Warga Ngamuk Krisis Air Bersih! Disperkimtan Kota Bekasi Janji Perbaikan Sumur Artesis Bantargebang Rampung Dua Pekan

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga RT 04 RW 03 Kampung Ciketing Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi protes dengan membentangkan spanduk untuk menuntut perbaikan sumur artesis dan pasokan bantuan air bersih, Minggu (11/10/2026).

Sejumlah warga RT 04 RW 03 Kampung Ciketing Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi protes dengan membentangkan spanduk untuk menuntut perbaikan sumur artesis dan pasokan bantuan air bersih, Minggu (11/10/2026).

  • ​Warga RT 04 RW 03 Kampung Ciketing Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, memprotes krisis air bersih akibat kerusakan sumur artesis yang dibiarkan lebih dari sebulan.
  • ​Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi menargetkan perbaikan selesai dalam kurun waktu dua pekan.
  • ​Kerusakan parah disebabkan oleh pergeseran tanah yang meruntuhkan dinding bagian dalam sumur di kedalaman 120 meter.
  • ​Warga mendesak Pemkot Bekasi untuk mendistribusikan bantuan air bersih secara rutin selama masa perbaikan berlangsung.

​KRISIS AIR BERSIH yang mendera warga RT 04 RW 03, Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, memicu aksi protes turun ke jalan pada Minggu (11/10/2026).

Merespons desakan warga tersebut, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi bergerak menargetkan perbaikan sumur artesis yang rusak agar bisa kembali beroperasi dalam waktu dua pekan ke depan.

​Disperkimtan Kota Bekasi Kebut Perbaikan Sumur Artesis Bantargebang

​Mengapa Sumur Artesis di Bantargebang Bisa Rusak Parah?

​Kerusakan fasilitas penyediaan air ini diduga kuat akibat runtuhnya dinding tanah di bagian dalam sumur yang akhirnya menimbun dan menyumbat fungsi pompa air.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Memang sedang proses perbaikan. Waktu itu sumur kedalamannya 120 meter, nah 30 meter ke bawah itu runtuh semua di dalam, sehingga perlu kita kuras dan sekarang sudah proses perbaikan. Mudah-mudahan seminggu dua minggu ini sudah selesai,” kata Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Selasa (13/10/2026).

​Apa Dampak Pergerakan Tanah Terhadap Kondisi Sumur Artesis?

​Fasilitas ini diketahui merupakan satu-satunya tumpuan akses air bersih bagi warga setempat. Widayat menjelaskan bahwa pergeseran kontur tanah menjadi faktor utama rusaknya infrastruktur air di zona tersebut.

​”Pergerakan tanah di kedalaman sumur menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi konstruksi dan pompa. Sumur artesis dengan kedalaman sekitar 120 hingga 150 meter, memiliki potensi mengalami gangguan akibat pergeseran tanah di bawah permukaan,” katanya.

​Bagaimana Solusi Jangka Panjang Pemkot Bekasi Atasi Krisis Air?

​Sebagai langkah taktis jangka panjang, Pemkot Bekasi tidak hanya berfokus pada perbaikan sumur yang rusak saat ini. Disperkimtan merencanakan pembangunan titik sumur baru pada tahun depan.

Berdasarkan catatan, dari total sembilan sumur artesis di wilayah Bantargebang, kondisinya sangat beragam, mulai dari yang masih prima hingga yang butuh peremajaan total.

​”Target perbaikan prosesnya sekitar dua minggu ini. Kemudian tahun depan kita coba gali sumur baru lagi,” tuturnya.

​Mengapa Warga Kampung Ciketing Sumurbatu Menggelar Aksi Protes?

​Sebelum perbaikan dilakukan, warga setempat terpaksa menggelar aksi spontan dengan membentangkan sejumlah spanduk bernada sindiran keras kepada pemerintah daerah.

Spanduk tersebut bertuliskan kritikan tajam, di antaranya “Air bersih tak ada, Pemkot Bekasi tutup mata” hingga “Kami hanya butuh air bersih! Bukan janji-janji manis”.

​”Warga menuntut perbaikan sumur artesis. Sudah rusak lebih dari sebulan, dan bantuan air bersih hanya datang sekali. Itu pun cuma satu setengah tangki. Karena itu, selama sumur belum berfungsi, kami minta ada bantuan air bersih yang rutin,” kata Perwakilan warga, Rahmat, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui dalam aksi protes, Minggu (11/10/2026).

​Apa Tuntutan Mendesak Warga di Sekitar TPST Bantargebang?

​Bagi warga yang bermukim tepat di lingkaran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumurbatu, ketersediaan air bersih adalah hal yang tidak bisa dikompromi. Air dari sumur sangat diandalkan untuk menunjang higienitas kehidupan sehari-hari mereka.

​”Kami tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah. Air bersih ini kebutuhan paling dasar. Kalau tidak ada air, bagaimana kami mau memasak, mandi, dan mencuci? Kami hanya minta sumur segera diperbaiki dan bantuan air bersih segera dikirim,” imbuhnya.

​Pemerintah Kota Bekasi melalui instansi terkait diharapkan tidak hanya fokus pada percepatan perbaikan infrastruktur, tetapi juga menjamin ketersediaan air bersih darurat agar penderitaan warga Bantargebang dapat segera teratasi.

​Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru seputar kebijakan publik dan isu pemerintahan di Kota Bekasi! Bagikan artikel ini kepada kerabat Anda, dan pastikan untuk selalu update berita paling tajam dengan mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di tautan berikut: [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini].


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Ini Giliran Petinggi Foster Oil, Direktur PT Migas dan Pejabat Pemprov Jabar Dicecar Kejagung RI
Transformasi Lapas Kelas IIA Bekasi: Dari Penataan Fasilitas hingga Digitalisasi Layanan, Ciptakan Pelayanan Transparan dan Profesional!
Kontrak Berakhir 26 Oktober! Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta Kebut Finalisasi PKS TPST Bantargebang
Brutal! Monyet Liar Serang Bocah di Bekasi Hingga Wajah Robek
Jadwal Muscam KNPI Bekasi Timur Gelap, Farhan Sindir Keras: Tunjuk Saja Ketuanya Sekalian!
Skandal Pencabulan Berkedok Ruqyah: Guru Ponpes Darut Tauhid Kota Bekasi Tersangka, Ratusan Santriwati Dievakuasi
Nasib 3.132 PPPK Paruh Waktu Ditentukan Akhir Oktober, BKPSDM Tegas Coret Pegawai Indisipliner!
Imbas Kasus Pencabulan 10 Santriwati, Kemenag Hentikan Sementara Aktivitas Ponpes Darut Tauhid Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Hari Ini Giliran Petinggi Foster Oil, Direktur PT Migas dan Pejabat Pemprov Jabar Dicecar Kejagung RI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Warga Ngamuk Krisis Air Bersih! Disperkimtan Kota Bekasi Janji Perbaikan Sumur Artesis Bantargebang Rampung Dua Pekan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Transformasi Lapas Kelas IIA Bekasi: Dari Penataan Fasilitas hingga Digitalisasi Layanan, Ciptakan Pelayanan Transparan dan Profesional!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kontrak Berakhir 26 Oktober! Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta Kebut Finalisasi PKS TPST Bantargebang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Brutal! Monyet Liar Serang Bocah di Bekasi Hingga Wajah Robek

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x