Desain Tengah Dikonsep, Bekasi Siap Bangun Rumah Panggung untuk Warga Terdampak Banjir

- Jurnalis

Kamis, 20 Maret 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Kota Bekasi melakukan  evakuasi di Perumahan Pondok Gede Permai, Selasa (04/03/2025).

BPBD Kota Bekasi melakukan evakuasi di Perumahan Pondok Gede Permai, Selasa (04/03/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa proyeksi pembangunan rumah panggung bagi warga terdampak banjir di Kota Bekasi saat ini telah mencapai tahap desain yang tengah dikonsepkan.

Program ini dirancang untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Pembangunan rumah panggung ini merupakan upaya kolaboratif yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggaran pembangunan rumah panggung telah disepakati dengan rincian alokasi dana dari BNPB sebesar Rp 60 juta, Pemprov Jawa Barat Rp 40 juta, dan Pemkot Bekasi Rp 30 juta, sehingga total biaya mencapai Rp 130 juta per unit rumah.

“Proyek ini ditujukan untuk rumah-rumah yang rusak berat akibat banjir di Kota Bekasi, sesuai dengan program yang telah dirancang oleh Gubernur Jawa Barat. Kami saat ini sedang menyelesaikan desainnya,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam keterangan resminya kepada rakyatbekasi.com, Kamis (20/03/2025).

Tri menjelaskan bahwa pembangunan rumah panggung ini dirancang sebagai respons terhadap dampak banjir yang melanda Kota Bekasi beberapa waktu lalu, terutama akibat kiriman air dari wilayah Bogor.

Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya adalah Pondok Gede Permai dan Kemang IFI di Kecamatan Jatiasih.

Untuk mendukung pelaksanaan program ini, Pemkot Bekasi telah ditugaskan untuk mendata rumah-rumah yang akan menjadi prioritas pembangunan.

“Kami menginstruksikan aparatur untuk mendata secara menyeluruh mana rumah yang akan menjadi prioritas. Karena di beberapa lokasi ada yang sudah memiliki lantai dua atau tiga, jadi pembangunan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Secara teknis, rumah panggung ini akan dibangun dengan ketinggian gelagar 2,5 meter dari permukaan tanah.

Dengan ketinggian tersebut, rumah panggung diharapkan dapat memberikan perlindungan yang cukup aman dari banjir.

Selain itu, desain rumah panggung juga dirancang untuk meminimalkan risiko kerusakan pada alat-alat rumah tangga serta memberikan kenyamanan psikologis bagi penghuninya.

“Ketinggian 2,5 meter ini dinilai cukup aman bagi warga. Peralatan rumah tangga yang sering kali rusak akibat banjir dapat terlindungi, dan warga tidak perlu lagi mengalami ketakutan maupun kecemasan yang selama ini terjadi saat musim banjir datang,” tambah Tri.

Tri juga menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari upaya Pemkot Bekasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.

Selain memberikan perlindungan dari ancaman banjir, proyek rumah panggung ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warganya.

“Program ini tidak hanya fokus pada mengatasi banjir, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” tutup Tri.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, pembangunan rumah panggung ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah-wilayah rawan banjir.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
Waspada Sindikat Loker Bodong di Kota Bekasi, BPKN-RI Buka Posko Pengaduan Korban
PKS TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober, Pemkot Bekasi Tuntut Kompensasi DKI Tetap Rp362 Miliar
Desain Awal Dinilai Rumit, Disperkimtan Kota Bekasi Kaji Ulang Lokasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x