Viral Kasus Boarding School Rawalumbu, Disdik Kota Bekasi Bantah Perundungan dan Sebut Hanya Perkelahian Siswa

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi mata KAAZ (13), korban dugaan penganiayaan yang mengalami pecah pembuluh darah di asrama Alexandria Boarding Islamic School, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Polres Metro Bekasi Kota kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Kondisi mata KAAZ (13), korban dugaan penganiayaan yang mengalami pecah pembuluh darah di asrama Alexandria Boarding Islamic School, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Polres Metro Bekasi Kota kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

  • ​Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengklarifikasi bahwa insiden di sebuah boarding school Kecamatan Rawalumbu dipicu perkelahian dua siswa kelas 7 SMP, bukan aksi perundungan sepihak.
  • ​Korban mengalami luka di bagian mata dan tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.
  • ​Keluarga korban menuntut pihak sekolah memberhentikan pelaku, namun keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan lembaga pendidikan.
  • ​Investigasi internal terus dilakukan secara paralel bersama Unit PPA Polres Metro Bekasi Kota.

DINAS PENDIDIKAN (DISDIK) KOTA BEKASI akhirnya buka suara terkait dugaan kasus perundungan (bullying) yang menimpa siswa berinisial KAAZA di sebuah boarding school di Kecamatan Rawalumbu.

Pemerintah secara tegas membantah narasi kekerasan sepihak yang viral di media sosial, dan mengklarifikasi bahwa insiden tersebut merupakan buntut dari perkelahian dua siswa kelas 7 SMP. Saat ini, Pemkot Bekasi bersama kepolisian tengah mengusut tuntas konflik tersebut secara paralel.

​Klarifikasi Disdik Kota Bekasi Soal Kasus Boarding School Rawalumbu

​Apa Fakta Sebenarnya di Balik Kasus Kekerasan Boarding School Rawalumbu?

​Berdasarkan investigasi awal, kejadian yang memicu perhatian publik ini murni dipicu oleh pertengkaran antar-siswa tingkat SMP.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disdik Kota Bekasi, Chondro Wibhowo, memaparkan bahwa kedua anak yang terlibat pertikaian sebenarnya sama-sama mengalami luka fisik.

​”Dan dari sudut luka segala macam, dua-duanya katanya ada luka. Yang mungkin agak parah ini adalah korban, dan korban sudah dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan, dikarenakan ada luka di bagian mata dan sudah mendapatkan pengobatan,” kata Chondro Wibhowo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (29/09/2026).

​Bagaimana Tuntutan Keluarga Korban Terhadap Pelaku Perkelahian?

​Pasca insiden, pihak keluarga menuntut agar siswa yang menjadi lawan berkelahi korban segera dikeluarkan dari sekolah.

Namun, kewenangan terkait pemberhentian siswa berada mutlak di tangan manajemen boarding school.

​”Nah tuntutan dari pihak korban ini, dia meminta agar korban yang juga selaku (pelaku) bisa dikeluarkan dari sekolah itu. Cuma sampai saat ini kita belum dapat keputusan lanjutannya apa, karena itu kewenangannya di pihak sekolah,” jelasnya.

​Menyikapi hal ini, Disdik turut menyoroti celah pengawasan di lingkungan asrama yang menjadi tanggung jawab penyelenggara pendidikan.

​”Ya, karena kalau namanya boarding itu kan setiap saat sekolah ataupun lembaga itu harus mengawasi melekat, 24 jam,” sambungnya.

​Mengapa Kasus Boarding School Ini Cepat Viral di Media Sosial?

​Sebelum kasus ini mencuat luas, pengelola sekolah sebenarnya telah berinisiatif menempuh jalur kekeluargaan.

Sayangnya, mediasi belum sempat terlaksana sepenuhnya lantaran pihak keluarga memilih mempublikasikannya.

​”Namun orang tua korban udah langsung media, lapor di media sosial. Meski, pihak sekolah udah mencoba untuk duduk bersama secara penyelesaian melalui mediasi,” jelasnya.

​Chondro memastikan narasi perundungan yang beredar luas tidak sepenuhnya presisi. Hingga kini, pemicu pasti adu fisik tersebut masih terus didalami.

​”Namun menyoal mengapa perkelahian itu bisa terjadi, kan bisa saja mungkin gesekan atau apa gitu,perang mulut itu yang belum kita dapat informasinya secara utuh dan akurat. Tapi intinya bukan bullying gitu ya, tetapi perkelahian,” pungkasnya.

​Proses Investigasi Disdik Kota Bekasi Terus Berjalan

​Sejauh Mana Penyelidikan Internal Pemkot Bekasi Berlangsung?

​Sebelumnya, sejak dugaan penganiayaan ini menyita perhatian publik pada awal pekan ini, instansi terkait telah menurunkan tim pemantau.

Kepala Disdik Kota Bekasi merespons singkat saat dimintai keterangan di Gedung Plaza Pemkot Bekasi pada Senin (28/09/2026) lalu.

​”Nanti masih proses,” ucap dia saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (28/09/2026).

​Terkait upaya pendampingan langsung ke keluarga korban, Chondro mengaku masih perlu berkoordinasi dengan jajaran di tingkat sekolah menengah.

​”Saya belum (cek ya apakah sudah dikunjungi ke keluarga korban atau belum). Enggak tahu kalau jajaran SMP sudah atau tidaknya. Kemarin saya sudah sempat infokan,” katanya.

​Bagaimana Sinergi Disdik dengan Kepolisian dalam Menangani Laporan?

​Saat ini, pencarian fakta internal berjalan beriringan dengan proses hukum resmi yang telah diregister oleh keluarga korban.

​”Baru dimulai, baru (untuk proses investigasi). Baru awal. Karena nanti proses investigasinya juga berjalan secara paralel. Karena ini kan juga secara laporan sudah masuk ke PPA Polres Metro Bekasi Kota, jadi berbarengan lah,” sambungnya.

​Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti setiap dinamika di lingkungan sekolah secara objektif.

​”Evaluasi kan terus kita lakukan Bullying itu kan ada kategorinya, jangan semua-semua dianggap bullying. Konflik juga biasa dianggap bullying. Terpenting dari Disdik lagi mencoba untuk mem-follow up terkait laporan tersebut,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Pemkot Bekasi, khususnya yang mengadopsi sistem asrama, untuk memperketat standar pengawasan siswa. Hak atas rasa aman di bangku sekolah mutlak harus dijamin oleh setiap penyelenggara pendidikan.

​Jangan lewatkan perkembangan terbaru seputar kebijakan pendidikan dan pelayanan publik di Kota Patriot. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update berita terkini!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Mafia Tanah! Kasus Kayuringin dan Jatiasih Tampar Integritas BPN Kota Bekasi
Tekan Angka Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Salurkan 12.000 Telur untuk Puluhan Balita
Babak Baru Penganiayaan Siswa Boarding School Rawalumbu: Polisi Cek TKP, Pemkot Bekasi Janji Investigasi Paralel
Dikritik DPRD Soal Minim Fasilitas RW, Wali Kota Bekasi: Yang Penting Dengar Keluhan Warga, Bukan Seremonial
Viral Penganiayaan Siswa di Boarding School Rawalumbu, Disdik Kota Bekasi Gelar Investigasi Paralel dengan Polisi
Viral Siswa Dianiaya di Boarding School Rawalumbu, Wali Kota Bekasi Instruksikan Disdik Bertindak Cepat
Wujud Nyata Solidaritas, Pemkot Bekasi Salurkan Bantuan Rp2,1 Miliar untuk Korban Gempa NTT Oktober Mendatang
In Memoriam Guruh Soekarnoputra: Kisah Eksklusif Aktivis Bekasi Mengenang Sang Maestro Seni
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:20 WIB

Viral Kasus Boarding School Rawalumbu, Disdik Kota Bekasi Bantah Perundungan dan Sebut Hanya Perkelahian Siswa

Selasa, 29 September 2026 - 09:06 WIB

Darurat Mafia Tanah! Kasus Kayuringin dan Jatiasih Tampar Integritas BPN Kota Bekasi

Selasa, 29 September 2026 - 08:45 WIB

Tekan Angka Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Salurkan 12.000 Telur untuk Puluhan Balita

Senin, 28 September 2026 - 14:51 WIB

Babak Baru Penganiayaan Siswa Boarding School Rawalumbu: Polisi Cek TKP, Pemkot Bekasi Janji Investigasi Paralel

Senin, 28 September 2026 - 13:57 WIB

Dikritik DPRD Soal Minim Fasilitas RW, Wali Kota Bekasi: Yang Penting Dengar Keluhan Warga, Bukan Seremonial

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x