Merasa Sulit Komunikasi dengan Pj Wali Kota, Ratusan Buruh Geruduk Gedung Pemkot Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 19 November 2024 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan buruh yang tergabung dalam Buruh Bekasi Melawan menggeruduk Gedung Pemkot Bekasi untuk menuntut usulan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2025 mendatang, sekaligus menuntut pencabutan UU Cipta Kerja ke Pemerintah Daerah.

Sekretaris Buruh Bekasi Melawan, Maryono, mengatakan bahwa pihaknya datang ke lokasi bersama 25 Federasi Serikat Pekerja dengan tujuan untuk bertemu Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad, guna berdiskusi mengenai pembahasan usulan Upah Minimum Daerah.

“Namun, beberapa kali kami hubungi ternyata Pj Wali Kota Bekasi selalu menghindar. Makanya wajar kami datang ke sini, baik-baik ditemui tidak bisa. Harapan kami Pj Wali Kota Bekasi bisa bertemu dengan kita, kita ini rakyatnya, kita mau silaturahim,” ucap Maryono saat ditemui di lokasi, Selasa (19/11/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pihaknya bersama buruh lainnya adalah rakyat yang menyumbang pajak paling banyak di Kota Bekasi, namun sesulit itu bertemu dengan Kepala Daerah.

“Sehingga kami membawa rombongan. Pada Minggu-minggu ini tidak bisa bertemu. Maka kita akan membawa rombongan yang lebih besar lagi, masa mau bertemu aja susah, memangnya kita nakutin? Kan enggak,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya bersama para rekan buruh lainnya akhirnya difasilitasi oleh Pemkot Bekasi untuk melakukan audiensi.

Hasilnya, mereka bertemu dengan Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi yang kemudian menjadwalkan kita bertemu dengan Pj Wali Kota Bekasi pada Kamis (21/11/2024) esok.

Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, mengatakan bahwa di tengah aksi para serikat buruh, dirinya mengupayakan kondusifitas dengan duduk bersama dan menjalin komunikasi dalam ruang audiensi.

“Alhamdulillah audiensi dengan para serikat pekerja berjalan dengan baik. Kita semua saling mengerti dan memahami kedua belah pihak. Apa yang menjadi keinginan mereka, sudah kita tampung dan terima,” tutur Junaedi saat ditemui di lokasi.

“Nanti kita akan sampaikan kepada pimpinan, yakni Pak Pj Wali Kota, karena ini kan penyakit tahunan, soalnya tiap tahun pasti soal pengupahan. Tentunya kita akan pelajari kondisi yang ada di Kota Bekasi,” tambahnya.

Lebih jauh Junaedi menambahkan bahwa usulan mengenai kenaikan Upah Minimum pekerja mesti diupayakan dengan tatap muka, agar tidak terjadi polemik di kemudian hari.

Terutama, bilamana perusahaan besar mungkin tidak terganggu, sedangkan perusahaan kecil pasti akan bermasalah.

“Karena kalau perusahaan yang sudah stabil dan aman mungkin engga terganggu, terutama kepada perusahaan-perusahaan yang belum stabil ini yang harus diperhatikan. Apabila ada masalah, untuk berdiskusi sebelum kita lakukan pemutusan. Tidak ada salahnya kita bersilaturahmi,” sambungnya.

Kemudian terkait usulan kenaikan upah dari para serikat pekerja, kata Junaedi, harus dilihat dari sisi aspek ekonomi maupun kondisi dari para pengusaha.

“Apalagi kita belum lama ini Pileg, Pilpres dan sebentar lagi Pilkada, ekonomi kita pada tahun 2025 belum bisa diprediksikan, karena agak stagnan. Tentunya kita juga tidak terlepas dari pusat,” imbuhnya.

Namun demikian, Junaedi mengatakan bahwa buruh tidak hanya ada di Kota Bekasi, tetapi ini ada secara keseluruhan di Indonesia. Memang ada aturannya untuk wilayah masing-masing.

“Ya tetapi itu kan tidak terlepas dari pengusaha juga. Walau pasti perusahaan dan pekerja selalu bertolak belakang, tapi kita cari jalan tengah yang terbaik untuk itu karena ini kan penyakit tahunan soal tiap tahun pasti soal pengupahan,” tutup Junaedi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras
Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan
Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi Capai 85 Persen, Dedi Mulyadi Dijadwalkan Gunting Pita 10 November 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x