PENA 98: Tunjangan Perumahan Anggota DPRD Kota Bekasi Tak Relevan, Pemborosan Uang Rakyat Ratusan Miliar

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi.

Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi.

BEKASI – Gelombang kritik terhadap kebijakan tunjangan perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kota Bekasi terus menguat. Perhimpunan Nasional Aktivis ’98 (PENA ’98) Kota Bekasi menjadi salah satu suara yang paling vokal, menyebut fasilitas tersebut tidak relevan, merupakan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan mencederai rasa keadilan publik.

​Para aktivis menilai, fasilitas mewah ini mengesankan para wakil rakyat lebih mementingkan kenyamanan pribadi ketimbang memperjuangkan kepentingan masyarakat yang telah memilih mereka.

​Ketua Umum Presidium PENA ’98 Kota Bekasi, Tumpak Sidabutar, mempertanyakan logika dasar pemberian tunjangan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah per bulan bagi setiap anggota dewan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka adalah warga Kota Bekasi yang bekerja di wilayah tempat tinggalnya sendiri. Jadi, untuk apa lagi diberi tunjangan rumah? Logikanya sama sekali tidak relevan,” ujar Tumpak di Bekasi, Sabtu (06/09/2025).

​Logika yang Dipertanyakan

​Menurut Tumpak, esensi tunjangan perumahan adalah untuk membantu pejabat negara yang harus bertugas dan menetap jauh dari domisili asalnya. Kondisi ini, tegasnya, tidak berlaku bagi anggota DPRD Kota Bekasi.

​“Mereka semua sudah memiliki rumah masing-masing di kota ini. Maka, pemberian tunjangan ini hanyalah bentuk pemborosan yang dilegalkan atas nama regulasi,” tegasnya.

​Potensi Pemborosan APBD Hingga Ratusan Miliar

Kritik PENA ’98 didasarkan pada besaran anggaran yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 81 Tahun 2021.

Dalam regulasi tersebut, ditetapkan besaran tunjangan perumahan per bulan sebagai berikut:

  • ​Ketua DPRD: Rp 53.000.000
  • ​Wakil Ketua DPRD: Rp 49.000.000
  • ​Anggota DPRD: Rp 46.000.000

​PENA ’98 menghitung, jika diakumulasikan untuk 50 anggota DPRD Kota Bekasi selama satu periode jabatan (lima tahun), total anggaran yang dihabiskan untuk fasilitas ini bisa mencapai lebih dari Rp 139 miliar.

​“Dana sebesar itu seharusnya bisa dialihkan untuk program yang lebih mendesak, seperti subsidi pendidikan, perbaikan layanan kesehatan, bantuan sosial bagi warga miskin, atau pembangunan infrastruktur dasar,” kata Tumpak. “Ini uang rakyat, bukan dana pribadi dewan.”

​Kesenjangan Sosial dan Tuntutan Revisi Regulasi

Lebih jauh, Tumpak menyoroti ironi di tengah masyarakat. Di satu sisi, banyak warga Kota Bekasi yang masih berjuang untuk membeli rumah atau bahkan sekadar membayar kontrakan bulanan.

Di sisi lain, para wakil mereka justru dimanjakan fasilitas mewah yang dibiayai oleh pajak rakyat.

​“Kondisi ini memperlebar jurang ketidakadilan sosial. Seolah-olah tanpa tunjangan rumah mereka tidak bisa bekerja, padahal faktanya mereka tinggal di rumahnya sendiri,” sindirnya.

​Atas dasar itu, PENA ’98 mendesak dua hal utama:

  1. ​Sikap Moral Anggota Dewan: Anggota DPRD Kota Bekasi harus memberi teladan hidup sederhana dengan secara sukarela menolak tunjangan rumah tersebut untuk mengembalikan kepercayaan publik.
  2. ​Revisi Peraturan: Mendorong Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD untuk segera merevisi Perwali Nomor 81 Tahun 2021 yang menjadi dasar hukum pemberian tunjangan.

​“Kalau regulasi ini tidak segera diubah, pemborosan akan terus berulang setiap tahun. Rakyat tidak butuh dewan dengan fasilitas berlebihan. Rakyat butuh dewan yang peduli, sederhana, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan bersama,” pungkas Tumpak.

​Setujukah Anda dengan kritik yang disampaikan PENA ’98 mengenai tunjangan perumahan ini? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Dibalut Presensi BeeTRI, Instruksi Wali Kota Bekasi Kerahkan Ratusan ASN ke Pembukaan Porprov Jabar 2026 Tuai Sorotan, Khawatir Sepi Peminat?
Tembus 161.516 NIB hingga November 2026, Mampukah DPMPTSP Ubah Jutaan Izin Usaha Jadi Pertumbuhan Ekonomi Nyata?
Jadi Tuan Rumah Tapi Minim Publikasi, Warga Kesulitan Akses Jadwal dan Klasemen Porprov XV Jabar 2026 Kota Bekasi
Awas Politik Balas Budi! Kades Baru di Kabupaten Bekasi Dilarang Bongkar Pasang Perangkat Desa demi Akomodasi Timses
Rp2,82 Triliun APBD Kota Bekasi Belum Terserap: Belanja Pegawai Lancar, Belanja Pembangunan Tersendat!
Sasar 833.000 KK, Pendataan Perlinsos Kota Bekasi Baru Capai 11,86 Persen: Dinsos Desak Warga Aktif Daftar Mandiri!
Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi
Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 12:43 WIB

​Dibalut Presensi BeeTRI, Instruksi Wali Kota Bekasi Kerahkan Ratusan ASN ke Pembukaan Porprov Jabar 2026 Tuai Sorotan, Khawatir Sepi Peminat?

Jumat, 6 November 2026 - 10:39 WIB

Tembus 161.516 NIB hingga November 2026, Mampukah DPMPTSP Ubah Jutaan Izin Usaha Jadi Pertumbuhan Ekonomi Nyata?

Jumat, 6 November 2026 - 10:11 WIB

Jadi Tuan Rumah Tapi Minim Publikasi, Warga Kesulitan Akses Jadwal dan Klasemen Porprov XV Jabar 2026 Kota Bekasi

Kamis, 5 November 2026 - 11:51 WIB

Rp2,82 Triliun APBD Kota Bekasi Belum Terserap: Belanja Pegawai Lancar, Belanja Pembangunan Tersendat!

Kamis, 5 November 2026 - 09:16 WIB

Sasar 833.000 KK, Pendataan Perlinsos Kota Bekasi Baru Capai 11,86 Persen: Dinsos Desak Warga Aktif Daftar Mandiri!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x