Realisasi PBB Kota Bekasi Capai 64,61%, DPRD Anggap Usulan Gubernur Jabar Hapus Tunggakan Tidak Tepat Waktu

- Jurnalis

Senin, 18 Agustus 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Kota Bekasi – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Gubernur Dedi Mulyadi untuk menghapus tunggakan Pajak Bumi Bangunan (PBB) selama setahun terakhir mendapat respons keras dari DPRD Kota Bekasi. Usulan ini dinilai tidak tepat waktu dan berpotensi memberatkan keuangan daerah, terutama saat realisasi PBB di Kota Bekasi sedang menunjukkan tren positif.

Menurut Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, kebijakan penghapusan tunggakan ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.

“Ini kan sudah di pertengahan tahun. Sebagian masyarakat sudah ada yang membayar tunggakan PBB, sementara yang lain mungkin masih menunggak tapi sedang berusaha melunasinya. Jangan sampai ini menimbulkan kecemburuan antarwarga,” ungkapnya saat menghadiri Upacara HUT RI ke-80 di Alun-alun M. Hasibuan, Minggu (17/08/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Realisasi PBB Terus Meningkat, DPRD Khawatir Anggaran Daerah Terganggu

Realisasi pendapatan daerah dari sektor PBB menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Bekasi.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, per tanggal 14 Agustus 2025, realisasi PBB telah mencapai 64,61% dari target yang ditetapkan.

Angka ini melebihi target sementara sebesar 56,41%, menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam penerimaan pajak daerah.

Arif Rahman Hakim menilai, kebijakan penghapusan tunggakan ini akan mengganggu keseimbangan kas daerah.

“Mungkin kebijakan ini perlu kita kaji ulang dan pelajari lebih lanjut di Komisi 3. Kami akan menelaah agar tidak menjadi persoalan baru,” tambahnya.

​DPRD Merasa Dijadikan ‘Tumbal’ Kebijakan Populis Gubernur

Politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyayangkan waktu pelaksanaan kebijakan yang dianggapnya tidak tepat.

“Kalau tunggakan dihapus sekarang, ini sangat disayangkan. Kami menghargai kebijakan Pak Gubernur, tetapi ‘bola panas’ ini ada di wilayah kami,” tegasnya.

Arif merasa khawatir jika DPRD Kota Bekasi menolak kebijakan tersebut, mereka akan dianggap tidak pro-rakyat.

“Jadi jangan sampai nanti ada gambaran kalau kita menolak ini, kita yang dianggap salah dan tidak pro masyarakat. Yang mendapat simpati dan citra positifnya Gubernur, sedangkan kami yang mendapat ‘boomerang’nya. Gubernur mencari simpati dengan cara-cara seperti ini,” cetusnya.

Ia berpendapat, Gubernur seharusnya melihat situasi secara universal, karena setiap daerah memiliki persoalan dan kondisi yang berbeda.

“Ini sangat-sangat kami sayangkan. Beliau sepertinya tidak mengerti mengapa pembahasan ini harus ada di pertengahan tahun, sementara realisasi PBB kami masih on the track,” tutup Arif.

​Dengan adanya polemik ini, Komisi 3 DPRD Kota Bekasi berencana melakukan kajian lebih mendalam untuk menemukan solusi terbaik, yang tidak hanya menguntungkan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas fiskal daerah.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan
Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret
Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi
Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!
Awas SiLPA Membengkak! Serapan APBD Kota Bekasi Baru 58 Persen, DPRD Desak OPD Kejar Target 99 Persen
Reses III Dewan Rudy Heryansah di Medansatria: Komitmen Kawal Ketat Aspirasi Infrastruktur Warga
Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Infrastruktur Jatimekar, Dewan Madong Buktikan Komitmen Aspirasi Warga
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Dana Kompensasi TPST Bantargebang Dijanjikan Cair Awal November 2026 Tanpa Pemotongan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Komisi IV Desak Calon Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031 Hadirkan Terobosan Konkret

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Wanti-wanti Jangan Ada Titipan Politik, Komisi IV Soroti Ketertutupan Seleksi Dewan Pendidikan Kota Bekasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Warga Bulak Sentul Tagih Bansos Lansia dan U-Ditch, Nawal Husni Janji Kawal Mati-matian!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x