Wali Kota Bekasi Perintahkan Disdik Usut Dugaan Kekerasan Siswa Alexandria Boarding School

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar unggahan media sosial Threads dari orang tua korban yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan moral Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Wali Kota Bekasi menerima langsung pengaduan terkait dugaan kekerasan di Alexandria Islamic Boarding School di Kantor Pemkot Bekasi dan memastikan korban mendapat pendampingan psikologis penuh dari DP3A Kota Bekasi.

Tangkapan layar unggahan media sosial Threads dari orang tua korban yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan moral Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Wali Kota Bekasi menerima langsung pengaduan terkait dugaan kekerasan di Alexandria Islamic Boarding School di Kantor Pemkot Bekasi dan memastikan korban mendapat pendampingan psikologis penuh dari DP3A Kota Bekasi.

  • ​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, turun tangan langsung menerima aduan orang tua siswa Alexandria Islamic Boarding School terkait dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
  • ​Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi diinstruksikan segera mendalami dan mengusut kasus ini secara utuh dan objektif.
  • ​Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi diterjunkan untuk mengawal pendampingan psikis bagi korban.
  • ​Keluarga korban menyambut baik dan mengapresiasi empati serta kepedulian Wali Kota Bekasi dalam membantu pemulihan mental anak mereka.

​WALI KOTA BEKASI, TRI ADHIANTO, merespons cepat laporan dugaan kekerasan yang menimpa seorang siswa di Alexandria Islamic Boarding School. Langkah tegas langsung diambil dengan memanggil jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi untuk turun mendalami insiden tersebut.

Respons ini mencuat usai orang nomor satu di Kota Patriot itu menerima kedatangan orang tua siswa secara langsung di Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan.

​Respons Cepat Wali Kota Bekasi Sikapi Dugaan Kekerasan di Sekolah

​“Anak-anak datang ke sekolah untuk belajar dan merasa aman. Ketika ada anak yang mengalami kejadian seperti ini, tentu kita prihatin. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak, bukan tempat yang membuat mereka takut,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (29/09/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Langkah Konkret Pemkot Bekasi Tangani Kasus Ini?

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan tidak akan berdiam diri menyikapi aduan ini. Wali Kota Bekasi langsung menginstruksikan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis untuk bergerak cepat ke lapangan:

  • ​Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi: Bertugas melakukan penelusuran dan pendalaman komprehensif guna mengetahui duduk perkara secara utuh.
  • ​DP3A Kota Bekasi: Diwajibkan memberikan pendampingan trauma healing, khususnya untuk memantau dan memulihkan kondisi psikologis anak yang menjadi korban.

​Di sisi lain, pihak pengelola Alexandria Islamic School menepis tudingan adanya aksi bullying di institusinya.

Mereka mengklaim bahwa insiden tersebut murni kesalahpahaman yang berujung pada perkelahian spontan antar-siswa.

Pihak sekolah juga menyebut telah melakukan penanganan medis serta mengupayakan proses mediasi.

Saat ini, Kepolisian telah menerima laporan resmi dari keluarga korban dan tengah melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti, serta memeriksa para saksi.

​Bagaimana Pemkot Bekasi Menyikapi Proses Hukum yang Berjalan?

​Menyikapi masuknya insiden ini ke ranah hukum dan adanya perbedaan versi kejadian, Tri menegaskan pentingnya menjaga objektivitas semua pihak.

​“Kita perlu melihat persoalannya secara utuh. Kita hormati proses hukum dan tidak mengambil kesimpulan lebih dulu. Yang penting bagi kita, persoalannya terang, anak mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” ujarnya.

​Mengapa Pendampingan Psikologis Menjadi Prioritas Utama?

​Dampak kekerasan di lingkungan sekolah berpotensi meninggalkan trauma berkepanjangan yang merusak masa depan anak.

Oleh karena itu, pemulihan mental korban menjadi prioritas dan fokus utama intervensi Pemkot Bekasi.

​Dukungan penuh dari pemerintah ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga. Melalui unggahan di media sosial Threads, orang tua korban, Zaniy, mengucapkan terima kasih atas dukungan, empati, dan kepedulian yang diberikan secara langsung oleh Wali Kota Bekasi.

Zaniy menyatakan bahwa kepedulian tersebut sangat berharga untuk mempercepat proses pemulihan psikologis sang anak dan sekaligus memberikan kekuatan moral bagi keluarga dalam menghadapi kasus ini.

​“Karena itu pendampingan psikologis penting. Harapan kita, persoalan ini segera mendapat titik terang dan ke depan tidak ada lagi yang menjadi korban Bullying khsusnya di Kota Bekasi,” ujar Tri.

​Sebagai penekanan, Tri meminta seluruh pihak dari instansi pendidikan, aparat, hingga orang tua untuk menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi sistem perlindungan anak di Kota Bekasi.

​“Anak-anak kita adalah masa depan Kota Bekasi. Mereka harus bisa belajar, bertumbuh dan berprestasi dalam lingkungan yang aman,” katanya.

​Insiden ini menjadi cambuk bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kota Bekasi untuk terus memperketat pengawasan dan menjamin ruang aman bagi para siswa tanpa terkecuali.

​Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar kebijakan publik, politik, dan berita terkini di Bekasi! Ikuti terus perkembangannya dan gabung sekarang di Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu update.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras
Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan
Wisata Air Kalimalang Kota Bekasi Capai 85 Persen, Dedi Mulyadi Dijadwalkan Gunting Pita 10 November 2026
5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x