- Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, melontarkan sindiran keras terhadap budaya “cari muka” di kalangan pejabat.
- Kritik tersebut disampaikan secara langsung dan terbuka di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
- Alih-alih tersinggung, Presiden Prabowo justru merespons positif sikap terus terang tersebut dan memuji nilai-nilai luhur (Panca Jiwa) yang diajarkan Gontor.
- Peristiwa ini dinilai sukses menginterupsi budaya feodal dan sikap asal bapak senang yang belakangan ini kembali marak.
SEBUAH PERINGATAN TAJAM MENGGEMA dari Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Di tengah maraknya budaya feodal dan mentalitas birokrat yang gemar mencari aman, Pimpinan Gontor dengan lantang melontarkan sindiran keras terkait perilaku “cari muka” langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Keberanian sang kyai sontak menjadi sorotan publik luas sekaligus memberikan pukulan telak bagi para pejabat yang hadir.
Keberanian Kyai Sahal Mengkritik Langsung di Hadapan Presiden Prabowo
Di tengah acara penting dengan pengawalan dan sorot mata publik yang ketat, seorang kyai sepuh bertubuh ringkih justru menunjukkan keteguhan sikap yang luar biasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia bahkan berani meminjam kalimat khas yang kerap diasosiasikan dengan sang kepala negara.
”Sorry, ye,” kata Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH Hasan Abdullah Sahal dalam pidato lugasnya di hadapan Presiden Prabowo, Senin (21/09/2026).
Sindiran tersebut tidak berhenti di situ. Dengan nada santai namun menohok, Kyai Sahal secara gamblang menyoroti krisis integritas para pencari jabatan di era modern ini.
”Sekarang banyak orang cari muka. Tul? Orang ndak punya ijazah, cari ijazah. Orang ndak punya nama, cari nama. Orang ndak punya uang, cari uang. Orang ndak punya jabatan, cari jabatan. Orang ndak punya muka, cari muka,” sambungnya mempertegas realita sosial yang ada.
Mengapa Sindiran dari Gontor Ini Sangat Mengejutkan Publik?
Sindiran ini sangat mengejutkan karena secara diametral menabrak arus kultur feodal yang saat ini sedang mewabah.
Penulis dan Pengamat Politik, Syahrul E Dasopang mencatat, bagi rata-rata masyarakat Indonesia, memelas atau menyemburkan pujian demi mengamankan kepentingan lembaga biasanya menjadi jalan pintas yang paling aman saat didatangi petinggi negara.
Namun, Gontor memilih jalan berbeda. Kata-kata Kyai Sahal bagaikan palu yang menokok kepala para menteri dan pejabat yang terbiasa berlomba mencari perhatian penguasa.
Bahkan, sejumlah pembantu Presiden dikabarkan menunjukkan raut wajah yang tidak nyaman mendengar “suara mengguntur” tersebut.
Bagaimana Dampak dan Respons Presiden Prabowo Terhadap Kritik Tersebut?
Alih-alih bersikap defensif, Presiden Prabowo Subianto justru memberikan respons yang sangat positif.
Ia terkesan dengan aura ketegasan Gontor yang dinilainya selaras dengan nilai-nilai disiplin militer, tempat karakter kepemimpinannya dulu dibentuk.
Momen ini seakan mengembalikan jati diri sang Presiden sebagai sosok rasional dan modern, menjauhkannya dari manipulasi bawahan yang gemar menjilat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo sangat mengapresiasi Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor yang terdiri dari:
- Keikhlasan: Berjuang tanpa pamrih atau sekadar dorongan memperoleh keuntungan materi.
- Kesederhanaan: Hidup dengan wajar, secukupnya, dan sama sekali tidak berlebih-lebihan.
- Kemandirian (Berdikari): Sanggup menolong diri sendiri dan berdiri tegak di atas kaki sendiri.
- Ukhuwwah Islamiyyah: Membangun suasana persaudaraan yang akrab dan tulus tanpa adanya sekat pemisah.
- Kebebasan: Merdeka dalam berpikir, berbuat, serta menentukan masa depan yang benar.
Sikap terbuka Presiden yang berencana mengundang pihak Gontor kembali untuk berdiskusi tanpa sorotan kamera wartawan menunjukkan bahwa kritik yang jujur masih memiliki ruang di republik ini.
Pada akhirnya, Gontor telah berhasil menginterupsi budaya feodal yang mulai bersemi di lingkaran kekuasaan.
Jangan lewatkan analisis tajam politik dan kabar pemerintahan terbaru. Ayo ikuti dan bergabung bersama Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu mendapatkan update informasi terkini!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















