Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis TOD Stasiun Bekasi Extension.

Infografis TOD Stasiun Bekasi Extension.

  • ​Status Proyek: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan perencanaan Proyek Sky Train Bekasi dan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Extension tetap berlanjut.
  • ​Latar Belakang: Kepastian ini muncul usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto Pitojo Adhi, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Kantor BPN Kabupaten Bogor.
  • ​Nilai Investasi & Target: Pembangunan kawasan TOD Summarecon menelan investasi infrastruktur Rp 78 miliar dengan target pengerjaan selama 18 bulan (1,5 tahun).
  • ​Perubahan Rute: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menolak pemasangan tiang pancang di Jalan Ahmad Yani (area Car Free Day) dan menginstruksikan rute sky train memutar di belakang Bekasi Cyber Park (BCP), Kecamatan Bekasi Selatan.

​DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR (DBMSDA) KOTA BEKASI memastikan perencanaan Proyek Sky Train Bekasi beserta pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon Stasiun Bekasi Extension tetap berlanjut.

Kepastian ini ditegaskan Pemkot Bekasi menyusul terjaringnya Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto Pitojo Adhi, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Proyek strategis berinvestasi Rp 78 miliar tersebut diklaim tidak terdampak guncangan manajerial internal pihak pengembang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kelanjutan Proyek Sky Train Bekasi Pasca-OTT KPK

​Bagaimana Nasib Proyek Sky Train Bekasi Usai Bos Summarecon Ditangkap KPK?

​Pembangunan kawasan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Extension di Kecamatan Bekasi Utara serta proyeksi kereta layang (sky train) dipastikan tetap berjalan sesuai tahapan perencanaan awal.

Meskipun Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto Pitojo Adhi, menjadi salah satu dari belasan orang yang diamankan KPK, DBMSDA Kota Bekasi menilai agenda infrastruktur di daerah tidak otomatis terhenti.

​Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi ulang dengan manajemen pengembang guna memastikan kepastian jadwal di lapangan.

​”Proses pembangunannya masih, mereka masih proses perencanaan kayaknya. Nanti saya konfirmasi kembali ke pihak Summarecon kembali,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (22/10/2026).

​Idi menegaskan bahwa dinamika hukum yang menyangkut pucuk pimpinan korporasi tersebut tidak menghentikan aktivitas pembangunan fisik kawasan TOD yang sudah berjalan.

​”Proses pembangunan tetap jalan, jalan,” tuturnya.

​Berapa Nilai Investasi dan Target Waktu Pembangunan TOD Summarecon Bekasi?

​Kawasan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Extension dirancang dengan nilai investasi infrastruktur mencapai Rp 78 miliar dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 18 bulan atau satu setengah tahun.

Proyek yang baru saja melaksanakan groundbreaking ini diproyeksikan menjadi simpul transportasi modern yang didukung moda monorel sky train.

​Secara garis besar, tahapan dan cakupan proyek ini meliputi:

  • ​Tahap Awal (TOD): Pembangunan kawasan terintegrasi di Stasiun Bekasi Extension dengan estimasi waktu 18 bulan dan investasi Rp 78 miliar.
  • ​Konektivitas Gedung: Pembangunan menara (tower) khusus yang menghubungkan kawasan Summarecon langsung ke area Stasiun Bekasi.
  • ​Rute Sky Train: Menghubungkan area komersial Summarecon Bekasi (Kecamatan Bekasi Utara), kawasan perkantoran Pemkot Bekasi, hingga berakhir di Stasiun LRT Bekasi Barat (Kecamatan Bekasi Selatan).

​Pemkot Bekasi sendiri masih menunggu penyelesaian kawasan TOD sebelum membahas teknis konstruksi sky train secara lebih spesifik bersama pihak Summarecon Bekasi.

​”Memang investor dari Summarecon sudah berkoordinasi dengan kita, dan yang terus berkomunikasi langsung itu adalah Pak Wali Kota. Baru setelah TOD jalan, rencananya akan dibangun tower yang terkoneksi ke Stasiun, lalu ada Jalur Sky Train menuju ke Stasiun LRT Bekasi Barat,” ucap dia.

​Mengenai apakah pengerjaan konstruksi sky train akan dilakukan secara paralel atau menunggu TOD selesai sepenuhnya, DBMSDA Kota Bekasi menyebut pihak pengembang masih memfokuskan pengerjaan pada fondasi awal kawasan.

​”Saya belum tahu persis rencana detail mereka, mungkin fokus ke bagian awalnya dulu. Tapi untuk jangka panjang, memang ada rencana ke arah sana,” sambungnya.

​Mengapa Wali Kota Bekasi Menolak Jalur Sky Train di Atas Jalan Ahmad Yani?

​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menolak usulan pemasangan tiang pancang sky train di sepanjang Jalan Ahmad Yani, karena jalan protokol utama tersebut merupakan ruang publik penyelenggaraan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).

Keberadaan deretan tiang pancang dinilai akan mempersempit ruang publik dan merusak fungsi jalur utama di jantung Kota Bekasi.

​Idi Sutanto mengungkapkan bahwa penolakan tersebut disampaikan saat pengembang mengajukan draf desain lintasan sky train kepada Pemkot Bekasi.

​”Saat ini kita sedang dalam tahap desain. Kemarin mereka meminta rutenya itu dibangun di atas Jalan Ahmad Yani. Tapi, Pak Wali Kota belum setuju,” katanya.

​Sebagai solusi alternatif, Pemkot Bekasi menginstruksikan pengembang untuk menggeser trase jalur layang agar melintas di jalur belakang pusat perbelanjaan di Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

​”Jalan Ahmad Yani itu kan digunakan untuk ruang publik Car Free Day yang harus bebas kendaraan. Jadi, Pak Wali meminta rutenya memutar di belakang BCP (Bekasi Cyber Park), baru masuk ke arah sana. Perencanaannya sekarang sudah mulai berjalan,” tuturnya.

​Apa Langkah Pemkot Bekasi dalam Mengintegrasikan Transportasi di Kawasan TOD?

​Pemkot Bekasi tengah menyiapkan skema integrasi angkutan massal darat agar lonjakan penumpang dari kawasan TOD Summarecon Stasiun Bekasi Extension dan sky train langsung terlayani oleh transportasi lokal.

Langkah strategis ini disiapkan pasca-pelaksanaan groundbreaking guna mencegah penumpukan penumpang di titik pemberhentian.

​Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menekankan pentingnya kesiapan angkutan pengumpan (feeder) lanjutan bagi para komuter yang turun di Kota Bekasi.

​”Catatan tentu pada saat pendatang yang kemudian hadir di Kota Bekasi, tentu harus ada transportasi lanjutannya. Nah, itu yang saya kira masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah),” ucap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, selepas pelaksanaan Giat Apel Pagi, Senin (27/07/2026).

​Tri berharap desain akhir kawasan TOD mampu mengakomodasi seluruh moda angkutan umum eksisting agar tercipta konektivitas yang saling terhubung.

​”Tapi mudah-mudahan secara desain lebih memudahkan terkait dengan kesiapan kawasan TOD nya. Yang nantinya akan tetap terlayani oleh para angkutan umum yang memang hari ini sudah ada. Termasuk, dari Angkot, Ojol dan lain sebagainya. Dan juga Trans Patriot Bekasi Keren,” sambungnya.

​Hingga kini, Pemkot Bekasi melalui DBMSDA Kota Bekasi terus memantau perkembangan di lapangan sembari menunggu kepastian jadwal pembahasan lanjutan dari manajemen PT Summarecon Agung Tbk terkait realisasi jalur sky train menuju Stasiun LRT Bekasi Barat.

​Baca juga berita terkini lainnya seputar pembangunan infrastruktur Pemkot Bekasi di RakyatBekasi.Com. Bagikan artikel ini dan tulis pendapat Anda di kolom komentar! Agar tidak ketinggalan informasi terbaru setiap hari, ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan berikut: Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
Darurat Lahan Parkir di Pusat Pemerintahan, Wali Kota Bekasi Kaji Pembangunan Gedung Parkir 9 Lantai
​Layani 2.000 Komuter Tanpa Atap, Halte Transjakarta B41 Jatiasih Akhirnya Dibangun Oktober Ini via CSR Bank BJB
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x