Siap Olah 1.500 Ton Sampah, DPRD Kota Bekasi Puji Kesiapan Wangneng

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen diskusi teknis yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Pemkot Bekasi, dan tokoh masyarakat saat merumuskan skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

Momen diskusi teknis yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Pemkot Bekasi, dan tokoh masyarakat saat merumuskan skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

​Poin Utama:

  • ​Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi ditargetkan mampu memusnahkan 1.500 ton sampah per hari.
  • ​Perusahaan asal Tiongkok, Wangneng Environment Co. Ltd, dinilai sangat layak menjadi operator fasilitas pengelolaan sampah modern ini.
  • ​Total volume sampah harian warga Kota Bekasi yang bermuara ke kawasan Bantargebang saat ini menyentuh angka sekitar 1.800 ton.
  • ​DPRD dan Pemkot Bekasi telah melakukan kunjungan langsung untuk meninjau teknologi fasilitas Wangneng di Tiongkok.

​Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi kian menemui titik terang guna mengatasi krisis penumpukan limbah harian.

Pimpinan DPRD bersama perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi baru saja meninjau fasilitas Wangneng Environment Co. Ltd di Tiongkok atas undangan dari pihak Danantara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa perusahaan pemenang tender tersebut dinilai sangat layak dan siap mengolah sampah perkotaan menjadi energi hijau.

​Apa Itu Proyek PSEL di Kota Bekasi?

​Proyek PSEL merupakan solusi strategis jangka panjang untuk menekan volume limbah rumah tangga yang terus menggunung di kawasan Bantargebang.

Fasilitas canggih ini dirancang untuk membakar dan mengubah ribuan ton limbah perkotaan menjadi pasokan energi listrik terbarukan.

​”Undangan dari Danantara untuk meninjau pengolahan sampah menjadi energi listrik di China menjadi pengalaman berharga. Sehingga Pemerintah Kota dan DPRD mengetahui bahwa Wangneng selaku pemenang pengelolaan PSEL di Kota Bekasi memang layak. Setelah melihat langsung di sana, kami paham bahwa mereka sangat layak mengelola PSEL di Kota Bekasi,” kata Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan resminya, Jumat (03/07/2026).

​Berapa Kapasitas Pengolahan Sampah PSEL Wangneng?

​Fasilitas pengolahan dari Wangneng Environment ditargetkan mampu mengeksekusi sedikitnya 1.500 ton limbah harian.

Angka ini dinilai cukup krusial dan signifikan, mengingat produksi sampah harian dari seluruh kecamatan di Kota Bekasi kini menembus angka 1.800 ton.

​”Apa yang menjadi harapan kita, baik dari Danantara, Pemerintah Kota Bekasi maupun warga, agar sampah Kota Bekasi yang mencapai 1.800 ton per hari dapat berkurang. Wangneng memiliki kesiapan mengelola sekitar 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik,” katanya.

​Bagaimana Kesiapan Pemkot dan Target Wali Kota Bekasi?

​Pemkot Bekasi menaruh harapan besar agar beban lingkungan ini lekas tertangani secara representatif oleh pihak swasta yang berpengalaman.

Keinginan Wali Kota Bekasi juga sejalan dengan target ambisius agar infrastruktur PSEL mampu menangani porsi terbesar dari total volume produksi sampah daerah.

​”Target Pak Wali Kota memang 1.500 ton. Kalau bisa Wangneng mengelola 1.400 sampai 1.500 ton per hari. Dari hasil peninjauan, mereka memiliki kesiapan untuk itu,” jelas politisi asal PKS tersebut.

​Menurut Latu, metode modern yang diaplikasikan di luar negeri dapat diadaptasi untuk membawa manfaat nyata di tingkat daerah.

“Kami melihat pengelolaan di sana sangat representatif. Apa yang dilakukan Pemerintah China melalui pengelolaan sampah oleh pihak swasta sangat luar biasa. Jika diterapkan di Kota Bekasi, tentu menjadi keuntungan bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

​Siapa yang Mengawasi Proyek PSEL di Kota Bekasi?

​Pengawasan ketat secara berjenjang akan diberlakukan sejak proses pembangunan hingga operasional, melibatkan pemerintah pusat maupun daerah.

DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk mengawal penuh pelaksanaan proyek infrastruktur vital ini agar tidak menyisakan masalah lingkungan baru di masa depan.

​”Kami dari DPRD akan melakukan pengawasan. Memang nantinya pengawasan juga dilakukan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait, tetapi kami akan mengawasi seluruh kewenangan yang menjadi bagian Pemerintah Kota Bekasi,” pungkasnya.

​Hadirnya fasilitas PSEL di Kota Bekasi diharapkan bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah aksi yang nyata untuk menyelamatkan tata ruang kota dari krisis darurat sampah di kawasan Bantargebang.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana proyek pengolahan sampah PSEL ini? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan baca terus portal berita terpercaya RakyatBekasi.Com untuk mendapatkan informasi eksklusif lainnya seputar kebijakan publik di Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan
Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret
Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi
Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!
Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen
Reses III Dewan Rudy Heryansah di Medansatria: Komitmen Kawal Ketat Aspirasi Infrastruktur Warga
Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Infrastruktur Jatimekar, Dewan Madong Buktikan Komitmen Aspirasi Warga
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x