Skandal APBD! Dilaporkan ke Kejari, Kontraktor ‘Gapura Sultan’ Malah Dapat Tiga Proyek Baru di Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Nilai Anggaran: Nyaris Rp1 Miliar (Rp997.050.000) untuk satu gapura, dengan total tiga paket proyek baru bersumber dari APBD 2025.
  • Lokasi Proyek: Perumahan Dukuh Zamrud (Kecamatan Mustikajaya) dan Makam Pereng (Kelurahan Duren Jaya), Kota Bekasi.
  • Status Penanganan: Masuk tahap Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi.
  • Waktu Pelaporan: Temuan didasarkan pada hasil observasi lapangan tenaga ahli sipil pada 10 Februari 2026.

KOTA BEKASI – Transparansi alokasi proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini tengah menjadi sorotan tajam publik. Gerakan Muda Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kota Bekasi secara resmi membongkar dugaan kejanggalan kebijakan pembagian paket pekerjaan tahun anggaran 2025.

​Ironisnya, sebuah perusahaan kontraktor yang saat ini sedang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) atas dugaan penyimpangan proyek, justru diketahui kembali memborong tiga paket pekerjaan baru dari kantong APBD Kota Bekasi.

​Kejanggalan Proyek ‘Gapura Sultan’ di Mustikajaya

​Fakta mengejutkan ini dibeberkan langsung oleh Ketua GMKI Kota Bekasi, Firman. Ia mengungkapkan bahwa kontraktor pelaksana proyek yang dijuluki “Gapura Sultan” di Perumahan Dukuh Zamrud, Kecamatan Mustikajaya, ternyata masih diberikan karpet merah oleh instansi terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Meski kualitas pekerjaannya tengah dipersoalkan, kontraktor tersebut tetap dipercaya untuk menggarap proyek-proyek strategis bernilai ratusan juta hingga nyaris satu miliar rupiah. Kebijakan ini tentu memicu tanda tanya besar terkait proses tender dan evaluasi rekam jejak penyedia jasa di bawah pengawasan jajaran Wali Kota Bekasi.

​”Proyek-proyek baru ini bersumber dari APBD Kota Bekasi tahun anggaran 2025. Ini sangat ironis mengingat status mereka sedang kami laporkan,” ungkap Firman saat membeberkan temuannya kepada awak media.

​Rincian 3 Paket Proyek Baru Sang Kontraktor

​Berdasarkan data investigasi yang dihimpun oleh tim GMKI, ketiga proyek baru yang kembali jatuh ke tangan kontraktor tersebut meliputi:

  1. Pembangunan Gapura Makam Pereng di Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur (Kode Paket: 10618630000) dengan pagu anggaran Rp98.176.900.
  2. Pembuatan Kanopi Parkir BPBD dan Sekretariat Daerah Kota Bekasi (Kode Paket: 10219553000) senilai Rp398.577.000.
  3. Pembangunan Gapura Utama Perumahan Dukuh Zamrud di Kecamatan Mustikajaya (Kode Tender: 10078852000) dengan nilai fantastis yang mencapai Rp997.050.000.

​Sikap kritis yang diambil GMKI ini bukan tanpa dasar yang kuat. Firman menjelaskan, langkah pelaporan ke meja kejaksaan bermula dari hasil observasi lapangan yang dilakukan timnya bersama Yayasan FKWZ pada 10 Februari 2026 lalu.

​Dengan menggandeng tenaga sipil profesional, mereka melakukan audit fisik. Hasilnya, kualitas material bangunan gapura tersebut dinilai jauh dari standar premium dan sangat tidak sepadan dengan besaran kucuran dana APBD yang dialokasikan.

​Respons Tegas Kejari Kota Bekasi

​Merespons aduan dan desakan dari elemen mahasiswa, pihak Kejari Kota Bekasi memastikan bahwa hukum akan ditegakkan. Laporan terkait dugaan kejanggalan proyek “Gapura Sultan” tersebut telah diterima dan sedang dalam proses tindak lanjut yang serius.

​Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bekasi, Ryan Anugrah, membenarkan adanya aduan masyarakat terkait proyek bernilai fantastis tersebut. Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas setiap potensi kerugian negara.

​Proses Pulbaket Sedang Berjalan

​Saat ini, perkara tersebut sudah resmi masuk ke tahap Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) guna memverifikasi semua bukti awal yang diserahkan pelapor.

​”Masih pulbaket, nanti ada surat resmi juga yang ditujukan ke pihak pelapor. Saat ini semua sedang berproses di kejaksaan,” tegas Ryan saat dikonfirmasi pada Kamis (19/02/2026).

​Lebih lanjut, Ryan mengimbau agar publik bersabar dan terus mengawal kasus ini. Ia menekankan bahwa tim kejaksaan membutuhkan ketelitian ekstra untuk memverifikasi data lapangan secara komprehensif dan menyandingkannya dengan hitungan teknis potensi kerugian negara.

​”Waktunya menyesuaikan, karena penanganan lapdu (laporan pengaduan) ini juga berjalan bersamaan dengan perkara-perkara lain yang sedang kami tangani,” pungkasnya.

​Kini, mata publik tertuju penuh pada integritas aparat penegak hukum dan langkah evaluasi dari Pemkot Bekasi dalam menyikapi temuan ini. Akankah ada sanksi tegas bagi kontraktor bermasalah, atau justru praktik serupa akan terus berulang?

Bagikan artikel ini ke media sosial Anda untuk turut mengawal transparansi anggaran di Kota Bekasi! Jika Anda memiliki informasi atau aduan terkait proyek di lingkungan Anda, jangan ragu untuk menyuarakannya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?
Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:06 WIB

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Berita Terbaru

Infografis.

Opini

Tobat Ekologis, Kesadaran dan Aksi Religius Universal

Jumat, 24 Jul 2026 - 04:02 WIB

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x