- Beban utang Perumda Tirta Bhagasasi menembus lebih dari Rp400 miliar di tengah maraknya keluhan masyarakat terkait buruknya kualitas layanan air bersih.
- Laba perusahaan pada tahun 2025 hanya mencapai Rp1,4 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan total beban honorarium tahunan Dewan Pengawas (Dewas) yang menyentuh angka Rp1,8 miliar.
- Forum Tata Laksana (FORTALA) Indonesia mendesak Plt Bupati Bekasi segera mengganti Ketua dan Sekretaris Dewas akibat minimnya kinerja dan dugaan penyalahgunaan wewenang.
KINERJA DEWAN PENGAWAS (DEWAS) PERUMDA TIRTA BHAGASASI kini mendapat sorotan tajam dari Forum Tata Laksana (FORTALA) Indonesia menyusul temuan ketimpangan keuangan BUMD tersebut.
Di tengah tumpukan utang yang melebihi Rp400 miliar dan maraknya keluhan warga terkait air keruh, besaran honorarium fantastis para petinggi pengawas ini dinilai sangat tidak rasional.
Ironisnya, laba perusahaan pada tahun 2025 tercatat jauh lebih kecil ketimbang total gaji yang diterima oleh Dewas dalam setahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi Menyeluruh Kinerja Dewas Perumda Tirta Bhagasasi
Mengapa Gaji Dewas Perumda Tirta Bhagasasi Dianggap Tidak Wajar?
Gaji dinilai tak wajar karena sangat timpang dengan realitas kondisi keuangan dan laba Perumda Tirta Bhagasasi saat ini.
Direktur Kebijakan Publik Fortala, Ergat Bustomy, membongkar dugaan pemborosan ini dengan merinci pendapatan para pejabat yang memegang posisi strategis ganda di Pemkab Bekasi.
Berikut adalah rincian ketimpangan honorarium dan kondisi keuangan perusahaan yang menjadi sorotan:
- Ketua Dewas (Ani Gustini): Menerima honor Rp45 juta/bulan dari Perumda, ditambah honor jabatan utama sebagai Asda II Pemkab Bekasi sekitar Rp47,3 juta/bulan.
- Sekretaris Dewas (M. Ridwan): Menerima honor Rp35 juta/bulan dari Perumda, ditambah honor jabatan utama sebagai Kabag Ekonomi Pemkab Bekasi sekitar Rp33,4 juta/bulan.
- Beban Utang Perusahaan: Lebih dari Rp400 miliar, meliputi kewajiban kepada penyuplai air curah, penyedia jasa, pajak, serta kewajiban PAD kepada Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi.
- Laba Perusahaan 2025: Hanya Rp1,4 miliar.
- Total Honor Dewas Pertahun: Mencapai Rp1,8 miliar.
Angka-angka di atas menunjukkan bahwa beban gaji jajaran pengawas justru mengalahkan keuntungan bersih yang mampu diraih oleh perusahaan daerah penyedia air minum tersebut.
Apa Dampak Buruknya Pengawasan Terhadap Pelayanan Pelanggan?
Lemahnya fungsi pengawasan berdampak langsung pada pelayanan masyarakat di berbagai kecamatan dan kelurahan yang kerap mengeluhkan distribusi air mati hingga kualitas air yang keruh. Bukannya menghadirkan solusi manajerial, organ pengawas dinilai abai dan sibuk dengan fasilitas jabatan.
“hutang PDAM 400 miliar lebih, Pelayanan Air Buruk masih sering dikeluhin pelanggan. Besaran honor Ketua dan Sekretaris Dewas harus dievaluasi karena gak sebanding dengan kinerjanya. Liat aja kondisi PDAM begini sekarang, Karena gak tegas dan seriusnya Dewas,” kata Ergat Bustomy kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (21/09/2026).
Bagaimana Langkah Hukum dan Tuntutan Fortala Selanjutnya?
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, Fortala menuntut Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk segera merombak struktur Dewas.
Apalagi sebelumnya, Ketua dan Sekretaris Dewas diduga kuat menguasai dua mobil dinas sekaligus dan melakukan nepotisme dengan mempekerjakan anak buahnya secara rangkap jabatan di Perumda.
”Efisiensi itu kewajiban, Karena Ani Gustini dan M. Ridwan tidak mengembalikan mobil Dinas perumda setelah seminggu saya sampaikan, dan tidak mengusulkan pemberhentian anak buah nya yang PPPK nyambi kerja di Perumda maka minggu ini saya akan menyurati Mendagri, BKN RI dan Menpan RB, dan Bupati menyampaikan Tindak Tanduk Ani Gustini dan M. Ridwan,” tegas Ergat Bustomy.
Persoalan di tubuh Perumda Tirta Bhagasasi ini tentu menjadi ujian nyata bagi ketegasan Pemerintah Daerah, khususnya Pemkab Bekasi, dalam membenahi tata kelola BUMD.
Masyarakat terus menanti langkah konkret agar kualitas layanan publik tidak lagi dikorbankan hanya demi memelihara birokrasi yang gemuk dan minim prestasi.
Jangan lewatkan perkembangan terbaru mengenai isu pelayanan publik, politik, dan kebijakan pemerintah daerah lainnya. Bagikan artikel ini dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [follow WhatsApp Channel RakyatBekasi ] agar selalu update dengan berita terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















