah diperluas.

​Investor Asing Lirik Potensi Proyek Senilai Rp1,5 Triliun

​Proses sounding market yang dilakukan Pemkot Bekasi menunjukkan respons positif dari investor global. Yudianto memaparkan bahwa banyak perusahaan dari luar negeri, terutama konsorsium dari Cina, Jepang, dan Jerman, telah menyatakan ketertarikannya.

​”Ada dari konsorsium luar negeri semua, ada dari Cina, Jepang, dan Jerman,” ungkap Yudianto, menekankan bahwa minat yang tinggi menunjukkan potensi ekonomi proyek ini.

​Sebelumnya, pada April 2025, Wali Kota Bekasi sebelumnya, Tri Adhianto, telah mengumumkan bahwa Pemkot akan segera memulai proses lelang tender untuk proyek ini. Proyeksi nilai investasi PLTSa ini diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.

​”PLTSa kita lagi persiapan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan lakukan lelang. Karena ini sudah menjadi amanat Undang-undang bahwa menghabiskan sampah itu dengan pola salah satu yang terbaik hari ini adalah insinerator,” kata Tri Adhianto.

Tri menambahkan bahwa skema insinerator (pembakaran sampah) akan digunakan untuk mengoptimalkan produksi sampah menjadi tenaga listrik.

Konsep ini sesuai dengan visi pemerintah dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk penanganan sampah.

Saat ini, Pemkot Bekasi belum bisa memastikan konsorsium mana yang akan menggarap proyek ini. Yudianto menyatakan bahwa pemenang akan ditentukan melalui proses tender yang transparan dan kompetitif.

“Itu kan nanti tergantung siapa yang menang melalui proses tender yang ada,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x