- Pekerjaan fisik tahap awal Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Jalan Jenderal Sudirman telah menyentuh angka 82 persen.
- Kelanjutan pembangunan pada Februari-Maret 2027 akan difokuskan pada pengerjaan interior dan perbaikan beberapa bagian gedung.
- Atas arahan Wali Kota Bekasi, desain dirombak menjadi konsep co-working space kekinian yang dilengkapi fasilitas videotron dan sarana film.
- Pembiayaan proyek menggunakan skema tahun jamak (multiyears) dari APBD Murni dan ditargetkan beroperasi secara perdana pada tahun 2027.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) terus memacu penyelesaian Gedung Perpustakaan Modern di Jalan Jenderal Sudirman, eks Gedung Dinas Kesehatan.
Hingga awal Oktober ini, progres pembangunan fisik tahap awal bangunan publik tersebut telah menyentuh angka 82 persen.
Proyek akan memasuki fase krusial pada 2027 mendatang dengan fokus penyelesaian interior dan fasilitas pendukung bergaya kekinian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanti Wajah Baru Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi: Bukan Sekadar Ruang Baca
Kapan Pembangunan Interior Perpustakaan Daerah Dilanjutkan?
Penyelesaian tahap awal pembangunan gedung dipastikan sudah mendekati titik akhir, namun operasional secara penuh masih membutuhkan penyempurnaan di bagian dalam.
Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, memastikan pengerjaan lanjutan akan kembali digenjot pada awal 2027 mendatang.
”Tahun depan lebih banyak interior. Pekerjaan fisik di lapangan sudah sekitar 82 persen,” kata Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (04/10/2026).
Selain merampungkan interior, terdapat beberapa perbaikan arsitektur pasca-peninjauan langsung oleh Wali Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Pihaknya tengah bergegas menyesuaikan desain fisik di lapangan.
”Beliau minta ada beberapa yang diperbaiki, kita perbaiki tahun depan. Kalau bisa sekitar Februari atau Maret kita sudah berjalan,” tuturnya.
Mengapa Desain Perpustakaan Diubah Menjadi Konsep Co-Working Space?
Langkah redesain ulang oleh pihak ketiga terpaksa dilakukan demi mengakomodir visi Pemerintah Daerah menciptakan ruang publik yang modern.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyoroti rancangan awal bangunan yang terkesan kaku layaknya gedung pemerintahan biasa dan kurang mewakili semangat zaman.
”Sesuai dengan petunjuk Pak Wali Kota. Sekarang sedang proses, mudah-mudahan bisa kita sesuaikan dengan RAB yang ada,” ucap Widayat menanggapi instruksi perubahan tersebut.
Perombakan rancang bangun ini ditargetkan mampu menyulap perpustakaan menjadi pusat interaksi warga yang interaktif.
”Meskipun masih ada beberapa yang memang menjadi perhatian, pertama adalah perubahan ulang desain bangunan, supaya Gedung itu lebih seperti Working Space dan nanti juga ada proyeksi Video Tron untuk menunjukkan kegiatan dan ajakan kepada masyarakat untuk datang ke perpustakaan dan ada sarana dan prasarana film seperti itu,” paparnya.
Berapa Lama Skema Anggaran Proyek Multiyears Ini Berlangsung?
Mengingat besarnya skala proyek dan kompleksitas desain interior yang dibutuhkan, Disperkimtan Kota Bekasi menerapkan skema pembiayaan tahun jamak (multiyears) bertahap.
”Sehingga secara proyeksi pengerjaan tidak dilakukan secara satu tahun anggaran. Melainkan, nanti ada dua atau tiga alokasi anggaran yang dipergunakan, yang masing-masing menggunakan alokasi Anggaran APBD Murni,” sambungnya.
Adapun rincian proyeksi linimasa pembangunan Gedung Perpustakaan Modern mencakup beberapa fase penting:
- 2026: Penyelesaian struktur bangunan utama dan redesain arsitektur (progress sempat di angka 53 persen pada medio Juli, kini melonjak ke 82 persen).
- 2027: Eksekusi penyempurnaan interior, instalasi fasilitas working space, dan target awal operasional publik.
- 2028: Rencana pelebaran bangunan ke area samping menyusul instruksi penambahan luas lahan, tanpa mengganggu operasional gedung utama.
Strategi penambahan area di masa depan juga telah masuk dalam cetak biru pembangunan Pemkot Bekasi agar gedung utama tetap bisa melayani warga.
”Kita berharap 2027 itu sudah bisa dipakai untuk Gedung yang sekarang sedang dibangun. Pak Wali Kota ingin memperluas ke samping, jadi mungkin 2028 kita masih melaksanakan satu kali lagi pembangunan pelebaran, tinggal tambahannya nanti menyusul,” katanya.
Kehadiran gedung perpustakaan berkonsep kekinian ini diharapkan tidak hanya mendongkrak minat baca masyarakat, tetapi juga memposisikan Kota Bekasi sebagai kota yang inklusif dan melek literasi. Pemkot Bekasi berkomitmen menghadirkan fasilitas publik prima yang nyaman bagi seluruh kalangan.
Jangan lewatkan informasi terbaru seputar perkembangan pembangunan dan kebijakan layanan publik lainnya. Silakan bagikan artikel ini dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita terpercaya setiap harinya!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















