- Sedikitnya 7 dari 12 Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Kota Bekasi dikabarkan menarik dukungan untuk Ranny Fahd Arafiq menjelang Musda VI.
- Evaluasi dukungan tersebut dipicu oleh Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Fahd Arafiq (suami Ranny) terkait kasus korupsi HGB Summarecon pada 14 September 2026.
- Ranny Fahd Arafiq sebelumnya telah mengantongi surat restu atau diskresi dari DPP Golkar Nomor B-119/DPP/GOLKAR/IX/2026.
- Kader akar rumput menuntut marwah partai dijaga dengan mencari figur alternatif yang bersih dari jeratan hukum.
PETA KEKUATAN POLITIK MENJELANG MUSYAWARAH DAERAH (MUSDA) VI PARTAI GOLKAR KOTA BEKASI mengalami pergolakan tajam. Sedikitnya tujuh dari 12 Pimpinan Kecamatan (PK) dikabarkan mulai menarik dukungan mereka dari kandidat Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, Ranny Fahd Arafiq.
Perubahan sikap politis ini mencuat pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap suami Ranny, Fahd Arafiq, terkait kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) Summarecon di Kabupaten Bogor pada pertengahan September 2026 lalu.
Dinamika Panas Musda Golkar Kota Bekasi Pasca OTT KPK
Mengapa 7 PK Menarik Dukungan dari Ranny Fahd Arafiq?
Penarikan dukungan oleh mayoritas PK ini tidak didasarkan pada hubungan personal, melainkan kekhawatiran terhadap anjloknya citra Partai Golkar di mata publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penetapan tersangka Fahd Arafiq oleh KPK dalam pusaran korupsi HGB di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dinilai menjadi beban politik yang berat bagi Ranny jika tetap memaksakan diri maju di arena Musda.
Seorang sumber internal Golkar Kota Bekasi mengonfirmasi bahwa ketujuh PK tersebut akan bersikap tegas mencabut dukungan apabila Ranny menolak mundur.
Penolakan ini menandakan adanya pergeseran dukungan yang masif di tingkat akar rumput partai berlambang pohon beringin tersebut, mengingat publik saat ini sangat kritis terhadap figur yang memiliki irisan dengan kasus korupsi.
Bagaimana Status Pencalonan Ranny di Musda Golkar Kota Bekasi?
Secara organisatoris, Ranny Fahd Arafiq saat ini masih memiliki ruang dan hak penuh untuk bertarung di Musda.
Ia telah mengantongi surat persetujuan dari DPP Partai Golkar bernomor B-119/DPP/GOLKAR/IX/2026 tertanggal 9 September 2026, yang terbit sebagai respons atas permohonan diskresinya.
Meskipun DPP telah memberi jalan, restu tersebut tidak serta-merta menggaransi kursi Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.
Keputusan akhir tetap berada di tangan para pemegang hak suara dalam forum Musda, di mana 12 PK memegang peranan krusial dan strategis sebagai penentu kemenangan.
Apa Tanggapan Kader Senior Terkait Pencalonan Ranny?
Kritik tajam dan terbuka datang dari sejumlah kader senior di tingkat kecamatan, salah satunya Ketua PK Golkar Kecamatan Medansatria, H. Suryo Harjo alias H. Ajo.
Ia meminta Ranny untuk legawa dan mengevaluasi kembali ambisi politiknya demi menyelamatkan marwah partai di Kota Bekasi.
“Efeknya sangat dalam karena marwah Partai Golkar harus menegakkan kebenaran dan keadilan untuk membela kepentingan rakyat. Bila tidak menjalankan tugas partai dengan sejujurnya, maka statusnya bukan sebagai kader,” kata H. Suryo Harjo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (28/09/2026).
Anggota DPRD Kota Bekasi ini menegaskan bahwa integritas dan rekam jejak yang terbebas dari pusaran hukum adalah syarat mutlak bagi figur seorang ketua partai.
“Keputusan Ranny untuk maju sangat tidak memungkinkan mengingat marwah partai harus ditegakkan setegak-tegaknya. Calon pemimpin harus benar-benar bersih dari masalah hukum,” tuturnya.
H. Ajo pun mengingatkan seluruh kader agar menempatkan kepentingan kebesaran organisasi di atas kepentingan individu maupun kelompok.
“Kembalikan niat untuk mengabdi, bukan mencari kepentingan pribadi,” ujarnya secara tegas.
Siapa Figur Alternatif Pengganti Ranny di Musda Nanti?
Menyikapi ketidakpastian dan resistensi yang muncul, internal Golkar Kota Bekasi kini mulai bermanuver mencari tokoh alternatif.
Para pimpinan kecamatan dilaporkan mulai menjalin komunikasi politik dengan sejumlah figur lain yang dianggap lebih bersih dan mampu mengonsolidasikan kekuatan partai jelang perhelatan politik ke depan.
Musda VI Golkar Kota Bekasi kini berada di persimpangan jalan yang sangat sensitif. Perubahan peta dukungan dari mayoritas PK ini dipastikan akan merombak total konfigurasi politik dan menjadi penentu utama arah kepemimpinan partai beringin di Kota Bekasi.
Patut dinantikan bagaimana muara dari dinamika politik internal Partai Golkar Kota Bekasi ini. Apakah restu DPP cukup kuat menahan arus resistensi akar rumput, atau justru melahirkan pemimpin baru hasil konsolidasi para pimpinan kecamatan?
Baca terus perkembangan isu politik, pemerintahan, dan kebijakan publik Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Bagikan artikel ini kepada rekan Anda, tinggalkan pendapat di kolom komentar, dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita paling tajam dan terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















