- DPP PDI Perjuangan menggelar peringatan Hari Lansia Sedunia di GOR Bang Yan, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
- Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menginstruksikan seluruh kader untuk menjadikan program kepedulian lansia sebagai kebijakan strategis di daerah.
- Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memaparkan efektivitas 17 Sekolah Lansia yang menaungi 3.800 peserta aktif di penjuru Kota Bekasi.
- Pemkot Bekasi menargetkan kaum lansia sebagai subjek penggerak pembangunan daerah berbekal pengalaman dan keteladanan, bukan sekadar objek penerima bantuan.
DEWAN PIMPINAN PUSAT (DPP) PDI Perjuangan menggelar peringatan Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental Internasional di GOR Bang Yan, kawasan GOR Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (01/10/2026).
Momentum strategis ini dimanfaatkan untuk mendorong penguatan regulasi dan kebijakan pemerintah agar lebih berpihak kepada kelompok lanjut usia (lansia).
Perhatian terhadap kaum lansia dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen nyata dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi PDIP dan Wali Kota Bekasi Dorong Kebijakan Pro Lansia
Lansia memegang peran krusial sebagai jembatan antara peradaban masa lalu dan generasi masa depan.
Oleh karena itu, eksistensi mereka di tengah masyarakat harus mendapatkan porsi perhatian serius dari instrumen negara.
“Bagi PDI Perjuangan, politik adalah kehidupan yang digerakkan oleh narasi keberpihakan berdasarkan spirit Pancasila dalam narasi pembebasan rakyat marhaen. Dengan peringatan Hari Lansia ini, kami menempatkan lansia sebagai jembatan antara sejarah dan masa depan. Tidak boleh ada satu lansia pun yang diabaikan oleh negara,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (01/10/2026).
Perhatian terhadap jaminan kesejahteraan lansia merupakan pengejawantahan dari gerakan kemanusiaan dan kebudayaan.
Melalui arahan langsung dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, seluruh mesin partai diinstruksikan untuk proaktif mendampingi masyarakat lanjut usia di akar rumput.
“Komitmen kepedulian terhadap lansia kami tempatkan sebagai gerak kebudayaan. Kader-kader partai akan ditugaskan mengunjungi para lansia dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada mereka agar tidak merasa sendiri, mendapatkan pelayanan kesehatan, dan memiliki ruang sosialisasi yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto sangat mengapresiasi terobosan Pemkot Bekasi yang menunjukkan komitmen nyata melalui wadah pemberdayaan yang terstruktur.
“Tadi disampaikan oleh Pak Wali Kota Bekasi, Pak Tri Adhianto, bahwa Kota Bekasi telah memiliki sekolah lansia. Program seperti ini akan kami dorong menjadi kebijakan strategis di daerah-daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan. Sekolah lansia bisa menjadi ruang komunikasi, edukasi kesehatan, hingga aktivitas sosial bagi para lansia,” ungkapnya.
Apa Dampak Program Sekolah Lansia di Kota Bekasi?
Kehadiran Sekolah Lansia di Kota Bekasi sukses menjadi ruang akselerasi yang membuktikan bahwa warga usia lanjut mampu menjadi subjek pembangunan daerah.
“Lansia harus menjadi subjek dan bukan objek. Karena itu perhatian pemerintah terhadap lansia harus semakin tinggi,” tegas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Tingginya angka harapan hidup di Kota Bekasi merupakan indikator positif keberhasilan sektor kesehatan. Hal ini tentu menuntut adanya intervensi program berkelanjutan dari pemerintah daerah.
“Fasilitas kesehatan semakin baik, Universal Health Coverage juga terus berjalan. Maka ketika masyarakat memasuki usia 60 tahun ke atas, harus ada program-program yang mendukung mereka agar tetap aktif dan produktif,” jelasnya.
Pemkot Bekasi secara resmi telah merancang kurikulum dan program Sekolah Lansia ini sejak tahun 2022. Ruang edukasi ini lahir murni untuk memenuhi hak interaksi dan aktivitas bagi kaum senja.
“Program ini kami mulai sejak 2022. Kami melihat struktur penduduk usia lanjut di Kota Bekasi cukup besar. Kami tidak ingin lansia menjadi beban, tetapi justru menjadi faktor pendorong pembangunan Kota Bekasi melalui pengalaman, pemikiran, dan keteladanan yang mereka miliki,” paparnya.
Keberhasilan program ini dibuktikan dengan partisipasi lansia yang masif. Berikut adalah rincian data pesertanya:
- Total peserta aktif: 3.800 lansia.
- Sebaran lokasi: Mencakup 17 sekolah lansia di berbagai wilayah Kota Bekasi.
- Tingkat partisipasi: Sebanyak 1.800 lansia hadir langsung memadati peringatan Hari Lansia Sedunia kali ini.
“Yang hadir hari ini kurang lebih 1.800 lansia berdasarkan data absensi. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari para peserta sekolah lansia di Kota Bekasi,” tandasnya.
Sinergi antara DPP PDI Perjuangan dan Pemkot Bekasi ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan fisik serta mental kaum lansia.
Ruang kontribusi yang diciptakan melalui fasilitas edukasi akan memastikan setiap warga usia lanjut tetap berkarya dengan nyaman di tengah masyarakat.
Bagikan berita ini jika bermanfaat, serta tinggalkan komentar atau opini Anda di bawah. Jangan lupa ikuti terus update berita dan informasi layanan publik terkini melalui Saluran WhatsApp RakyatBekasi.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















