- Progres Signifikan: Pembangunan JPO Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda telah menembus angka 90 hingga 95 persen.
- Kendala Teknis: Penyelesaian tahap akhir tertunda oleh keharusan membongkar kaca bangunan yang berstatus aset milik PT KAI.
- Target Waktu: Pemkot Bekasi menargetkan seluruh fasilitas JPO sudah bisa beroperasi pada akhir Oktober 2026.
- Penyelesaian Lift: Kerangka lift sudah berdiri kokoh, hanya menyisakan tahap instalasi mesin penggerak.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi terus mengebut pekerjaan tahap akhir Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi di kawasan Jalan Ir. H. Juanda.
Progres pembangunan infrastruktur pejalan kaki yang digadang-gadang ampuh memecah kemacetan ini diklaim nyaris rampung dengan angka 95 persen.
Namun, penyelesaian akhir kini bergantung pada proses koordinasi krusial bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait teknis pembongkaran kaca bangunan stasiun guna menyambungkan akses keluar-masuk penumpang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanti Integrasi Penuh JPO Stasiun Bekasi di Akhir Oktober
Mengapa DBMSDA Kota Bekasi Belum Membongkar Kaca Stasiun Bekasi?
Pihak DBMSDA Kota Bekasi harus bertindak hati-hati mengingat kaca yang menutupi jalur akses JPO merupakan aset resmi perusahaan negara (PT KAI).
Pembongkaran tidak bisa dilakukan sepihak tanpa adanya berita acara penitipan atau relokasi barang agar tidak memicu persoalan hukum atau ganti rugi di kemudian hari.
“Kita sedang komunikasikan dengan PT KAI untuk membahas pembongkaran kaca-kaca itu. Kita harus memastikan nanti setelah dibongkar, asetnya dititipkan atau disimpan di mana,” kata Ronald Akhyar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (11/10/2026).
Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA Kota Bekasi ini menambahkan, prosedur penanganan aset menjadi prioritas. Koordinasi teknis dengan PT KAI tersebut ditargetkan rampung pada pekan ini.
“Kalau kita bongkar begitu saja, nanti aset mereka bisa rusak dan justru menjadi kesalahan kita. Jadi, prosedurnya harus dipastikan terlebih dahulu,” katanya.
Kapan Akses JPO Stasiun Bekasi Bisa Dilewati Pejalan Kaki?
Jika seluruh perizinan dan pembongkaran kaca tuntas dalam minggu ini, penyambungan selasar JPO bisa langsung dieksekusi. Pekerjaan fisik berskala besar pun kini hanya menyisakan tahapan instalasi lift.
“Kalau kita lihat, kerangka lift sudah ada, tinggal memasukkan mesin lift-nya. Kemudian tinggal membuka akses itu saja. Mudah-mudahan akhir Oktober ini sudah bisa ada pembukaan,” ungkapnya.
Kapan Peresmian JPO Akan Dilakukan oleh Wali Kota Bekasi?
Meski target pembukaan akses dapat dilakukan bulan ini, jadwal peresmian fasilitas publik tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada kepala daerah.
Saat ini, DBMSDA Kota Bekasi memilih fokus pada percepatan operasional agar masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya.
”Adapun rencana peresmian JPO nantinya juga masih menunggu arahan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Sekaligus, meminta arahan terlebih dahulu mengenai kemungkinan pelaksanaan peresmian setelah pembangunan rampung,” ucapnya.
Kehadiran JPO Stasiun Bekasi diharapkan tak sekadar menjadi ornamen arsitektur tata kota yang estetis, tetapi benar-benar fungsional melindungi warga Kota Bekasi dari risiko kecelakaan dan mengurangi titik simpul kemacetan akibat penyeberang jalan tak beraturan.
Bagikan artikel ini agar warga Kota Bekasi lainnya mengetahui progres proyek strategis ini! Silakan berikan komentar Anda dan ikuti terus perkembangan berita paling tajam hanya di Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu update.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















